Yuru Fuwa Noka No Mojibake Skill Novel Bahasa Indonesia Chapter 3

Beastman Kelinci Makan Wortel di Paha (1)

Yuru Fuwa Noka No Mojibake Skill

TL: lightnovelku.my.id

🌻 🌻 🌻

Dalam beberapa jam, aku mengolah ladang sekitar 10 meter persegi, kemudian duduk dan menyucupkan mulutku ke botol air.

“…Aku lapar.”

dukung klik iklan

Hampir semua makanan yang aku miliki sudah habis. Yah, sebenarnya aku masih menyisakan kari padat sebagai makanan terakhirku. Aku pernah dengar bahwa makanan yang hambar bisa diatasi dengan kari, dan mungkin itulah satu-satunya pilihan terakhir untuk menjadikannya bumbu.

Aku mencari makanan di sekitar tempat ini, tapi hanya ada ular.

“Tapi aku benar-benar lapar.”

Lalu, aku menyuapkan cokelat ke dalam mulutku yang sebenarnya adalah camilan terakhir yang aku punya. Sekarang yang aku inginkan adalah tauge dan wortel, yang entah kapan bisa dipanen.

“Cuma ada ular…”

Melihat ular yang kulihat di bebatuan, aku menghela napas dalam-dalam. Setidaknya aku harus makan…

Dan kemudian aku tersentak, “Oh….”

__Ngomong-ngomong, ular juga bisa dimakan, kan?

Yang pasti, rasa daging ular itu seperti protein burung…

Kemudian aku mengeluarkan smartphone-ku dan cepat-cepat mulai mencari informasinya di internet.

“Jadi begitu.”

Ular yang aku lihat dalam jumlah besar di sini mungkin bisa dimakan, dan ular itu sangat mirip dengan apa yang disebut ular belang di Jepang.

“Selanjutnya, cara menangkap ular…”

Kemudian, selama beberapa menit, aku menjelajahi internet dan berkata pada diriku sendiri, “Hei, yang benar saja….”

Rupanya, ular akan berkumpul jika aku membakar rambutku.

Tapi kenapa harus rambut? Pertanyaan itu memenuhi kepalaku, tapi setelah menyelidiki alasannya, pertanyaan itu terpecahkan.

Suara rambut yang terbakar seperti suara ular yang sedang kawin.

Nah, begitulah, aku mengeluarkan pisau dan mulai memotong rambutku yang telah tumbuh panjang. Tidak, kurasa ini memang seperti sedang potong rambut.

Lalu, dengan rambutku yang kutaruh di kantong plastik, aku mulai berjalan menuju daerah berbatu yang ditinggali ular.

Dan saat aku melihat ke ladang—

“Tunasnya sudah tumbuh…”

Sudah kurang dari setengah hari … dan aku baru menyadari kehebatan skill cheat pertanian itu.

―Ngomong-ngomong, aku berhasil menangkap dua ular.

☆★☆★☆★

Siang hari berikutnya—

“Sepertinya tauge sudah bisa dimakan… ayo masak makan siang dengan ular.”

Tauge bisa dimakan setelah sehari. Maksudku, kecepatan kultivasi itu tidaklah normal. Selain itu, rasa ularnya seperti ayam, jadi akan lebih enak jika dimasukkan ke dalam panci.

Aku pun merebus air, menuangkan tauge yang sudah dipanen, daging ular, garam, dan merica.

Nah, mari kita cicipi.

Rasanya hambar, jadi aku menambahkan lebih banyak garam dan merica sebelum kuah panasnya mendingin. Aku merasa seperti sedang makan sup burung yang dibumbui dengan garam dan merica. Dan lagi, taugenya super renyah dan rasanya sangat enak.

“Kalau tauge saja bisa seenak ini… aku juga mau makan wortel.”

Saat aku berada di kantong tidurku di dalam gua, aku tertidur sambil memikirkan sayuran apa yang akan kutanam.

 

—Hand riding rabbit

 

Kemudian keesokan harinya.

“Aku harus bisa makan wortel hari ini.”

Hari ini, aku akan memasak ular dengan tauge dan wortel. Garam dan mericaku sudah hampir habis. Jika tidak ada bumbu, rasanya akan hambar meskipun aku merebusnya atau memanggangnya. Aku makan hanya untuk tujuan nutrisi…

Yah, syukuri saja bahwa aku bisa makan sesuatu.

Aku menyuapkan wortel ke mulutku. Ini akan menjadi makanan nyata pertamaku.

“Wahh, manis banget.”

Wortel rebus ternyata lebih manis dan memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Karena itulah mungkin aku bisa mendapatkan gula jika aku memprosesnya.

Adapun tauge, taugenya juga renyah dan enak seperti biasanya. Sementara aku terkesan dengan kelezatan sayuran cheatku, hewan kecil muncul di hadapanku.

—Hewan kecil… atau mungkin kurcaci.

Tingginya sekitar dari ujung jari tengah sampai ke bagian bawah telapak tangan orang dewasa. Dari segi angka, mungkin sekitar 15 hingga 20 cm? Pakaian yang dipakainya pun mirip dengan apa yang dikenakan kurcaci dan peri dalam buku gambar, dan dia juga memiliki telinga kelinci, rambut perak sepinggang, mata biru, dan wajah khas Barat.

“…Hebat… Ini benar-benar dunia fantasi.”

Sampai sekarang, aku hanya melihat monster, tapi ini adalah fantasi yang imut. Ini fantasi yang adil sejak saat aku diteleportasi ke dunia ini… Itulah yang aku pikirkan dengan sungguh-sungguh.

Aku dan kelinci kerdil itu saling menatap.

“A-a-a-a! Aku bukan kelinci jahat yang mencuri wortel!”

Dia melambaikan tangannya sedikit dan menggelengkan kepalanya, itu gerakan yang lucu dan imut.

“Yah, kurasa kau tidak akan mencuri … tapi kau ingin wortel, kan?”

Kelinci itu mengangguk kuat berkali-kali seolah dia ingin menunjukkan bahwa dia mendengarkanku.

“Kami adalah ras kelinci yang tinggal di hutan. Orang-orang dewasa memanggil kami hand ridding rabbit♪”

“Hand ridding rabbit… Jadi?”

“Hand ridding rabbit melakukan ritual saat mereka dewasa♪”

“Ritual?”

“Melakukan perjalanan sendirian… Aku akan diakui sebagai orang dewasa dengan membawa harta karun ke sarang. Dengan kata lain, aku harus membawa pulang wortel yang bagus ke desa♪”

Jadi begitu.

Untuk saat ini, wortel adalah barang yang berharga di antara makhluk-makhluk ini. Tapi apa maksudnya menganggap sesuatu seperti wortel sebagai harta karun? Berpikir sejauh ini, aku hanya mengangguk, “Oh…”.

Yah, mungkin dia belum pernah dengar tentang wortel yang tumbuh di alam liar.

“Begitu ya. Aku mengerti situasinya. Lalu, apa yang terjadi?”

Saat aku melihatnya, dia melihat seikat wortel yang telah aku sisihkan … Ketika dia melihat wortel yang baru saja aku panen, kelinci itu tak dapat menahan air matanya.

“…”

“…”

Telinga dan ekornya berkibas, dan hand riding rabbit itu menatap wortel.

“Uwaah… aku belum pernah melihat wortel yang seperti itu…”

Jangan lupa kunjungi dan baca lagi di lightnovelku.my.id

Aku meletakkan sisa wortel rebus di depannya.

Hidungnya bergerak saat dia mencium aroma wortel rebus, mengeluarkan banyak air liur dan sekarang terlihat seperti air terjun.

“Kau boleh memakannya.”

Pada saat yang sama aku mengatakan itu, dia mulai makan secepat kilat. Begitu dia menggigitnya, hand riding rabbit itu membuka matanya lebar-lebar.

“E-e-e-e-e-enaknyaaa! Ini pertama kalinya aku makan wortel yang seperti ini! Maniisss! Enaakk!”

Yah, wortel itu memang cukup manis sehingga aku berpikir untuk membuat gula darinya. Sejujurnya aku juga ​​terkejut dengan wortel ini.

Setelah makan wortel rebus, hand riding rabbit mengalihkan pandangannya ke seikat wortel yang aku sisihkan lagi.

“…Seandainya aku bisa membawa pulang wortel yang enak itu… aku bisa kembali ke sarang dengan penuh kemenangan sebagai pahlawan.”

Kelinci itu mengatakannya dengan mata serakah.

“Kau mau bawa beberapa?”

“Eh?”

Si kelinci membuka matanya lebar-lebar seolah dia baru saja mendengar sesuatu yang tidak dapat dipercaya.

“Kau mau berbagi harta yang spesial itu…? Kau yakin mau membaginya dan bukan sisanya?”

Sepertinya wortel diperlakukan sebagai barang langka oleh ras mereka.

“Jadi, apa kau mau mengambilnya?”

Hand riding rabbit itu mengangguk berulang kali.

Gerakan ekornya sangat lucu. Dan begitulah, dia membawa tiga wortel yang kuikat dengan tanaman rambat. Dia kembali ke sarangnya dengan senyum lebar.

☆★☆★☆★

Malam ini, aku bingung.

—Entahlah, aku hanya tidak bisa menangkap seekor ular pun.

Apa rambutku masih kurang untuk pancingan?

Bagaimanapun, tidak ada ular yang berani datang padaku. Aku tak berpikir aku bisa bertahan hanya dengan tauge dan wortel selamanya. Aku sangat membutuhkan protein.

“Sekarang, aku harus apa…”

Katanya tahu kaya akan protein dan dapat dijadikan sebagai alternatif protein hewani.

Apa aku harus mulai menanam kacang-kacangan supaya aku bisa memakannya sesegera mungkin?

Aku sedang makan wortel rebus sambil memikirkan apa yang harus kulakukan selanjutnya—

“Eh?”

Sepuluh hand riding rabbit melompat keluar dari semak-semak.

“Halo orang besar♪”

“Kenapa kau—?”

“Apa orang besar itu yang memberimu wortel?”

“Wortel?”

“Wortel manis?”

Sepuluh hand riding rabbit itu, semuanya memiliki wajah yang sama-sama cantik.

Aku benar-benar kehilangan kata.

“Apa itu… babi hutan?” tanyaku.

Kelinci-kelinci itu datang ke arahku sambil menarik kawat, dan aku tak pernah menduga bahwa apa yang mereka seret menggunakan kawat itu adalah sesuatu yang luar biasa.

Mari kita asumsikan jaraknya sekitar puluhan kilometer… Seberapa kuat mereka untuk menyeret seekor babi hutan yang beratnya kurang lebih 100 kg itu?

Mereka sangat kuat, bertentangan dengan penampilan mereka.

“Apa itu babi hutan?”

“Ini sebagai ucapan terima kasih♪”

“Sebagai ucapan terima kasih atas wortel manisnya♪”

“Jadi, kau memberiku ini sebagai ucapan terima kasih atas wortel itu?”

“Benar. Ini sebagai ganti wortelnya♪”

Ah, jadi mereka ingin barter.

“Tapi, gimana cara kalian menangkap babi hutan itu…?”

Hand riding rabbit membusungkan dada kurus mereka dan meletakkan tangan mereka di atasnya.

“Kami adalah pemburu.”

Telinga mereka mencuat. Makhluk-makhluk ini sungguh menggemaskan.

Tidak, maksudku, malam ini gelap, jadi aku tak bisa melihatnya dengan jelas tapi… sekitar setengah dari mereka dipersenjatai dengan tombak kecil. Babi hutan ini mungkin merupakan buruan langka bagi mereka.

“Eh? Bukannya kau herbivora? Bukannya itu alasan kenapa kau meminta wortel…”

“Wortel adalah barang mewah. Pada dasarnya, kami adalah karnivora.”

Begitu ya, sepertinya kelinci di dunia ini adalah omnivora. Maksudku, kelinci karnivora itu terdengar mengerikan.

“Itulah kenapa kami akan tinggal di sini. Mulai sekarang, kami akan menukar babi hutan dengan wortel.”

Dan begitulah, jumlah orang yang tinggal bersamaku pun meningkat.

Yang terpenting, masalah protein hewaniku jadi bisa teratasi.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset