Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 29.1

Vol 2 - [Dungeon]: Kebohongan dan Kebenaran

TL by Light Novelku

Jangan lupa react & komen

***

Lhoh? Master! Anda Master, kan? Ngg? Sudah selesai ngomongnya?”

Aku bingung dengan perkataan iblis itu. Dan aku terdiam tanpa sengaja.

dukung klik iklan

Master─? Apa maksudnya coba.

……

Ah…

“Kau! Jangan-jangan…”

“Hei, Master? Bisa tutup dulu nggak pintunya?”

“Eh? … Ah, iya.”

Saat aku perhatikan, aku mencoba membuat kesimpulan, namun iblis itu keburu menyela kata-kataku.

Aku pun menutup pintunya seperti yang dia perintahkan.

Haruskah tadi aku mengetuk dulu pintunya? Tidak, aku tak pernah berpikir kalau ada iblis semacam itu di dalam toilet. Aku penasaran apa sebenarnya dia itu… aku kehabisan kata-kata. Aku telah berjalan dengan perasaan yang begitu tegang sejauh ini. Namun, perasaan itu telah terurai dalam sekejap.

“Tunggu saja di ruang tamu.”

Kemudian, suara itu terdengar lagi dari dalam.

“Oh… oke.”

Aku berbalik dan berjalan kembali ke ruang tamu. Sementara mereka bertiga mencubit hidung mereka dengan ekspresi jijik.

“Hei? … Itu siapa?”

Toa menunjukkan rasa jijiknya. Tentu saja, saat aku membuka pintu toilet, ada bau yang menurutku tak bisa kujelaskan lagi di dunia ini.

“Dia pria kotor,” kata Nem sambil menggeleng-geleng.

Sufilia mau tak mau ikut tersenyum dan mencoba untuk tak terlibat dalam obrolan ini.

“Aku tahu maksudmu, untuk sementara ini kita tunggu saja di ruang tamu.”

Aku mendesak mereka bertiga yang sempat menunjukkan rasa penolakan untuk pergi ke ruang tamu. Lalu ketiganya berjalan sambil tetap mencubit hidung mereka.

***

Kami berempat duduk di sofa di depan TV dan menunggu iblis itu. Maksudku, sampai kapan kita harus menunggu?

Setelah beberapa saat, aku mendengar suara air mengalir dari dalam toilet dan suara pintu yang tertutup. Kemudian pintu ruang tamu terbuka, dan seorang pria besar bertanduk muncul di sana.

“Dia pria kotor…”

Nem mengatakan hal yang sama lagi.

“Oi, gadis kucing? Coba katakan itu pada manusia kalau kau memang tidak kotor. Itulah caraku membantu pelestarian lingkungan dunia ini dengan mengeluarkan kotoran busuk dari lubang pantatku berkali-kali setiap hari. Iya, kan?”

“Begitu, ya?”

“Tidak, itu cuma contoh dari beberapa hal.”

“Apaan sih, nggak jelas…”

Tanpa sengaja aku melakukan tsukkomi. Selain itu, jika kulihat-lihat lagi, dia memang sangat besar.

[TL/note: Tsukkomi, intinya menanggapi lawakan seseorang atau hal nyeleneh yang dilakukan/dikatakan seseorang]

Kemudian dia duduk di sofa di seberang kami, menghadap kami. Lalu dia menghela napas dan menatap kami saat dia menyalakan sebatang rokok.

“Jadi? Bagaimana dungeonnya? Master?”

“Aku sudah penasaran sejak tadi, Master apa maksudmu? Kau mengatakan hal yang sama dengan tongkat sihir yang kukenal…”

“Hmm? … Oh, iya. Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya aku bertemu denganmu dalam wujud ini, kan?”

Lalu dia menghisap rokoknya. “Master, aku Belphegor. Inilah tubuhku.”

“Apa? Kau … Bel?”

Belphegor …… yang biasanya kukenal sebagai Bel. Itu adalah nama patung yang terukir di ujung “Belphegor’s Staff” yang muncul setelah membalikkan magic tool-ku “Saint’s Wrath”.

“Daripada itu, Master? Meskipun aku telah banyak menasehatimu, rupanya anda meragukan abyss, ya?” Bel menatapku dengan tatapannya.

“…Jadi kau sudah tahu?”

“Tentu saja aku tahu. Aku ini setengah tubuh Master, kan?”

“Setengah tubuh? Setengah tubuh… apa?”

“Hei? Kau kenal orang ini?”

Lalu Toa bergabung dalam pembicaraan kami.

“Hmm? Oh, ini yang namanya Bel, tapi ini pertama kalinya aku bertemu dengannya.”

“Maksudnya ini pertama kalinya kalian berkenalan?”

“Yah, gimana ya … ada banyak hal yang terjadi, sih.”

Aku memberitahu Toa tentang tongkat putih dan tongkat hitam.

“Maksudnya, patung yang ada di ujung tongkat hitam itu adalah orang ini?”

“Nah benar, tak peduli bagaimana kita melihatnya, dia tak terlihat seperti manusia, sih.”

Kemudian, mengikuti Toa, yang lainnya juga melepaskan kewaspadaan mereka seolah mereka telah yakin.

“Untuk saat ini, aku tidak tahu apa kau itu Bel atau bukan, kenapa kau ada di sini?”

“Itu pertanyaan yang sulit. Aku sudah di sini sejak awal. Aku tidak tahu kenapa. Baiklah, mari kita bicarakan itu nanti, dan untuk saat ini, apa anda ingin mengeluarkan zat Master yang tertelan abyss?”

“Apa? … Zat?”

“Ya, Master yang mengabaikan nasehatku sekarang tertelan sedikit ke dalam abyss. Dalam keadaan ini, aku masih bisa mengembalikannya dengan kekuatanku sendiri. Nah, itulah peran setengah tubuh sejak awal.”

“Tunggu sebentar. Apa maksud “setengah tubuh” yang kau sebutkan barusan? Dan aku tertelan? Apa maksudmu?”

~bersumbang~


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset