Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 2

Vol 2 Chapter 2 - Petualang Tanpa Nama

“Razhausen?”

Saat aku terkejut, Patrick mengerutkan kening dan menunjukkan wajah kesalnya.

“Kau memang aneh…”

Patrick menenangkan kemarahannya seolah sedang memperbaikinya sikapnya, kemudian berbicara lagi.

“Bahkan Healer tahu nama ibukota kerajaan Razhausen?”

dukung klik iklan

Bukan itu yang mengejutkanku. Tuan Arnold memiliki seorang putra dan beliau mengatakan bahwa putranya tengah belajar di Heil Kuwait.

Kalau begitu …

“Aku putra asli Arnold Razhausen, Raja Razhausen saat ini. Sebagai seorang pangeran, aku memberimu nasihat, lebih baik kau diam dan mendengarkanku dengan tenang.”

Tampaknya memang begitu. Tapi ada apa dengan perilakunya ini? Aku belum bisa percaya karena mereka sangat tidak mirip. Apa pria kasar sepertinya adalah seorang pangeran?

“Begitu rupanya, jadi kau putra Tuan Arnold. Tapi kau sungguh diluar dari yang kubayangkan. Kau terlalu percaya diri dan arogan. Apa kau baru saja bilang kalau kau tipikal biarawan sehingga aku harus diam dan tenang mendengarkanmu?”

“Tuan Arnold…?”

Patrick terkejut karena merasa tidak nyaman mendengar kata-kataku. Melihat tatapan wajahnya, dia menunduk dan kembali menatapku tajam.

“Kau … menyebut nama raja dan berbicara seolah-olah dia adalah temanmu … dasar bodoh.”

“Apa?”

“Kalau kau tidak ingin mempermalukan dirimu sendiri, lebih baik kau keluar dari sini, anak payah!”

Apa pria ini baru saja menyebutku payah? Meski begitu, aku sudah tidak nyaman dengan sikap orang ini sekarang. Aku merasa belum terbiasa.

“Keluar kau dari sini! Apa perlu kuberitahu, tempat ini tidak pantas untuk orang sepertimu!”

“Tunggu sebentar, Pangeran Patrick.”

Sierra menengahiku dan Patrick.

“Siapa kau?”

“Aku Sierra Ecarlat.”

“Aku tahu, kau baru saja memperkenalkan dirimu.”

“Aku Sierra Ecarlat, anggota Ksatria Putih Kerajaan, atau bisa disebut Ksatria Raja Putih. Pangeran Patrick, kami datang ke akademi ini dengan seizin Raja Arnold. Pendaftaran kami juga disetujui secara langsung.”

“…Bukan hanya nama raja, tapi juga nama White King.”

Patrick gemetar karena marah.

“Jangan lakukan itu, Patrick, penggunaan sihir yang berbahaya itu dilarang, dan memukul juga dilarang, kan?”

Beberapa teman sekelas mulai melerai.

“Aku bukannya mau memukulnya. Aku cuma ingin memberitahu posisinya di tempat ini, itu saja…”

Kesombongannya tingkat tinggi, dan dia bangga akan hal itu.

“Aku tidak bisa melakukannya di sini, kalau begitu aku akan memberitahumu di tempat latihan. Tidak masalah, kan?”

“Tempat latihan…”

Aku menatap seringaian tajamnya. Ekspresi kemarahan Patrick terpacu.

“Yah, aku tidak keberatan.”

Akan kuberitahu sedikit apa yang tidak bisa kukatakan padamu.

xxx

Tempat latihannya adalah gimnasium yang berbentuk kubah, dan itu berada di dalam ruangan. Langit-langit tinggi yang longgar memberiku rasa kebebasan untuk bisa melakukan permainan bisbol. Seperti yang diharapkan, ada begitu banyak sekolah lanjutan yang membutuhkan biaya.

“Tempat ini membutuhkan banyak uang.”

“Memangnya orang biasa bisa mengerti?”

Patrick orang yang buruk.

“Jadi apa yang akan kau lakukan?”

Kami berhadapan di tengah lapangan dan Patrick mulai menjelaskan. Para siswa lainnya berkumpul di kursi penonton dan menunggu orang yang berada di arbitrase. Tentu saja ada sosok Toa, Sierra, dan Nem di sana.

“Penggunaan sihir dan simulasi pertempuran diperbolehkan di sini. Mulai sekarang aku akan mengajarimu. Berterima kasihlah untuk yang pertama dan terakhir.”

Siswa dari kelas lain mulai muncul di antara para penonton.

“Apa…”

“Terkejut? Inilah kekuatanku sebagai pangeran. Orang-orang berkumpul meskipun ini hanyalah simulasi pertempuran. Mereka benar-benar menyebalkan, kan.”

Patrick memandang penonton seolah dia bangga.

“Master! Kalahkan orang gila seperti dia…”

Aku melihat Nem mengamuk dan Toa membekap mulutnya.

“Saat ini selesai, tinggalkan akademi ini.”

“Bagaimana kalau aku yang menang?”

Patrick tertawa sambil memegangi perutnya.

“Jangan khawatir, kau tidak akan menang.”

Apa kau pikir kau telah mencapai sesuatu hanya dengan mengatakan kau berasal dari keluarga kerajaan? Aku minta maaf pada Tuan Arnold, tapi aku akan memberimu sedikit pelajaran kecil.

Suara penonton yang keras berangsur-angsur menjadi tenang, dan suara tembakan menggema di sana.

“Pertama, mari kita mulai dengan sihir dasar!—[Fire]!”

Api menyala di tangan Patrick, dan dia menembakkan bola api.

Aku bergerak sedikit ke samping dan menghindarinya. Entah apa yang terjadi jika aku tertembak. Api membakar tanah tepat di sampingku dan padam.

“Kau akan dalam masalah kalau kau tak menghindarinya.”

Aku merasa ini sedikit lebih besar dari bola api biasa, tapi apa bola api itu lebih unggul dalam artian tertentu? Tapi aku  merasa bola api itu berbeda dengan milik Sieg. Yang ini lebih besar.

“[Fire]!”

Bola yang sama terbang lagi, selanjutnya menjadi beberapa bola api. Patrick merapalkan mantranya berkali-kali. Bagaimanapun, perbedaannya dengan Sieg adalah antara langit dan bumi. Sekali lagi, aku tidak menggunakan skill seperti [God Speed], tapi aku bisa menghindarinya hanya dengan kemampuan fisik.

Ekspresi Patrick mulai muram.

“[Great Flame]!”

Selanjutnya, bola api yang lebih besar terbang menjauh. Aku menghindarinya juga. Lambat, terlalu lambat. Dengan tingkatan seperti ini sepertinya bola api itu akan berhenti. Aku tak berpikir akan ada perbedaan seperti itu tergantung pada kemampuan penyihirnya.

Sekarang aku bisa melihat seberapa besar bola api yang digunakan Sieg dulu. Dengan kata lain, sihir orang ini tidak berada pada level pertempuran yang sebenarnya. Dia terlalu sombong. Tapi apa yang dia katakan mungkin tidak bohong.

Para siswa di sekolah ini haruslah berprestasi. Pertama-tama, kau harus mempertimbangkan untuk mengenai lawan. Dia terlalu fokus pada mantra. Jika serangannya tidak mengenaiku, itu hanyalah trik sihirnya.

“Kau sudah tidak sabar, ya? Ini tidak akan terlalu mengenaimu, tapi yah, levelmu memang sebatas ini.”

Kata-kata itu mengubah warna mata Patrick.

“[Devolcade Flame Hammer]—!”

Lingkaran sihir merah muncul di kaki Patrick, dan bola api besar muncul di atas kepalanya.

Aku juga telah melihat sihir ini. Aku akan mempelajarinya nanti, tapi aku yakin itu yang disebut sihir tingkat lanjut.

Saat itu, sorakan dari penonton pun terdengar. Semua orang senang dengan permainan Patrick. Tapi aku bosan. Sierra dan Toa mungkin juga menyadarinya.

“Bagaimana?! Inilah sihirku! Kau bisa lakukan ini, Healer?”

“Aku tidak bisa melakukan itu.”

“…” Patrick tampak lebih bangga dari sebelumnya.

“Lemparlah, kali ini aku tidak akan menghindarinya.”

“…Jangan bercanda, menyerahlah.”

“Aku tidak bercanda, ini cuma satu tembakan. Jika ini pertarungan satu lawan satu, maka kau harus melakukannya sampai akhir. Jangan ragu dan lemparlah. Aku tidak akan mati meskipun kau mengenaiku.”

“Cih…”

Kemarahan terlihat jelas dari ekspresi sang pangeran.

“Kenapa kau tak segera melemparnya! Kau mau membiarkanku menang dan mengakui kemampuan bodoh dari seorang pangeran sepertimu?!”

Tiba-tiba aku mengatakan itu.

“—Idiot!”

Patrick terpancing oleh provokasiku dan menembakkan bola api besarnya. Udara menjadi panas, tapi—

“Katakan dengan jelas.”

Aku menghancurkan bola api dengan tangan kiriku dan menepisnya. Bola api yang hancur bertebaran di antara penonton, dan membran seperti penghalang melenyapkannya sepenuhnya.

“Jadi begitu, apa itu membran?”

Patrick diam di tempat dengan mulut terbuka. Penonton terdiam, dan lapangan latihan seolah-olah bersorak dalam hening.

“…Aku sedikit berharap karena kau putra Tuan Arnold. Beliau membelikanku minuman dan mengajariku tentang akademi, jadi aku memutuskan untuk memberimu pelajaran kecil di depanmu sebagai gantinya. Tapi…”

“…A-apa?” Patrick sepenuhnya mengakui kekalahannya itu.

“Ini bukan festival seni, bisakah aku mengatakan bahwa aku mampu melakukannya dengan baik? Apa gunanya sihir licik yang hanya mengancam orang?”

“…”

“Mungkin ini memang bukan tempat yang layak untuk kudatangi, aku merasa begitu saat melihatmu. Aku juga tidak datang untuk belajar cara bermain. Aku bahkan tidak peduli dengan kesombonganmu yang murahan itu.”

Aku berpaling pada para penonton.

“Kalian juga, setelah ini apa kalian akan menertawakan orang di belakang? Apa yang membuatmu begitu bersemangat? Jika demikian, kalian sama saja dengan orang ini. Menyerahlah pada mimpimu untuk menjadi seorang penyihir, mungkin dalam pertarungan yang sebenarnya kalian akan terbunuh dalam sekejap.”

Aku membalikkan punggungku dan keluar dari tempat latihan. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Patrick.

xxx

Saat aku meninggalkan tempat latihan, tiga orang menyusulku.

“Banyak musuh yang terbungkam.”

Toa tertawa.

“…Mungkin.”

“Master keren!”

“Dia benar-benar orang yang menyebalkan. Yah, anggap saja ini adalah hadiah untuk Tuan Arnold.”

“Tapi apa tidak ada cara yang lain?”

“Maaf, Sierra, aku canggung.”

Mereka bertiga mengerti. Maka hanya itu saja, mereka tidak meminta hal lain.

“Apa ada perpustakaan di sini?”

“Ini akademi, jadi pasti ada.”

“Baiklah, ayo ke sana sebentar, aku mau mencari sihir penyembuh.”

“Tak masalah. Kalau sihir yang seperti itu memang ada, kau bisa sering ke sana.”

“Ini bukan masalah besar.”

Ini adalah kunci agar Toa tidak mati. Kunci keselamatan. Setelah melihat ramalan di Artemias, hanya itu yang ada di kepalaku.

Lalu, saat aku datang ke perpustakaan, aku menemukan sebuah buku yang tidak bisa kubaca.

Ada seorang petualang di suatu tempat. Petualang itu adalah petualang terbaik di kota. Suatu hari, petualang itu mencuri apa yang disayangi oleh sahabatnya. Sang petualang sama sekali tidak mau meminta maaf. Tapi sahabatnya mau memaafkan petualang itu.

Suatu hari, sang petualang mendapat teman bernama Serpent. Petualang serakah itu dengan arogannya berjalan dengan seekor ular. Ular itu merampok sahabatnya. Si petualang masih tidak mau meminta maaf pada sahabatnya. Sahabatnya masih memaafkan petualang itu.

…….

……………

Petualang itu mengkhianati sahabatnya.

Ini adalah buku yang muncul di abyss, seorang petualang tanpa nama.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset