Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 12.1

Vol 2 Chapter 12.1 - Kepulangan Sierra

Begitu aku kembali ke Heil Kuwait, Toa marah padaku. Sierra juga marah. Aku telah menghilang selama setengah hari tanpa memberitahu siapapun. Dan mood keduanya semakin buruk.

“Apa artinya ini!”

merry christmas

“Kenapa dia ada di sini!”

“Tunggu, semua ini ada alasannya.”

Keduanya sama-sama terkejut. Yang berada di sampingku adalah Putri Artemias—Sufilia.

“Dia ini Putri Artemias, kan?!”

“Suaramu terlalu kencang.”

Meski aku datang ke kafetaria untuk makan malam, aku tidak bisa makan dengan tenang.

“Tenanglah, aku akan menjelaskannya dengan baik.”

Sufilia tiba-tiba berdiri.

“Namaku Sufilia dan aku akan menemani petualangan kalian. Silakan panggil aku Sufilia.”

Ekspresi wajah mereka mengeras. Nem sangat manis, dia makan dengan tenang di sampingku. Untungnya, aku tak mengajak Patrick sekarang, jadi aku tak perlu memberikan penjelasan yang merepotkan untuk satu orang itu.

Yah, pria itu akan beradaptasi dengan baik. Ngomong-ngomong, Patrick sepertinya sedang ada pelatihan sihir khusus dengan raja roh. Katanya raja roh sendiri yang akan mengajari Patrick cara menggunakan sihir jenis angin.

“Apa sang putri akan bergabung dengan party Nem?” tanya Nem.

“Iya.”

“Benarkah? Senang bertemu denganmu!”

Nem langsung menjalin hubungan baik dengan Sufilia. Mereka berjabat erat di depanku.

“Begitulah. Memang ada banyak hal yang terjadi, tapi mulai hari ini, Sufilia juga akan menjadi teman kita.”

“Karena itulah aku tanya kenapa! Kenapa sang putri ini jadi teman kita?”

“Aku harus bilang apa … Saat ini, Artemias telah hancur karena berbagai alasan.”

“Apa?”

“Eh?”

Eskpresi Sierra dan Toa kembali menguat.

“Karena Dragon Heart, aku tidak akan menjelaskannya secara detail, tapi Sufilia akan dibunuh, jadi aku menghentikannya. Aku harus melindunginya, makanya aku menghentikannya, jadi aku membawanya ke sini.”

Butuh beberapa saat untuk meyakinkan mereka. Namun, akan jadi masalah jika mereka tidak bisa menerimanya karena Sufilia sudah menjadi anggota party.

“Itu sesuatu yang tak pernah aku pikirkan…”

“Benar. Apa yang lain setuju dengan penculikan sang putri ini?”

Penculikan itu terdengar kasar.

“Kalau kau berpikir ini penculikan, tidak apa-apa. Tapi kalau aku tidak menculiknya, Sufilia akan terbunuh.”

“Nito-sama penyelamat.”

“…Entah kenapa kau selalu bilang “Nito-sama”, kau tidak perlu menambahkannya, Sufilia.”

Dia tiba-tiba menyebutku begitu? Seperti dugaan, seorang putri memang berbeda.

“Aku baru sadar, party ini hanya berisi perempuan ya?”

“Daripada itu, aku ingin membicarakan tentang dungeon.”

“Dungeon…?”

“Dungeon ya…”

Sierra dan Toa tampak tidak suka.

“Nito-sama, dungeon itu benar-benar…”

“Sepertinya dungeon itu telah muncul, tapi aku berpikir untuk mencobanya nanti.”

“Jadi begitu … itu benar dungeon?”

Sufilia sedih dengan ekspresinya yang seolah mengatakan “Maaf”.

“Nem bilang dia akan ikut, bagaimana dengan Sufilia, apa kau mau menunggu?”

“Tidak, ke manapun aku akan terus bersama Nito-sama.”

“Kalau begitu, Sufilia juga akan ikut, jadi apa yang akan kalian lakukan, apa kalian mau menunggu saja?”

“Kuberitahu ya, itu sesuatu yang tidak bisa kau lakukan. Itu dungeon, lho?”

“Itu benar. Kurasa lebih baik tuan putri berpikir ulang.”

“Aku baik-baik saja, hidupku bersama Nito-sama.”

Setiap kali Sufilia melontarkan pernyataan lucu, hidung Toa mencuat.

“Pokoknya, seminggu lagi aku akan pergi, jadi pikirkan baik-baik.”

Di akhir pembicaraan tentang dungeon, tiba-tiba aku melihat duo yang sudah tidak asing lagi. Francesca dan seorang fotografer, sang reporter Magical Communication.

“Kau di sini?”

Lalu untuk sesaat, garis pandang Francesca berhenti pada sosok Sufilia dan menatapnya dengan heran.

“…Sebenarnya, aku mendapat pekerjaan mendadak, bahkan hari ini aku harus pergi ke Razhausen. Ada pemakaman di sana, jadi aku harus pergi.”

Dia hanya sedang mengintai.

“Di malam hari seperti ini?”

“Yah, aku berpikir apa kau bisa memberiku sedikit wawancara singkat.”

“…Sudah kubilang foto itu tidak ada gunanya, kan?”

Sang fotografer berhenti bergerak dan menurunkan kamera yang dia coba pegang.

“Baiklah. Aku hanya ingin kau menjawab pertanyaan sederhana.”

“Ngomong-ngomong, apa yang terjadi di Razhausen?”

“Oh maaf, sepertinya kekaisaran telah muncul lagi.”

“Kekaisaran?”

“Ya. Sepertinya ada ksatria lain dari Ksatria Putih Kerajaan yang tewas. Aku yakin namanya Hilda Ecarlat, dari keluarga Ecarlat yang memiliki kebun anggur di Razhausen … Hmm, Nito?”

Itu sangat tiba-tiba…

Sierra melihat ke bawah ke meja dan wajahnya tampak pucat.

“Kau pasti bercanda…”

Toa kehilangan kata-kata. Dan Nem menunduk dengan menggumam sedih.

Itu bukanlah sesuatu yang bisa langsung mereka terima.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset