Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 21

Vol 2 - [Dungeon]: Pertempuran Setelah Lama Absen

Di sinilah aku menghabiskan dua tahun sebagai siswa SMA. Sebuah tempat di mana aku sangat menderita. Sekolah ini. Di sini, semuanya terlihat sama.

—Ini sekolah yang aku ingat.

merry christmas

Warna cat pintu gerbang yang memudar. Gedung olahraga dengan retakan di dinding. Jaring hijau robek yang mengelilingi lapangan.

“Kenapa… ini…”

Aku tak bisa menemukan kata-kata yang lain. Tak peduli seberapa banyak aku melihat ke sekeliling, aku tahu benar tempat ini karena aku sudah berada di sini selama hampir dua tahun.

—Kenapa? …..

“Kau tahu tempat ini?” tanya Toa saat aku kebingungan.

“Ya, ini SMA yang kutinggalkan.”

“SMA?”

“Sekolah yang ada di duniaku sebelumnya. Tapi, kenapa bisa ada di dunia ini?”

Kemudian mereka bertiga percaya. Bagi penduduk dunia lain, bangunan ini tampak seperti bangunan yang tidak biasa.

“Berarti, itu artinya…?”  Toa meminta jawabanku.

“Tidak… Ini dungeon. Tak salah lagi. Ini bukan di Jepang.”

Lalu Sufilia bertanya, “Jepang? Ini pertama kalinya aku mendengar kata itu…”

“Itu nama negara tempatku tinggal sebelum dipanggil ke sini.”

Kemudian, Sufilia melihat ke gedung sekolah dan berkata, “Begitu ya”, seolah dia mengerti.

“Tapi kenapa … kampung halaman Masamune ada di dungeon?”

“Kampung halaman…”

—Tempat ini berbeda dari kampung halamanku.

Bagiku, lebih tepatnya ini adalah … yah, penjara. Gedung sekolah ini tak memberiku apa-apa kecuali keinginan untuk mati…

“Entahlah……”

Gedung olahraga terletak di sebelah kananku dari pintu gerbang. Lalu di sebelah kiri ada gedung staf dengan ruang staf dan jendela. Dan jika aku berjalan lurus ke depan… aku akan sampai di gedung kelas. Ada rak sepatu di belakang pintu masuknya, dan aku bisa melihat tangga yang mengarah ke lantai dua. Dari apapun sampai apapun semuanya masih terlihat sama.

—Ini sekolahku.

“Hei! Lihat itu!”

Lalu tiba-tiba Toa memanggil kami, dan kami langsung mengalihkan pandangan kami ke arah yang Toa tunjuk. Yaitu ke sebuah lapangan.

“Apa ini…”

Lapangan berdekatan dengan gedung olahraga. Mayat yang tak terhitung jumlahnya tergeletak memenuhi lapangan. Potongan daging dan darah yang berceceran di sekitar tempat, terlihat jelas dari sini dan baunya begitu menyengat. Bangkai dan semacamnya … baunya seperti besi dan bau busuk yang memuakkan.

“Ini…”

“Mungkin para penantang. Seperti yang dibilang pria di klinik kemarin. Banyak penantang yang belum kembali…”

Gerbangnya tidak jauh dari lapangan. Setelah memasuki gerbang, ada gedung olahraga di sebelah kanan yang berdekatan dengan lapangan. Dengan kata lain, mereka dibunuh begitu mereka masuk.

Tapi kenapa? Aku tidak tahu keseluruhan cerita tentang dungeon-nya.

Di sampingku, Nem menutupi hidungnya. Rupanya dia tak tahan dengan bau ini. Mayat yang rusak parah dan tergeletak berantakan, jelas saja tidak ada yang mampu menahannya. Bahkan dari kejauhan saja sudah sangat jelas baunya.

Dan potongan mayat itu … apa mereka dibunuh dengan pisau?

“Kalian bertiga jangan jauh-jauh dariku, oke? Sepertinya ada sesuatu di sini…”

Sepertinya, mereka bertiga juga menyadarinya dengan hanya melihat adanya mayat-mayat itu. Tiba-tiba, udara terasa berat. Meskipun aku waspada terhadap area tersebut, aku hanya bisa mendengar suara burung gagak.

“Iya, baiklah.”

“Aku mengerti.”

“Baiklah.”

Memastikan keamanan mereka itu sangat penting. Dari sini, mari lanjutkan dengan hati-hati. Jika ini adalah dungeon yang sama seperti sebelumnya, level monsternya seharusnya ditentukan berdasarkan urutan terbesarnya. Namun, itu hanyalah yang ada di dalam cerita.

—Tapi inilah saatnya.

“Eh?!”

Tiba-tiba terdengar suara keras dan tanah pun berguncang. Tapi itu hanya sesaat. Namun setelahnya bergetar lagi secara berkala, dan secara bertahap menjadi lebih besar. Batu yang tergeletak di tanah pun ikut berguncang.

“Hei? Bukannya ada sesuatu yang mendekat?”

Sambil berpengangan, Toa memberitahu kami.

“Master! Di belakangmu!” teriak Nem.

Aku segera melihat ke belakang.

“—Ugh! …Monster ini…”

Intuisi Toa benar. Monster inilah yang mendekat. Yang berdiri di sana adalah seekor sapi bipedal raksasa yang membawa kapak raksasa. Dua tanduk tajam menjulur dari kepalanya. Tubuh besarnya melebihi 2 meter, dan tubuhnya tampak kuat dengan otot yang terangkat.

“Nito-sama! Itu Minotaur!” kata Sufilia yang menyebutnya demikian di hadapannya.

“Minotaur?”

Aku pernah mendengarnya. Itu sebagian besar monster yang muncul di RPG. Itu nama monster yang aku kenal. Monster ini sering sekali mengacau.

“Minotaur adalah monster. Aku tidak tahu detailnya, tapi dia makhluk yang sangat cerdas dan langka. Dia adalah monster yang ditunjuk sebagai rank SS.”

Kemudian Minotaur menatap langit. Dan dia membuat suara aneh yang sangat nyaring.

“Aahh! Berisik!”

Nem menutup telinga dan juga hidungnya dengan lengan dan tangannya. Suara aneh Minotaur mengguncang udara. Aku merasakan sensasi kesemutan di kulitmu.

Lalu, Toa bergumam, “Tunggu … 648?”

Aku segera melihat level Minotaur dengan skill [Truth Magic Eye]. Karena dia mengucapkan angka, aku tahu kalau Toa sedang membicarakan tentang levelnya.

“Begitu ya … terlihat berbeda di sini, tapi sepertinya ini dungeon yang aku kenal.”

—”Minotauros <Lv: 648>”
Equipment: Executor’s Axe

―Monster tingkat tinggi.

Inilah dungeon.

“Sepertinya ini memang dungeon.”

Tidak ada monster di Jepang. Kau begitu, ini adalah dungeon yang terlihat seperti sekolah SMA-ku.

“Apa maksudmu? Ini sekolah Masamune, kan?”

Aku tidak tahu kenapa. Tapi mungkin ini akan mengarah pada apa yang disebut “kebenaran”.

“Akan aku jelaskan nanti. Kalian bertiga, tetaplah berkumpul di satu tempat! Aku akan segera menyelesaikannya.”

Sudah lama sejak aku bertarung. Sebelumnya, aku hanya bertahan dengan [Erosion], tapi bagaimana dengan kali ini?
Aku sudah berkembang sejak saat itu, kan?

Kemudian Minotaur memegang kapak besarnya, memotong angin, mengguncang tanah, dan berlari ke arahku. Kapaknya memantulkan sinar matahari terbenam. Lalu aku pun mengambil pedangku dan menggenggamnya dengan kuat.

Lawanku adalah Lv: 648. Sedangkan aku Lv: 699. Tetap saja jangan sampai aku lengah.

Aku mengaktifkan skill [Mind’s Eye], [Satisfaction], [Foresight], [Body Strengthening], [Tear Resistance], [Slash Resistance], dan [Strike Resistance]” pada saat yang sama untuk berjaga-jaga.

Dan—

“Ugh!”

Aku mengayunkan pedangku ke bawah, tapi—

“Hah?!”

Saat pedangku dan kapak Minotaur bertabrakan, bilah pedangku hancur.

“Yang benar saja!”

Aku membuang pedangku dan menjaga jarak.

“Apa benar ini pedang Rare Class…? Seperti yang diharapkan dari monster dungeon.”

Bukannya pedang itu sangat kuat? Jadi inilah dungeon-nya. Pedang Rare Class masih belum cukup, ya…? Bahkan Minotaur itu bisa membuat angin sepoi-sepoi hanya dengan mendengus saja.

“[Binder Dies of Rigadio]!”

Aku merapalkan sihirku. Lengan putih yang tak terhitung jumlahnya menahan tubuh Minotaur dan membuatnya berlutut di tempat.

“Aku akhirnya mengandalkan abyss, ya…”

Saat pedangku patah, tidak ada pilihan selain memukulnya. Gerakannya terhenti untuk saat ini. Selanjutnya, mari kita lemahkan dia.

“[Unreasonable Strength [Ridiculous]!”

Aku mencoba me-reversal sihir yang sesuai dan melemparkannya ke Minotaur yang terkekang.

“Oh!”

Kemudian tangan kiri Minotaur patah dan terbang melayang ke arahku. Aku dengan refleks menangkap tangan yang patah itu.

“Oh, sihirnya jadi seperti ini, ya?”

Ini sihir yang aku pelajari dengan memainkan Reversal Mischief pada [Magic Slash]. Rupanya, aku bisa secara paksa mengambil sesuatu dari lawan. Dengan melihatnya, secara alami aku bisa memahaminya.

“Benar juga. Biar aku pakai sebagai pengganti pedang. Unreasonable Strength [Ridiculous]!”

Aku mengaktifkan sihirku lagi. Kemudian, tangan kanan Minotaur yang memegang kapak besar, menjadi hancur berkeping-keping. Seperti sebelumnya, semuanya terbang ke arahku. Aku meraihnya dengan satu tangan dan membuang apa pun yang tidak kubutuhkan kecuali kapak.

—”Anda telah memperoleh [Executor’s Axe]. Tambahkan ke equipment.”

Lalu setelah pengumuman selesai, retakan [Executor’s Axe] yang kupegang diperbaiki, dan gumpalan darah yang menempel telah hilang.

“Ini bisa menghancurkan pedang Rare Class, mungkin kapak ini adalah National Treasure atau diatasnya.”

“Hei! Sudah selesai?!” Toa memperhatikan keadaanku dan bertanya.

“Belum! Dia masih punya kaki. Mungkin dia masih bisa bergerak.”

Aku memberitahu Toa untuk tidak bergerak dari sana. Dan jika aku mematahkan sihirku, monster ini akan segera bangun dan menyerangku.

“Nem! Saat aku memotong kakinya, lepaskan sihirmu, ya! Kalian berdua juga? Ini kesempatan kalian untuk naik level.”

“Baiklah!” kata Nem yang dalam posisi menyerang.

“Aku … tidak apa-apa, nanti saja.”

Toa masih belum begitu antusias.
Meskipun monster itu tidak bisa bergerak, tapi dia adalah monster Lv:648. Toa tidak ingin dekat-dekat. Setidaknya, begitulah ekspresi Toa saat ini.

“Bagaimana denganmu, Sufilia?”

“Aku juga nanti saja. Kalian berdua selesaikan saja dulu.”

“Kau juga? Tapi bukannya kau suka dengan hal yang semacam ini?”

“Apa maksudmu? Aku orang yang sangat rentan. Aku memang senang mengalahkan yang lemah, tapi aku tak punya hobi untuk melawan atasan.”

Dia mengatakannya tanpa malu-malu. Apa ini yang disebut jenius? Tapi sepertinya aku tidak bisa membujuknya sekarang…

“Yah, jangan sampai kau dicabik-cabik, oke? Kalau kau hanya bisa mengalahkan yang lemah, perjalanan ke depannya akan terhambat.”

Aku mendesaknya sebaik mungkin. Hanya itu yang bisa kulakukan sekarang. Dan tidak hal khusus yang bisa aku lakukan.

Aku menggunakan “Lightweight” pada [Executor’s Axe].

Dari level statusku, seharusnya itu tidak perlu, tapi ini untuk berjaga-jaga saja. Sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal.

Dan aku berdiri di depan Minotaur.

“Kau masih sadar, kan?”

Lalu Minotaur menatap mataku, namun dia tidak membalasku.

“Apa kau tak merasa bersalah? Kau yang melakukan semua itu, kan? Yah, tapi aku juga tidak peduli karena aku tidak kenal mereka.”

Setelah aku mengatakannya, aku mengguncang kaki minotaur dengan kapak.
Kemudian, kedua kaki minotaur benar-benar terpisah. Pada saat itu, Minotaur berteriak. Lagi pula, memangnya monster memiliki perasaan?

“Nem!

“Baik! — [Demon Fire Shreim]!”

Sesuai perintahku, Nem merapalkan sihirnya. Lalu, tiga bola api muncul di atas kepala Nem, dan mereka mulai menyerang Minotaur sekaligus.

“Apa itu sihir yang kau pelajari?”

“Iya.”

Nem sebelumnya mengatakan di akademi bahwa dia telah belajar sihir dari seorang siswa yang berteman dengannya.

Apa sihir ini salah satunya? Atau inikah sihir Cat Wizard itu? Aku tak yakin dengan sihir yang baru kulihat untuk pertama kalinya ini.

Namun, api Nem tak berpengaruh pada Minotaur itu. Rambutnya hanya sedikit terbakar. Apa ada terlalu banyak perbedaan level?

“Yosh! Bagus, aku menyerangnya dan levelku sedikit naik.”

Aku ingin device. Dengan begitu, meskipun Nem tidak menyerangnya sama sekali, aku  yang akan membunuh musuh dan semua orang akan mendapatkan exp. Tapi, apa ada sesuatu yang seperti itu di dunia ini…?

“Nah, ini yang terakhir.”

Aku menikam Minotaur.
―Dengan mengayunkan kapak di lehernya.

―“Minotauros <Lv: 648> telah dikalahkan, [Goddess’s Blessing] telah diaktifkan. Silakan pilih item jarahan.”

**********

Skill    [Bullfighting Spirit]
Magic [Earth Wave]
No equipment

**********

Equipment itu mungkin adalah “Executor’s Axe” ini. Saat dia menjatuhkannya, senjata ini bukan miliknya lagi.

[Bullfighting Spirit] adalah skill yang menyebabkan udara panas dalam jarak tertentu dan mengancam lawan. Dan Magic-nya dikatakan, “Pukulan yang membelah bumi menjadi dua.”

Keduanya sayang untuk dibuang, tapi untuk sekarang aku akan mengambil sihirnya juga.

―”Anda mendapatkan exp dengan mengalahkan Minotaur, Lv:648. Anda akan mulai naik level.”

Di kepalaku, suara itu terus berbunyi tanpa henti. Aku mendengarnya setelah sekian lama, tapi masih berisik. Kalau dipikir-pikir, sekarang aku ingat bahwa “Reversal Mischief <Pole>” ini bisa digunakan selain untuk sihir. Misalnya, apa yang terjadi kalau aku menggunakannya untuk skill?

―”Anda naik level dari Lv:699 ke Lv:812. Anda telah selesai naik level.”

Aku menjadi lebih kuat lagi. Setelah pengumuman selesai, aku mencoba untuk memainkan Reversal Mischief pada skill [God Speed].

―Skill “[God speed] telah dibalik menjadi [Falling Frustrated] dengan [Reversal Mischief <pole>]”

“Oh!”

“…Ada apa? Master?”

Sebelum aku menyadarinya, ternyata Nem sudah ada di sampingku. Nem menatapku dengan tatapan misteriusnya. Saat aku perhatikan, dua yang lainnya juga berada di sampingku.

“Kalau bisa, aku ingin kau memikirkan cara lain untuk melakukannya, tapi kau tidak bisa lakukan itu, kan?”

Rupanya Toa tidak setuju dengan caraku membunuhnya.

“Yah, kalian berdua sepertinya tidak ingin melakukannya, tapi Nem ingin menaikkan level, jadi aku ingin membuatnya naik level seaman mungkin.”

Toa mendekap mulutnya saat dia melihat segumpal daging di depannya yang telah kehilangan anggota tubuh dan lehernya. Dengan Toa yang seperti itu, aku memeriksa  efek dari skill yang kubalikkan sebelumnya.

―[Falling Frustrated]

Memperlambat aliran waktu selain pengguna. Selain itu, tidak ada efek sensorik terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset