Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 9

Vol 2 Chapter 9 - Sufilia Artemias

“Ayah!”

Jeritan yang kudengar segera setelah aku membuka pintu besar berasal dari Sufilia. Di depan tahta, Sieg berkumpul dengan yang lainnya, dan ada sesosok raja di sana.

Mayat orang-orang yang terlibat, yang kuyakini telah dibunuh oleh Sieg, berserakan. Inilah mayat-mayat itu. Genangan darah tersebar di seluruh tempat. Aku menyeberangi kolam darah dan melangkah ke tahta.

“Kalian, Dragon Heart…?”

“Frederick Artemias. Penggelapan harian, pembunuhan, pemerkosaan, dan akan dihukum mati karena pembunuhan massal.”

dukung klik iklan

Sieg menjawab dengan jelas dengan sebilah pedang di leher raja. Aku tidak tahu dia orang yang sejahat itu. Apa yang terjadi di negara ini, bukankah ini negara maju?

“Sial, benar-benar sial. Negara ini milikku, tak peduli apa yang aku lakukan dengan negara ini, itu hakku.”

Argumen yang khas.

“Aku tak peduli apa yang kau pikirkan. Aku akan membuatmu mati saat ini juga, itu saja.”

“Kau mau membunuhku, kalau begitu aku tanya padamu, apa bedanya kau denganku? Kau juga melakukan pembunuhan, dan berdosa atas perbuatanmu.”

“Itu soal perbedaan keyakinan.”

“Kau menyebutnya keyakinan … Kuku, maka perbuatanku juga didasarkan pada keyakinan itu. Tidak cukup hanya membunuh. Definisi dosa adalah—“

“Definisinya adalah kami ada di sini.”

“…”

“Kami memutuskan untuk membunuh, itu saja.”

“…Apa kalian, juga akan membunuh putriku Sufilia! Tunggu, putriku berbeda, putriku!—“

Sebelum menyelesaikan perkataannya, leher raja terpotong oleh pedang Sieg. Darah keluar secara tak beraturan dari permukaan yang dipotong.

“Ini juga atas keyakinan kami.”

Sieg bergumam pada mayat tak berkepala. Aku hanya bisa merasakan dingin di sini.

“Selanjutnya giliranmu.”

“Aah.”

Sieg memintaku untuk membunuh Sufilia.

Air mata berlinang di mata Suffilia, dan dia bahkan tak merasa sedih. Apa ini reaksi dari orang yang orang tuanya terbunuh di depannya? Rasanya seperti kurang memiliki emosi.

“Putri, aku punya satu pertanyaan untukmu.”

Sang putri hanya mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Apa benar kau yang memerintahkan genosida terhadap orang-orang itu?”

Aku tidak percaya. Dia meratapi ketidakberdayaannya dan ingin membantu, tetapi dia tidak bisa membantu. Saat itu, dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri dan meminta maaf pada masyarakat. Tapi sekarang, aku tidak merasakan apa pun dari sang putri di depanku. Dia seperti orang yang berbeda.

“Lepas sedikit topengmu.”

Saat aku memberi tahu mereka, Sieg menjaga jarak dariku dan Sufilia. Mereka berbalik badan dan aku melepas topengku.

“Sufilia.”

“…Nito-sama?”

Rupanya dia mengingatku. Tapi aku tak bisa merasa senang sekarang.

“Jawab pertanyaanku dan beri tahu aku. Apa kau yang memerintahkan untuk membunuh orang-orang yang berkumpul di sana saat itu?”

“Kenapa kau  di sini … jadi begitu, kau adalah Dragon Heart.”

“Itu bohong, kan?”

“Bohong? … Tidak, aku tidak berbohong.”

“Kalau begitu, apa kabar tentang memerintahkan genosida itu cuma omong kosong? Bagaimana aku bisa percaya.”

“Tidak, memang akulah yang memerintahkannya.”

Sufilia menjawab dengan tatapan yang sangat biasa.

“Seharusnya tidak begitu … Lalu kenapa kau berduka, bukannya waktu itu kau menyesal karena tak berdaya membantu mereka?”

“Karena kalian menyukainya, kalian suka sang putri yang berduka dan memikirkan negaranya.”

Apakah ini Sufilia…?

Ekspresi itu sepertinya sudah tidak mencintai rakyatnya lagi. Seperti yang dikatakan penjaga itu, dia gila. Kebenarannya adalah, dia menjadi orang gila yang kejam, meskipun itu karena pengaruh ayahnya, itu tidak bisa diubah.

“Kau yang memerintahkan pembantaian itu?”

“Aku yang memerintahkannya. Tapi pada saat itu, ayahku tak mendengarkanku. Aku memintanya untuk membakar lebih banyak lagi, tapi dia hanya membunuh mereka dengan panah dan pedang karena akan jadi masalah kalau kastilnya ikut terbakar. Walau aku akan mati, sekali saja aku ingin melihat kerumunan orang sebanyak itu terbakar sekaligus…”

Apa yang sebenarnya terjadi? Gadis di depanku ini adalah sang putri yang sebenarnya, dan sang putri yang waktu itu adalah palsu… Tapi hatiku masih ingin mempercayainya. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal.

“Kau bohong, kan?”

“Tidak, aku tidak berbohong. Kau melihat apa yang kau lihat, dan itu belum semuanya.”

“…”

“Aku tidak tahu kenapa wajahmu sedih seperti itu.”

“…”

“Aku telah hidup dengan menggunakan dua topeng ini, sebagai sang putri dan sebagai Sufilia. Sang putri berada di depan banyak orang dan duduk di kursi penting, sedangkan Sufilia di kastil. Itulah arti “hidup” bagiku. Tapi itu juga berlaku untuk semua orang, bukankah kau juga sama, Nito? Kau juga punya dua topeng, petualang Nito dan Dragon Heart Nito. Jadi apa bedanya kau denganku?”

“Ini bukan masalah perbedaan. Masalahnya adalah kau yang memerintahkan pembantaian itu.”

Aku menyadarinya sekarang, Sufilia jauh lebih bersalah atas pembunuhan daripada kami. Jadi kupikir aku telah menyalahkan kebohongan, bukan pembunuhan. Perasaannya terlalu berbeda … Dan Sieg menyuruhku untuk membunuhnya.

“Aku tidak mengerti, jadi kau mau membunuhku? Bukannya kau sama denganku? Aku juga tak bisa memahami orang-orang yang secara sepihak menyukaiku.”

“Kau tidak mengerti?”

“Tidak baik bila mereka menyukaiku, kan? Lalu apa yang harus aku lakukan dengan mereka yang bukan milikku? Nito-sama, hanya karena tidak tahu, semua orang jadi egois, kan? Suatu hari aku menyadarinya. Kenapa mereka menyukaiku?”

Aku tahu. Orang-orang memang egois. Saeki dengan seenaknya memanfaatkanku. Itu sebabnya aku jadi tertindas.

“Tapi bukan itu masalahnya. Bukan diriku yang mereka cintai, tapi sang putri. Tapi aku sadar itu juga salah. Mereka bahkan tidak peduli. Mereka tidak bisa memahamiku. Itu sebabnya aku akan menebusnya atas tindakan “untuk dicintai”. Apa kau mengerti, Nito-sama, kau sama sepertiku sekarang. Mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat.”

Setiap orang hidup untuk kenyamanan. Semua tindakan dapat dijelaskan dengan “kenyamanan” ini. Jika demikian, kau bisa memahami arti egois yang dikatakan sang putri tadi. Tapi, kenapa itu mengarah pada pembunuhan … aku sama sekali tak mengerti.

“Mereka yang tidak mengerti memilih untuk “mencintai”, dan kebetulan aku memilih “pembunuhan.” Tidak, daripada memilihnya, aku merasa seperti berada di depanmu saat aku menyadarinya. Tidak ada yang baik atau buruk seperti yang kau pikirkan, tidak ada.”

Kata Sieg, baik dan jahat adalah konsep abstrak. Kami hanya bertindak sesuai dengan keyakinan kami. Tapi, apa yang aku yakini? Apa “hal” yang aku yakini?

Apa yang aku yakini, adalah aku yang sekarang mengarahkan pedang ini ke lehernya?

“Lihat, bukankah kau sama? Orang-orang menolak hal-hal yang tidak mereka mengerti, dan jika mereka menentang, mereka tertindas. Dengan melakukannya, kita menebusnya.”

Ya, aku tertindas. Apa yang dia katakan tidaklah salah. Sama seperti Saeki yang tak memahamiku dan menindasku, dan juga Aries yang membuangku. Tapi bagaimana dengan orang-orang itu, apa mereka benar-benar peduli padanya karena alasan itu? Tidak, aku tidak tahu itu. Ada sudut pandang yang hanya bisa dilihat oleh seorang putri.

“Kenapa hanya aku yang bicara?”

Kenapa hanya aku yang harus menghadapi ini…

“Bukannya ini tidak masuk akal?”

Ya, memang tidak masuk akal…

“Kenapa aku harus jadi seorang putri?”

Kenapa aku harus jadi pembunuh, aku seharusnya jadi orang yang baik.

“Kalau begitu, tidak apa-apa kan membunuh mereka?”

Benar … aku akan membunuh orang-orang itu, Saeki. Tak diragukan lagi.

“Nito, cepat bunuh—“

Tidak…

“—Aku tidak akan membunuhnya.”

“…Apa?”

Aku menyangkal diriku sendiri untuk membunuhnya.

“Nito, kau tahu apa yang kau bicarakan?”

“Dia tak perlu dibunuh.”

“Dosa-dosa mereka bukan hanya pembunuhan. Negara ini mengirim senjata ke negara lain. Itu adalah alat sihir yang terbuat dari trifal. Alat itulah yang mendorong perang dan menyebabkan kerusakan dimana-mana. Dan terlebih lagi, produsennya adalah salah satu alkemis senior.”

“Produsen?”

“Dia adalah orang yang mengontrol produksi Trifal di negara ini.”

“Kalau Sufilia terbunuh?”

“Kita bisa berantas juga trifalnya.”

“…”

“Trifal dibuat oleh beberapa penyihir senior. Yang lain telah terbunuh, dan yang tersisa hanya dia. Dia adalah satu-satunya alkemis di negara ini. Kalau kita membunuhnya, mereka tidak akan bisa membuat senjata ini lagi.”

Tetap harus dibunuh, ya? Tidak, ini juga urusan Sieg.

Sufilia menutup matanya dan menunggu kematiannya. Dia terima jika ini adalah yang terbaik.

“Apa ada trifal lain yang telah dibuat?”

“Setelah ini, pabrik akan dimusnahkan. Tidak ada yang bisa dilakukan pada trifal yang telah tersebar. Namun, alat sihir bukanlah sesuatu yang bisa digunakan secara permanen, dan pada akhirnya akan mencapai batasnya.”

“Begitu. Itu artinya alat itu masih bisa diciptakan kecuali jika berhasil dimusnahkan?”

“Begitulah.”

“Baiklah. Kalau begitu serahkan dia padaku.”

“Sudah kubilang dia tidak bisa dibiarkan tetap hidup!”

Kemarahan Sieg menggema di aula.

“Dia tidak akan membuat trifal lagi.”

“Dalam kasusnya, keberadaan itu sendiri adalah dosa. Aku tidak bisa membiarkannya tetap hidup.”

“Sieg, sebelumnya kau bilang kan, kau bertindak atas keyakinanmu. Dan ini adalah keyakinanku. Sufilia tidak boleh mati di sini, akar dari segala kejahatan adalah raja, bukan Sufilia.”

“…Apa yang akan kau lakukan dengannya? Apa kali ini kau berencana untuk mendirikan negara di Artemias, begitu?!”

“Aku akan menambahkannya ke party. Mulai sekarang, dia akan hidup sebagai petualang, bukan seorang putri.”

Aku bertanya pada Sufilia yang menutup matanya.

“Apa kau keberatan?”

“…Aku akan mendedikasikan hidupku untuk Nito-sama.”

Aku meraih tangan Sufilia.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset