Yuru Fuwa Noka No Mojibake Skill Novel Bahasa Indonesia – Chapter 1

Ditinggal oleh Kelompok Pahlawan

Diterjemah langsung oleh lightnovelku.my.id

Selain web tsb sudah dipastikan cuma web mirror/suka nyomot. Ga minta lebih, bacalah di tempat yg garap. Arigatou gozaimashita.

yuru-fuwa-lightnonelku

-Prolog- Memanggil Seorang Petani di Dunia Lain-

 

dukung klik iklan

Namaku Hirayama Tatsuya, 29 tahun. Seorang karyawan yang mendekati usia 30-an yang bekerja di Black Company.

Jadi… sepertinya aku telah terjebak ke dalam sesuatu yang disebut “transfer di dunia lain”.

Pada hari liburku, aku pergi mendaki gunung karena itu adalah hobiku. Saat aku sedang berjalan di kota dalam perjalanan pulang, lingkaran sihir tiba-tiba muncul di tanah sebelum aku sempat menyadarinya…

“Oh, salam, pahlawan legendaris.”

Setelah mendengar kata-kata itu, aku perhatikan bahwa aku sudah bertemu dengan seorang raja di singgasananya.

Ada perabot mewah yang berjejer di sepanjang karpet merah yang panjang dan halus, dan ada banyak tentara yang mengenakan baju besi berdiri di dekat dinding.

Melihat ke sekeliling, aku melihat rambut coklat dan pirang …. ada sekelompok lelaki dan perempuan yang mengenakan blazer anak sekolah menengah, tapi mereka terlihat seperti preman sekolah.

Yah, orang-orang ini mungkin berada dalam situasi yang sama denganku.

“Di mana ini?”

Seorang pirang dengan gigi ompong, yang tampaknya adalah pemimpin kelompok anak berandalan itu, bertanya pada raja.

“Ini adalah Kerajaan Iris… Aku sang Raja. Dunia ini dalam bahaya serius.”

Menurut raja, monster yang kuat muncul setiap 100 tahun di dunia ini. Setiap kali itu terjadi, tanah dan kota-kota diporakporandakan dan semua tempat menerima pukulan yang menghancurkan dari para monster itu.

Dikatakan bahwa monster yang membanjiri tempat-tempat itu sangat kuat.

Sepertinya para ksatria di dunia ini dan guild petualang tak cukup mampu untuk menghadapi mereka, sehingga mereka biasanya melawannya dengan memanggil pahlawan.

Pahlawan yang datang dari Bumi akan menerima skill yang sangat kuat tanpa terkecuali, dan dia mengatakan bahwa pahlawan bisa menggunakan kekuatan yang luar biasa.

“Ini skill plate. Skill yang kalian miliki akan tertulis di sana.”

Raja membagikan sebuah kartu bersinar perak putih berukuran 5cm x 10cm. Ada 6 lembar. Satu untukku dan lima untuk kelompok berandalan itu.

“Oohh! Aku tidak tahu apa ini, tapi yang tertulis di kartuku adalah Hero’s Thunderbolt!”

Si pirang ompong, yang sepertinya adalah pemimpin mereka, berteriak dengan gembira.

“Fumu. Tuan ini …. mirip dengan pahlawan legendaris. Itu adalah cheat skill dimana setiap serangan pahlawan memiliki kekuatan petir.”

“Kalau aku, yang tertulis di sini adalah Sage’s Enlightenment!”

Kali ini, berandalan berambut coklat panjang yang berteriak.

“Itu adalah skill yang membuatmu menguasai sihir ofensif dan penyembuhan dari tingkat pemula hingga menengah. Jika kau berlatih, kau akan bisa menggunakan semua sihir yang ada …. Tidak, kau bahkan bisa menggunakan sihir maksimum asli.”

“Punyaku Saintess’s Gospel!”

“Punyaku the War God’s Fist!”

Saat ini, semua orang membicarakan tentang cheat skill mereka.

Kalau begitu, skill plate-ku adalah… oi oi, yang benar saja?

“Oi, pak tua yang pakai ransel di sana, apa yang tertulis di skill plate-mu?”

Pak tua? …. Siapa yang dimaksud si pirang ompong ini? Aku hanya sepuluh tahun lebih tua darimu.

Jadi, pandangan semua orang terfokus padaku.

“Ah, skill-ku adalah —Crop Cultivation.”

Kemudian, semua orang membeku.

“Eh…? Coba ucapkan lagi.”

“Skill-ku adalah bercocok tanam. Dan ada juga tertulis pengelolaan alat pertanian.”

“…Eeh?”

Pembekuan semua orang terus berlanjut.

Tidak, biarpun bereaksi seperti itu, hanya skill bertani yang tertulis di sini. Dan ada juga skill tidak jelas lainnya seperti [Tembikar, wadah penyimpanan].

Setelah pembekuan singkat—

“Gahaha… hahahahaha!! Oi oi, kita dipanggil ke dunia ini untuk bertarung, dan job-mu malah petani!”

“Hyahaha… uwahahahaha!! Oi oi, yang benar saja?! Ini tuh pemanggilan pahlawan, bukan pemanggilan petani. Ada-ada saja, lucu banget.”

“Aku bisa gila ketawa terus! Petani bertarung… wahahaha!”

Kelompok berandalan itu menertawakanku dan menunjuk-nunjuk ke arahku. Mereka benar-benar bajingan idiot.

Itu bukan cara yang tepat untuk memperlakukan seseorang yang lebih tua darimu yang baru kau temui untuk pertama kalinya!

Raja pun terbatuk.

“Kalau begitu, aku minta kalian para Lord untuk pergi menuju ke ibukota kekaisaran. Di sana, kalian akan dilatih untuk menghadapi bencana monster karena distorsi dimensional.”

 

—Malam berikutnya.

Kami berkemah di hutan yang luas. Butuh satu setengah hari berjalan di hutan ke ibukota kekaisaran.

Untuk arahnya, kami punya kompas ajaib. Menurut apa yang diperintahkan pada kami, kami hanya perlu berjalan ke arah yang dituju.

Hutan ini sebenarnya adalah semacam dungeon. Menurut apa yang diberitahukan pada kami, itu adalah sarang monster yang sangat kuat.

Tampaknya, ini adalah tempat berbahaya yang disebut hutan tanpa harapan*. (*Tidak bisa kembali pulang).

Saat ini, kami bisa berjalan dengan santai begini berkat seorang pendeta ternama yang memberikan kami jimat sebelum meninggalkan kerajaan.

Menurutnya, selama 48 jam ke depan, kami tidak akan bertemu monster kecuali kami memancingnya sendiri.

Ngomong-ngomong, aku hanya memiliki skill pertanian, jadi sepertinya aku dibenci oleh kelompok pahlawan itu. Tidak ada yang mau bicara padaku.

Aku tak bisa menahan kantuk, jadi aku membungkus diriku dengan kantong tidur di tempat yang agak jauh dari tempat mereka berkemah …. Aku tertidur hari itu.

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

“Pak tua itu sepertinya sudah tidur,” kata seorang pria ompong sambil memeriksa keadaan Tatsuya.

“Jadi apa yang mau kau lakukan, Miyamoto? Kau sedang memikirkan tentang seratus koin emas tiap orang, kan?” tanya seorang gadis pirang ber-rok mini sambil mengangkat bahunya dengan lelah.

“Yah, aku sedang berpikir kenapa kita harus membagikan uang secara adil dengan lelaki tua yang tidak berguna itu. Kita harus mencari peralatan pahlawan setelah pelatihan.”

“Ya. Setiap penerima transfer bisa menggunakan peralatan itu, kan?”

“Kita bicara tentang peralatan dengan kinerja luar biasa yang secara signifikan bisa meningkatkan tingkat kelangsungan hidup kita. Kalau kita bisa menemukan peralatan itu, kita juga harus membaginya dengan lelaki tua itu, kan.”

Kemudian, gadis pirang dengan rok mini membungkam suaranya sambil memperhatikan Tatsuya yang sedang tidur.

“…Pria tua ini cuma jadi penghalang, kan? Seperti yang diberitahukan pada kita, sejauh ini ada banyak penerima transfer yang tewas, kan?”

“Ya,” kata si pirang ompong.

“Ini bukan game. Hidup dan mati nyata di sini. Dan karena kita berteman, membagi sesuatu secara adil adalah hal yang wajar. Tapi, pria ini berbeda.”

“Dan dia petani yang tidak berguna.”

Bagus…, si pirang ompong mengangguk.

“Semuanya, gimana kalau kita pergi saat pak tua ini sedang tidur?”

Kemudian, seorang gadis dengan rambut hitam gagak sebahu bergumam.

“Tidak, tapi… itu…”

“Hm? Ada apa Mayu?”

“Ini adalah sarang monster tingkat tinggi dan efek jimatnya hanya 48 jam, kan? Hanya ada satu kompas, dan meskipun monster tidak menyerangnya…”

Si pirang ompong membuat ekspresi tertegun sambil berkata, “Hah?”

“Lalu, apa kau mau membawa pria tua itu? Apa kau mau memberikan persediaan kita padanya? Apa kau mau mengurangi tingkat kelangsungan hidup kita? Meski kau cuma bercanda, ini sudah nggak lucu lagi, tahu?”

“Tidak, kurasa kau benar…”

“Ngerti, kan? Akan terkesan jahat kalau kita membunuhnya secara langsung, tapi dia tetap saja bisa jadi penghalang buat kita, jadi … tinggalkan saja dia.”

“Itu sama saja dengan membunuhnya secara langsung…”

“Pertama, pria tua itu … bukan pahlawan, tapi seorang petani, kan? Dia cuma sampah yang rasnya berbeda dari kita.”

Mendengar kata-kata itu, gadis berambut hitam itu memikirkan sesuatu dan mengalihkan pandangannya ke arah kantong tidur Tatsuya.

“…Maafkan aku… paman…”

Kemudian, si pirang ompong mengangguk puas.

“Oke, ayo ambil semua air dan makanan… kita akan pindah. Semuanya bakal sia-sia kalau kita menyerahkannya pada pak tua itu.”

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

Pagi selanjutnya.

Aku terbangun saat matahari terbit dan kehilangan kata-kata.

“Mereka … benar-benar melakukannya, ya.”

Tempat dimana para siswa sekolah menengah itu berkemah telah kosong. Dan air, makanan, serta uang yang telah diberikan oleh raja… semuanya hilang.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset