Renkinjutsu-shidesu Jichou Wa Gomibako Ni Sutete Kimashita Novel Bahasa Indonesia Chapter 4

Pembuatan Ramuan

Renkinjutsu-shidesu Jichou Wa Gomibako TL by Light Novelku

***

Aku akan membuat ramuan.”

Reis membuat pernyataan keras dengan wajah seriusnya. Laffy dan Sylvia yang mendengar keputusannya menjadi bertanya-tanya.

Sekarang adalah pagi hari setelah Reis bertemu dengan Laffy. Reis mengatakan keputusannya setelah selesai sarapan.

dukung klik iklan

“Kenapa tiba-tiba sekali?”

“Yah, kemarin kau menghentikanku untuk menjual Elixir-ku. Itu sebabnya aku berpikir akan membuat beberapa ramuan dengan efek yang sedikit lebih rendah.”

“Ah, begitu ya.”

Membuat banyak Elixir saja jelas terlihat merepotkan, apalagi menjualnya. Laffy berpikir itu harus dihindari, jadi dia sangat lega begitu mendengar ide Reis.

Tidak ada salahnya menjual ramuan biasa. Dia telah menunjukkan empat Elixir sekali, jadi dia merasa dicap aneh sekarang.

“Untuk saat ini, aku ingin membuat ramuan di rumah ini … apa tidak apa-apa?”

“Ah, iya, tidak apa-apa.”

“Oh, terima kasih.”

Membuat ramuan di jalanan sangat merepotkan, lega rasanya telah mendapatkan izin.

“Berapa lama untuk membuatnya?” tanya Sylvia.

Pertanyaan yang umum. Waktu yang diperlukan untuk membuat ramuan berbeda-beda tergantung pada efeknya, tapi umumnya setidaknya membutuhkan waktu satu jam untuk membuat satu botol.

Laffy yang memiliki sedikit ilmu alkimia menunggu jawaban Reis meski merasa tak nyaman.

“Yah, kalau ramuan tingkat menengah, butuh sekitar beberapa detik atau lebih, mungkin?”

“Sylvia, jangan salah paham. Reis memang nggak normal. Biasanya butuh waktu lebih dari satu jam.”

Berbeda dengan ekspresi kaku Laffy, Sylvia yang bermata bulat justru tersenyum senang.

“Fufu, seperti yang kudengar dari kakak, kau itu unik, ya.”

“Aku nggak merasa begitu, kok.”

Dengan senyum pahit Reis membuka tasnya, mengeluarkan bahan dan peralatannya, dan bersiap untuk membuat ramuan.

Mungkin itu pemandangan yang tidak biasa bagi Laffy dan Sylvia, mereka menyaksikan keterampilan Reis dengan penuh minat.

“Kalau kau tak keberatan, apa kami boleh melihatnya?”

“Ya, tak masalah.”

Tangan terlatih Reis menyiapkan berbagai peralatan di depan sepasang kakak beradik yang menontonnya diam-diam. Merasa sedikit malu, Reis memulai pembuatan ramuannya.

“[Extraction], [Purification], [Fixed Ingredients], [Sublimation].”

“……”

Mantra alkimia diaktifkan terus menerus.

Laffy dan Sylvia diam-diam menatap pemandangan di depan mereka.

Pemandangan tanaman obat yang berubah menjadi cairan, kotoran dihilangkan, dan cairan dibungkus dengan cahaya redup dan berubah menjadi merah.

Itu hanya terjadi sesaat. Pekerjaan alkimia yang dilihat kakak beradik untuk pertama kalinya ini sudah selesai.

Namun, bagi orang yang melakukannya terkesan biasa saja. Bagi Reis, alkimia hanyalah bagian dari kehidupannya sehari-hari dan menjadi suatu kebiasaan.

Itu sebabnya dia tak tahu berapa nilai harganya.

“Yosh.”

Ramuan yang sudah jadi dia tuangkan ke dalam botol. Reis melihatnya dengan puas.

“[Analyze].”

Reis mengaktifkan sihir alkimianya lagi. Ini digunakan untuk memeriksa kualitas tumbuhan, komponen bijih, atau ramuan.

“Apa itu ramuan tingkat lanjut?”

Keampuhannya berhasil diuji. Setelah itu, jika dia terus membuatnya seperti ini, dia tak perlu mengkhawatirkan uang untuk sementara waktu.

Ketika Reis menghela nafas lega, kedua kakak beradik yang terkagum-kagum oleh alkimianya itu akhirnya tersadar.

“Sekarang aku jadi mengerti apa yang kakak maksud.”

Sylvia membuat senyum pahit saat melihat dengan mata kepalanya sendiri atas ketidaknormalan Reis. Meski dia sendiri memiliki sedikit pengetahuan tentang alkimia.

Laffy yang sudah menyerah pada saat ini memandang Reis dengan tawa yang dipaksakan.

“Ha ha ha……”

Melihat reaksi keduanya, senyum canggung terbentuk di wajah Reis. Namun, tangannya tak berhenti untuk membuat ramuan satu per satu.

***

“Ah, Laffy-san!”

Yang memanggil Laffy adalah resepsionis guild, Amelia. Reis berdiri di samping Laffy dengan tas kecilnya yang menggelembung. Mereka datang ke guild petualang untuk menjual ramuan yang sudah jadi.

“Maaf karena kemarin tiba-tiba pergi begitu saja.”

“Tidak apa-apa, tapi…..”

Amelia melirik Reis sekilas. Sembilan dari 10, dia berpikir tentang elixir yang diperlihatkannya sehari sebelumnya.

“Maaf mengejutkanmu seperti itu kemarin, hari ini kami menjual sesuatu yang lain.”

“Sesuatu yang lain?”

Reis mengeluarkan beberapa botol ramuan dan mulai menyusunnya di meja resepsionis. Totalnya ada 15 botol.

“Ramuan tingkat lanjut, ya…”

Amelia menatap mereka dengan curiga. Sepertinya dia sebenarnya masih memikirkan tentang hari sebelumnya. Empat elixir dikeluarkan tepat di depan matanya, jadi menurutnya itu tidak masuk akal.

“Um, jadi … maukah kau membelinya?”

Reis bertanya dengan takut-takut. Jika dia tidak bisa menjual ramuannya, dia akan tetap miskin tanpa batas waktu. Setidaknya itu adalah sesuatu yang harus dia hindari, karena dia tidak bisa membiarkan Laffy merawatnya selamanya.

“Eh, tidak apa-apa. Tapi, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal tentang kemarin.”

Mata Amelia yang curiga berubah menjadi tatapan yang diarahkan ke mata Reis.

“Ahaha….”

Reis mencoba untuk menertawakannya, tapi tampaknya Amelia tidak akan terlalu tertipu. Bagaimanapun, dia telah pergi duluan di hari sebelumnya tanpa mengatakan apa pun.

“Yah, kita bahas saja lain kali.”

Atas perkataan Laffy dan senyum pahit yang tak terbendung, Amelia memutuskan untuk membatalkan pertanyaannya dan mulai menghitung harga beli barang tersebut.

“Dengan menghargai dua koin perak per ramuan, totalnya akan menjadi tiga koin emas. Apa tidak apa-apa?”

“Itu sangat banyak, kan?”

Mendengar harganya, Reis terkejut betapa tingginya harganya. Satu koin emas bernilai sepuluh koin perak, dan satu koin perak cukup untuk hidup selama seminggu. Ramuan itu bernilai tiga kali lipat.

Meskipun begitu, biaya bahan yang digunakan untuk membuat ramuan itu perlu dikurangi sehingga pendapatan sebenarnya akan lebih kecil dari itu. Tapi itu masih cukup untuk menutupi biaya hidup seseorang.

“Akhir-akhir ini, karena kemunculan monster yang terus-menerus, para petualang telah membeli semua ramuan yang menyebabkan kami kekurangan stok. Waktunya terlalu tepat.”

“Hmm, benarkah?”

Reis beruntung. Tidak ada masalah dengan mendapatkan lebih banyak uang.

Selain itu, itu pertanda baik untuk masa depan. Selama dia bisa mendapatkan bahan alkimia secara teratur, dia akan bisa menjalani kehidupan yang stabil.

“Ini sepertinya cukup untuk hidup mandiri…”

Sungguh melegakan bagi seorang pria karena dapat menghindari kehidupan di bawah asuhan gadis-gadis muda.

“Ini.”

“Terima kasih banyak.”

Reis menerima tiga koin emas dari Amelia. Saat ini Reis telah mencapai tujuannya untuk hari itu.

“Baiklah, masalah uang sekarang aman. Aku harus menyewa kamar hari ini.”

“Entah bagaimana hasilnya cukup bagus. Sekarang, setelah sekian lama, aku harus menerima quest.”

Sambil berkata begitu, Laffy pergi ke depan papan buletin tempat quest ditempelkan. Mengikuti di belakangnya, Reis juga melihat quest di papan itu.

“Koleksi ramuan, penaklukan monster, membantu berbagai pekerjaan di sekitar kota …… ada cukup banyak quest, ya.”

“Hmm? Ah, meski mereka disebut petualang, tidak semua quest ditujukan untuk bertarung. Beberapa di antaranya untuk pembuatan ramuan, dan kalau kau bisa menjadi terkenal, kau bisa mendapatkan quest nominasi.”

Setelah mengatakan itu, Laffy melirik Reis.

“Hm….”

Matanya berbinar penuh minat, dan senyum melayang di wajahnya.

Melihat wajah itu, “Mungkin akan lebih baik kalau aku tidak mengatakan itu,” katanya menyesal.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset