Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 6

Vol 2 Chapter 6 - Reporter Magical Communication

“…Bagaimana?”

Aku benar-benar sudah berada di dalam ruangan. Namun, tidak ada alarm yang berbunyi.

“Berhasil.”

“Bagus.”

Selangkah demi selangkah, aku pergi menuju bagian belakang ruangan yang remang-remang. Ada benda-benda seperti armor di dalam lemari kaca, pedang dan tongkat yang bersandar di dinding, dan juga barang-barang seperti jubah dan sangkar burung. Mungkin ini semua adalah alat sihir. Meskipun ruangannya tampak berantakan, ada cukup pijakan untuk bisa dilalui setiap orang.

dukung klik iklan

Di ruangan tanpa jendela ini, tidak ada cahaya bulan yang masuk, dan aku hanya bisa mengandalkan penglihatanku saat dengan perlahan aku mulai terbiasa melihat di kegelapan. Tapi ini lebih baik daripada kegelapan di dalam dungeon.

Ruangan ini panjang dan dalam, juga tak terlalu lebar. Kulihat ada rak buku di sana.

“Ini … bukan. Yang ini juga bukan…”

Mulai dari tepi aku memeriksa bagian punggung buku dengan catatan di satu tanganku. Aku telah mengonfirmasi 100 buku, tapi aku tidak bisa menemukannya. Mataku memang tidak lelah, tapi aku mengalami tekanan mental.

Sekarang sudah waktunya untuk mencarinya ke belakang dan melihat rak buku yang ada di belakangnya.

“Hmm, ini…”

Ada bagian punggung buku yang cocok dengan catatan itu.

Aku mengeluarkan buku itu dan menyimpannya di ruang penyimpananku. Tiba-tiba ada sesuatu yang kupikirkan. Kurasa aku harus membawa semua buku di sini dengan penyimpananku. Jadi setelah kembali ke kamar, kami bisa mencarinya bersama.

…Tidak, aku harus menghentikannya.

Jika semuanya tiba-tiba menghilang, mereka akan menyadarinya.

Aku mencari buku itu lagi, dan aku berpikir akan menemukan buku yang lain. Sejauh ini pemilihan buku berjalan dengan lancar. Tapi ini hanya sebagian dari banyaknya buku. Ada rak buku lain di belakangnya, dan masih ada lagi di belakangnya…

Lalu aku merasakan ada gelombang.

“Cukup sampai di sini dulu…”

Aku kembali pada Patrick dengan [God Speed].

“Oke, aku akan menutupnya.”

Rupanya Patrick juga menyadarinya.

Aku menutup pintu dan menggendong Patrick di punggungku.

“Pegangan, jangan sampai jatuh.”

“Baiklah, ayo pergi.”

Kami segera meninggalkan tempat itu.

xxx

“Cuma ini yang aku temukan, tapi masih ada banyak lagi yang lainnya.”

Aku kembali ke kamar Patrick dan menunjukkan padanya buku-buku yang aku ambil dari ruang penyimpananku.

“Coba sekarang kita periksa.”

Patrick dengan perlahan membalik halaman satu per satu dan memeriksa bagian dalam buku itu.

“Buku Iblis yang Berapi-api…”

Judulnya jelek sekali.

“Aku tidak tahu kecuali aku membacanya dengan benar, tapi isinya mungkin tentang daya tarik.”

“Daya tarik?”

“Sihir yang memungkinkanmu untuk mengontrol hati seseorang sesuai keinginanmu.”

Selain itu, kami juga memeriksa judul dan isi buku secara berurutan.

“Lahirnya Sihir Penyembuhan Lanjutan … Tips dan Trik Api…”

“Tunggu, apa itu penyembuhan lanjutan?”

“Oh, kalau kau mau membacanya, ambil saja. Hilang satu buku tidak akan meninggalkan jejak di tangan profesional sepertimu.”

“Profesional apa?”

Apa Patrick ingin menjadi pencuri, meskipun dia seorang pangeran?

“Kelahiran dan sejarah api … Hmm? Ini…”

“Ada apa?”

Patrick tiba-tiba membuka buku itu dan mulai memeriksa isinya.

“…Tidak salah lagi, ini dia! Ini dia!”

“Apa?”

“Ini yang kucari! Buku ini memiliki informasi terperinci tentang roh api. Sekarang aku bisa membuat kontrak dengan roh!”

“Buku itukah yang Patrick cari?”

“Iya, aku tak pernah mengira akan menemukannya secepat ini. Terima kasih, Nito.”

“Yah, syukur deh kalau begitu. Coba lihat yang lain. Apa ada sihir kebangkitan yang penting?”

“Benar juga … tapi mungkin bukan di buku-buku ini. Tidak ada satu pun buku yang berisi tentang kebangkitan. Ini memang bukan buku untuk Healer.”

“Berarti salah, ya…”

Kurasa aku tidak bisa menemukannya dalam satu pencarian saja.

“Sayang sekali, apa harus ke sana lagi besok?”

“Tentu dong.”

“Tidak, kali ini aku akan pergi sendiri. Jadi apa kau bisa meminjamkan tongkat itu padaku? Akan segera kukembalikan setelah aku menemukannya.”

“Yah, tapi aku akan membantumu.”

“Lebih baik hanya aku yang pergi. Aku sudah terbiasa dengan pendeteksian dan aku bisa segera kabur.”

“Yah, aku yakin itu akan jadi ide yang bagus kalau kau membawa tongkatku bersamamu…”

“Jadi, apa kau bisa menerjemahkan buku-buku itu untukku? Aku akan membawanya ke sini tiap kali aku mengambilnya.”

“…Tentu saja, itu sepertinya lebih efisien.”

“Aku akan mengembalikan buku-buku ini besok dan membawa buku yang lain. Patrick, kau tunggulah di sini.”

“Aku mengerti.”

Beginilah caraku mencari buku dan hari pertama telah berakhir.

Aku mencari buku dengan cara yang sama pada tengah malam keesokan harinya dan di keesokan harinya lagi. Aku meminta Patrick menerjemahkannya setiap kali aku membawanya…

Namun, aku belum menemukan buku apa pun yang berhubungan dengan kebangkitan.

xxx

Prediksi Patrick benar. Sekarang aku dikejar oleh banyak siswa. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak perempuan, dan mereka menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka sedang bergegas ke asrama.

Nem sedang melakukan latihan sihir khusus dengan teman-teman sekelasnya, sedangkan Sierra sedang mengajarkan ilmu pedang. Kalau aku meninggalkan ruangan untuk menemui mereka berdua, ini akan jadi masalah.

Aku harus ke sana saat Toa sudah sampai. Toa pasti sedang menunggu di perpustakaan bersama Patrick sekarang. Ini untuk menemukan sihir serangan yang bisa digunakan oleh Healer.

“Semuanya! Nito-sama ada di sana!”

Mereka menemukanku dari belakang saat aku bersembunyi di balik pilar. Dalam situasi ini di mana aku bisa merasakan gelombang di mana-mana, tidak ada jalan keluar untuk melarikan diri. Lalu aku memutuskan untuk sementara waktu menjauhi gedung kelas dengan menggunakan [God Speed].

Kalau begini, aku jadi tidak akan pernah bisa sampai ke perpustakaan selamanya. Karena untuk pergi ke perpustakaan, aku harus kembali ke gedung kelas lagi.

Aku dalam masalah …

Aku teringat sesuatu yang bagus. Yaitu [Hidden Robe]. Hambatan kognitif juga menghalangi tanda-tanda selain kekuatan magis, dan saat aku mengenakannya, mereka tidak akan memperhatikanku lagi.

Aku seharusnya memakai ini saat aku memasuki ruang kontraindikasi. Tidak, haruskah aku meminta Patrick yang memakainya?

“Permisi—”

Tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang. Dengan takut-takut aku menoleh ke belakang.

“…Iya?”

Aku lega. Dari pakaiannya dia bukan seorang siswa. Yang berdiri di depanku sekarang adalah seorang wanita berambut pirang dengan setelan biru laut erotis dengan lekuk tubuhnya yang terlihat jelas. Di sampingnya adalah seorang pria pendek berpakaian seperti fotografer medan perang, ada sesuatu yang menggantung seperti kamera di lehernya.

“Maaf, aku Francesca. Ini rekanku Dolly. Aku ingin bertanya tentang fakta adanya seorang petualang Nito di sini.”

“Hah…”

Aku menjawab dengan samar.

“Kami adalah reporter dari perusahaan Magical Communication. Oh, tentu saja, kami telah mendapat izin dari sekolah…”

Seorang wanita yang menyebut dirinya Francesca menunjukkan tanda izinnya.

“Magical Communication…”

Ini bahaya … Kurasa prediksi Patrick sejauh ini tidak benar…

“Apa kau tidak tahu? Rupanya, seorang siswa dengan nama itu telah memasuki Heil Kuwait ini sekitar seminggu yang lalu.”

Kenapa dia bertanya padaku? Padahal di sini masih ada banyak siswa yang bisa dia tanyai.

“Tidak, aku tidak tahu. Tunggu, kurasa gadis-gadis itu juga membicarakan orang yang sama…”

“Benarkah…? Terima kasih atas kerja samanya.”

Aku memasang ekspresi permintaan maaf, dan melewati reporter lalu pergi dari tempat itu.

Benar-benar bahaya. Aku senang aku tidak tertangkap. Mungkin itu karena kamera, yang membuat wajahku menegang.

xxx

“Hei Dolly, itu gangguan kognitif, kan?”

Francesca menyipitkan mata ke punggung murid itu dengan senyum pahit.

“Ah, ya ampun, aku tak bisa melihat wajahnya. Dan aku juga tak merasakan kekuatan sihir darinya. Kenapa murid berpakaian seperti itu? Tak peduli seberapa bangsawannya dia, itu bukanlah sesuatu yang bisa didapat oleh anak-anak.”

“Aneh, untuk apa juga seorang murid mengenakan jubah gangguan kognitif di sekolah?”

“Kalau misalnya di beberapa kelas … Yah, aku tidak bisa menulis artikel tentang keadaan para murid. Ayo kita temukan Nito secepatnya. Dia ada di sini.”

“Kita masih belum tahu. Bisa jadi itu tipuan.”

“Kalau nihil, kita pergi ke Razhausen saja, di sini membosankan. Kalau sudah waktunya pertandingan tempur antar sekolah, toh kita akan kembali lagi ke sini.”

“…Iya, itu benar.”

Dolly sepertinya tidak memahami apa-apa. Tapi Francesca berbeda. Arti dari pandangannya yang menatap punggung Masamune itu jelas terdapat keraguan. Dia merasakan ada keanehan. Namun, tidak ada jawaban yang dia temukan, dan keduanya menghilang di belakang gedung sekolah untuk mencari petualang Nito.

xxx

“Hei, Nito, kau terlambat.”

Saat aku akhirnya sampai di perpustakaan, Toa dan Patrick sudah mencari bukunya.

“Mereka akhirnya datang.”

“Mereka?” tanya Toa.

“Reporter dari Magical Communication.”

Aku menjelaskan situasiku saat ini kepada Toa yang bingung.

“…Sekarang kau jadi sangat terkenal.”

Sepertinya Toa terjebak dengan kata “sekawanan siswi”. Dia merasa jijik padaku.

“Ini merepotkan buatku. Sulit untuk sampai ke sini. Tiba-tiba aku dikelilingi oleh para siswa dan aku dihadang oleh reporter Magical Communication. Yah, untungnya aku tidak ketahuan.”

“Seharusnya kau membeli topeng dulu.”

“Harusnya ya.”

“Topeng untuk apa?”

“Untuk menyembunyikan wajah Nito. Mereka akan segera mengungkap identitasnya, jadi kita harus ambil tindakan.”

“Kurasa aku akan pergi kota nanti. Selain itu, aku—”

“Oh, bukankah itu Patrick, sang pangeran pedesaan?”

Seorang gadis berpakaian hitam muncul dan mengibaskan rambut hitam lurusnya. Dia seharusnya berada di dalam kelas sekarang.

“Bukankah kau kembali ke rumah orang tuamu?”

Seorang gadis dengan telinga kucing hitam, kira-kira setinggi Nem, berdiri di sampingnya.

“Jangan sekarang, Alice.”

“Dengan siapa kau bicara? Jangan panggil namaku dengan santai begitu. Ketidakkompetenanmu itu sama sekali tidak berubah juga, ya?”

“Kalau begitu, jangan khawatirkan aku!”

Aku melihat wajah dan suara Patrick yang tajam pada hari pertama masuk, tapi itu sedikit berbeda.

“Kau mengenalnya, Patrick?”

Patrick diam mendengar pertanyaanku.

Gadis itu tersenyum dengan senyuman dingin di wajahnya dan kembali menatap Patrick.

“Kau sepertinya dipedulikan oleh teman-temanmu, Pangeran. Oke, aku akan mundur hari ini dan kau bisa bebas.”

Gadis itu meninggalkan perpustakaan bersama gadis kucing hitam itu.

“Apa yang terjadi?”

“Alice Cresta…”

“Siapa itu Cresta?” tanya Toa.

“…Putri Duke.”

“Jadi kenapa Alice mengejekmu, apa kau membuatnya dendam padamu?”

“Itu…”

Patrick  mengatupkan mulutnya, dia enggan untuk mengatakannya.

“Yah, kalau kau tidak ingin mengatakannya, maka jangan katakan.”

“…Keluarga Cresta berasal dari Razhausen.”

“Oh, benarkah…?”

Aku tidak mengerti secara mendalam. Entahlah.

“Tapi, memangnya ada bangsawan Cresta di Razhausen?”

Jika mereka bagian keluarga Razhausen, seharusnya aku pernah mendengarnya.

“Karena itulah. Saat ibu kota kerajaan didirikan, leluhur mengusir keluarga Cresta, sehingga mereka memiliki dendam terhadap Razhausen.”

Jadi gadis itu juga dendam padanya.

“Kurasa sudah tidak ada hubungan darah lagi, tapi keluarga Cresta masih menganggap diri mereka layak menjadi bangsawan kerajaan.”

“Ada banyak hal yang terjadi, ya pangeran.”

“Ada banyak hal yang terjadi, Patrick.”

“…Oke. Daripada itu, Nito, kau ingat hari ini hari apa?”

“Hari ini?” tanya Toa.

“Ya, kita mau pergi ke kota untuk membeli bahan, kan? Selain itu, aku—”

“Saat Nito datang, aku sudah memeriksa semua rak di sini, tapi tidak ada buku yang seperti itu.”

“Lalu, apa pencariannya sudah selesai?”

“Bukannya kau membaca buku tentang sihir penyembuhan lanjutan selama ini?”

“Apa yang tertulis adalah sihir yang sudah aku miliki.”

“Begitu ya?”

Setelah itu, Toa meninggalkan ruangan karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Sepertinya dia akan mengajarkan ilmu pedang pada Nem, dan Sierra juga sedang menunggunya.

Setelah meninggalkan buku tentang sihir serangan Healer untuk sementara waktu, aku pergi ke kota tetangga bersama Patrick.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset