Yuru Fuwa Noka No Mojibake Skill Novel Bahasa Indonesia Chapter 5

Ras yang Disebut Hand Ridding Rabit (1)

Yuru Fuwa Noka No Mojibake Skill

TL: lightnovelku.my.id

❇ ❇ ❇

Tiga hari telah berlalu sejak saat itu.

Aku telah membudidayakan bawang putih sejak kemarin.

dukung klik iklan

Hmm? Kenapa bawang putih?

—Karena tubuhku tidak akan bertahan lama.

Bagaimanapun, si nona kelinci tidak ada bandingannya. Ciuman selamat malam dan selamat pagi ter-cut tapi… yang lainnya liar.

Yah, bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan makan bawang putih, sih, tapi setidaknya itu memiliki efek menenangkan.

Selain itu, aku telah belajar cara menggunakan pembuatan benih. Aku mempelajarinya menggunakan wortel. Aku bisa menyesuaikan karakteristiknya seperti rasa manis, serat, kerenyahan, dll.

Untuk saat ini, karena ada wanita di sini, aku menjaga agar bau bawang putihnya tak terlalu menyengat.

Makan malam hari ini adalah tumis daging babi hutan, wortel, dan tauge….

Garam dan mericaku akhirnya habis. Saus Yakiniku juga sudah habis saat aku makan ular waktu itu. Itu bahkan sebelum Sonja datang.

Seperti dugaanku, tanpa bumbu… rasanya memang kurang enak dan terlalu hambar. Maksudku, hanya babi hutan yang diburu hand ridding rabbit yang enak. Memang tak sebanding dengan daging babi bermerek tapi rasanya hampir mendekati.

Karena itu, aku merasa lebih kecewa karena tidak ada bumbu. Akan sangat enak lagi kalau aku bisa memakannya dengan saus yakiniku.

Ah, hanya memikirkannya saja aku sudah mengeluarkan air liur.

Sambil melihat bahan-bahan di gudang, aku hanya bisa menghela napas…

…Aku berharap aku bisa memesan bumbu dari Jepang…

[Skill: Inter-Dimensional Logistics Level 10 telah diaktifkan]

Apa itu mungkin?!

Skill kacauku benar-benar cheat.

Seiring dengan fenomena pencahayaan misterius, sebuah altar bersamaan dengan kotak persembahan muncul di gudang.

Jangan lupa terus kunjungi dan baca lagi dan lagi hanya di lightnovelku.my.id

“Apa ini? Kenapa ada altar gaya Jepang di sini…?”

(Aku dewa panen—Dewa Pertanian).

Sebuah suara bergema di kepalaku.

“Eh…?”

(Kau bisa bicara denganku karena kau adalah master pertanian. Ini juga takdir. Silakan buat kehidupan bertanimu lebih baik—ini keberuntunganmu.)

Menakjubkan.

Aku tidak tahu apa artinya ini.

Tapi kenapa dewa panen keluar karena skill logistics?

(Wajar jika kau ragu)

Apa dia membaca pikiranku? Dewa memang hebat.

(Namun, sebagai dewa, aku bisa membiarkanmu mengolah tanaman dengan kualitas terbaik— tapi itu bukan satu-satunya manfaat yang kau dapatkan. Dengan itu, kau akan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Namun, aku tidak ingin kau berhenti bertani.)

Aku tak mengerti apa yang dia coba katakan tapi, mungkinkah sayuranku berbahaya?

“Untuk saat ini, yang aku inginkan hanyalah bumbu.”

(Umu. Kalau kau ingin makanan hasil panen yang nikmat, itu adalah wewenangku. Aku tak keberatan jika bahan yang kau inginkan harus diambil dari duniamu sebelumnya.)

Oh, seriusan, Inter-Dimensional Logistics adalah skill cheat.

“Jadi, bagaimana aku bisa mendapatkannya?”

(Tunggu sebentar….fuhnn!)

…Itu katalog kado yang bisa kau dapatkan di pesta pernikahan, kan?

Sekarang, ada satu katalog yang seperti itu di depanku.

(Buka katalognya.)

Aku pun membuka katalognya.

Lalu, aku mencari saus yakiniku yang merupakan bumbu penyedap.

—Harga: sesuai dengan yang tertulis, 278 yen.

“Anda ingin uang?”

(Itulah kenapa ada kotak persembahan di sana. Baru-baru ini, petani yang memujaku, Sang Dewa Panen ini…. sedang menurun. Karena itu, aku kehabisan uang.)

Tl/note: bisa gitu yak

“Yah, Dewa juga membutuhkan uang, ya.”

Melihat bagian kanan bawah sampul katalog, ada saldo digital yang tertulis 0 yen.

(Jika kau memasukkan mata uang dunia ini ke dalam kotak persembahan, aku akan secara otomatis mengubahnya menjadi yen Jepang.)

Meskipun dia mngatakan itu, aku tidak punya uang.

Aku menuju ke rumah utama sambil memikirkan apa yang harus kulakukan.

“Sonja? Apa kau punya uang?”

Begitu aku keluar dari gudang, aku berbicara dengan Sonja yang sedang bersantai di gubuk.

Maksudku, dia pada dasarnya tidak bekerja. Seperti ratu, semua pekerjaannya dilakukan dengan menugaskannya ke kelinci yang lain.

“Ya? Kami tidak memiliki budaya berdagang atau jual beli tapi… aku punya sekantong koin emas yang diambil dari mayat petualang manusia. Mereka berkilauan dan cantik, lho♪”

Sonja mengeluarkan tas besar dari kopernya dan menyerahkannya padaku.

Saat aku melihatnya, ada lebih dari seratus koin emas, dan itu cukup berat hingga aku harus mengerahkan banyak tenaga.

“Fufufu. Aku akan memberikannya padamu untuk satu wortel.”

“Rasa nilai uangmu luar biasa.”

Yah, kurasa koin emas tidak berharga untuk kelinci yang pada dasarnya sepenuhnya tinggal di hutan.

Lalu, aku kembali ke gudang, membawa sekeping koin emas, dan memasukkannya ke dalam kotak persembahan. Tentu saja, aku juga tak lupa untuk menyatukan tangan dan membungkuk.

Saat aku melihat saldo digital di sampul katalog, saldonya adalah satu yen.

“Seriusan?!”

Aku tidak tahu tapi, aku yakin jika aku menguangkan ini di Jepang, itu akan menjadi puluhan ribu yen, kan?

(Begitulah cara kerjanya.)

“Tidak, meskipun anda bilang begitu.”

(Itulah kenapa aku kehabisan uang. Saat orang berdoa pada dewa bisnis atau dewa kelahiran— aku tidak bisa kalau tidak iri pada mereka!)

Yah, sepertinya para dewa lain menerima ribuan hanya dalam satu persembahan doa.

“Tapi, bukannya ini sedikit berlebihan?”

(Aku butuh usaha keras untuk menemukan bebek— kau harus menghasilkan untukku!)

“Aku bebek?!”

(Meskipun kubilang kalau aku akan membuat hidupmu jadi lebih baik, pastikan kau mempersembahkan uang.)

“Bisa tidak bicaranya nggak usah ceplas-ceplos?!”

Rupanya, pria ini termasuk kejam jika berbicara tentang uang.

Yah, itu adalah skill dewa yang mengangkut barang dari dimensi lain sehingga sama berharganya dengan ribuan emas.

Meskipun menggunakan akal sehatku sebagai manusia modern, meskipun dengan harga murahan, itu adalah harga yang wajar untuk sesuatu yang datang dari dunia yang lain.

(Kalau begitu, mari kita bekerja sama mulai sekarang.)

“Ya ya, tolong jaga aku mulai sekarang.”

Untuk saat ini, aku mempersembahkan 325 koin emas yang kuterima saat Sonja membawa wortel dariku. Saldoku sekarang adalah 325 yen.

Dan kemudian aku—

“Akhirnya aku mendapatkan saus yakiniku yang sudah lama kutunggu-tunggu!”

Asap tiba-tiba muncul di depanku….saat asapnya hilang, sudah ada saus yakiniku di depanku.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset