Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 42

Chapter 42 - Dengusan dan Jeritan sang Putri

private-image

“Bloody Tears of the Goddess” – Sihir saat menghabisi Noot Kerane, juga sihir yang sama digunakan menghabisi musuh Masamune yang lain.

merry christmas

* * *

“Aries … ayah menyayangimu…”

Dengan ekspresi damai seakan dia telah menyadari kematiannya, Johannes mengucapkan kata-kata terakhirnya.

“Ayah!”

Saat teriakan Aries terdengar, hujan merah yang tak terhitung jumlahnya turun melalui langit-langit. Hujan darah itu bahkan menenggelamkan jeritan Johannes, dan ketika sosok Johannes tenggelam, hanya suara seperti air terjun yang dapat terdengar.

“Ayah!”

“Apa kau putus asa?”

Masamune tersenyum lebar dari balik tudungnya.

Kemudian, tubuh Johannes larut dalam air mata darah dan langit-langit yang kehilangan stabilitasnya retak dan runtuh.

“Bel, bisa kau keluarkan lagi sihir yang tadi? Kalau dibiarkan itu bisa menimpa kita.”

“Tentu saja!–[Greedy Dark Pearl]!”

Sebuah bola hitam pekat yang menelan tahta dan area sekitarnya muncul, dan langit-langit yang runtuh pun tertelan. Ketika langit-langit aula hancur total, sinar bulan menerangi area yang lebih luas dari sebelumnya.

“Ah…! Apa itu…?”

Ketika langit-langit menghilang, seorang Dewi di langit muncul. Bahkan dalam kegelapan malam yang pekat, hanya mata merah itu yang terlihat jelas.

Aries ketakutan melihat sosok Dewi, bibirnya pun gemetar.

“Dia sang Dewi. Kau bahkan tidak tahu?”

―“[Johannes Greyberg [Lv: 42] dikalahkan, keterampilan unik [Blessing Goddess] telah diaktifkan. Silakan pilih jarahan.”

“Rupanya Johannes telah mati.”

Tanpa ekspresi, Masamune mendengar berita kematian di kepalanya. Dia menatap Aries yang menangis.

“Kenapa … apa kau tersiksa? Ke mana sikap angkuhmu itu?”

“Aku tak mengerti, kenapa kau menyiksaku?”

Suara sedih Aries membuat Masamune tertawa jijik dari balik tudungnya.

“Job ini, kenapa jelek sekali? Kenapa aku tidak bisa melakukan itu?”

Namun, Aries tidak mengerti maksudnya dan bingung.

“Aku ingin memindahkan barang-barang tanpa menyentuhnya. Aku ingin mengeluarkan api dari tanganku. Dan aku ingin terbang di langit … karena aku seorang Healer, aku tidak bisa melakukannya.”

Aries ragu mendengar kata-katanya, dan ketika Masamune melepas tudungnya, dia terkejut.

“Ah, k-kau … tapi aku—!”

“—Tapi kau telah membunuhku?”

Rupanya di mata Aries, Masamune seharusnya sudah mati. Masamune merasa senang melihat reaksi wanita itu dan tersenyum tipis.

“Hmm … benar juga, itulah yang kau pikir akan terjadi. Rupanya kau ingat wajahku.”

“T-tapi aku telah menggunakan sihir transfer padamu.”

“Kau membuangku! Kau tahu aku tidak akan bisa hidup, dan kau membuangku seperti sampah!”

Masamune bukan hanya menatapnya, tapi dia juga berpikir. Cara untuk membunuh Aries.

“Tapi aku tak mengharapkan itu terjadi padaku. Tapi sebaliknya itu malah bagus. Berkat kau yang tak menyadari keberadaanku, itulah yang menjadi salah satu penyebab kekalahanmu.”

“…Penyebab kekalahan?”

“Menurutmu bagaimana?”

“Apa?”

“Kau tidak tahu bagaimana aku mendapatkan kekuatan ini? … Aku juga tidak tahu pasti. Aku tak yakin apa kau membuangku hanya karena aku adalah seorang Healer, tapi aku tak berpikir itu suatu kesalahan. Aku telah sedikit belajar dengan hidup di dunia ini. Di manapun mereka berada, Healer adalah seseorang yang dianggap tidak kompeten, itulah akal sehat di dunia ini. Dan jika ada pahlawan lain, kalian tak harus mempertahankan mereka.”

“Jadi kau…”

“Seharusnya aku sudah mati, tapi kalian mengganggu kematianku. Meski begitu, kau mengataiku tidak kompeten, menghinaku, menertawakanku, dan mengantarku ke dalam kegelapan yang begitu pekatnya. Mereka yang mengganggu bunuh diri seseorang perlu diberi hadiah. Tak masalah apa yang aku alami dan aku rasakan dengan hidup di dunia ini, tapi kalian adalah tujuanku, dan kalian sama bodohnya dengan Saeki. Itu menjengkelkan. Itu sebabnya kau juga akan mati.”

Masamune merasa ragu saat dia berbicara sendiri. Aries juga tak mengerti dengan ucapannya kecuali hanya merenung. Masamune sendiri bertanya-tanya mengapa dia berbicara tentang hal ini sementara dia juga tidak mengerti? Wajah Masamune terlihat muram.

“Y-yah, mari kita lakukan! Kau akan belajar sihir di akademi bersamaku! Aku menyambutmu! Aku yakin kau akan menjadi penyihir yang baik!”

“Raut wajahmu tampak frustasi dan kau memberiku tawaran bodoh … Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Sedangkan aku masih memikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup. Manis sekali. Kau memanggilku untuk membunuh ayahmu di depanmu, ya? Bagaimanapun, kau persis seperti yang kupikirkan.”

“Tidak, itu tidak benar!—”

“Kau menjijikkan! Kau tidak pantas hidup. Kau akan memanggil Pahlawan berkali-kali. Tidak, bukankah kau sedang bersiap untuk Pemanggilan Pahlawan yang berikutnya? Bagimu, manusia seperti boneka, seperti gacha. Dan aku salah satunya yang kau sesatkan. Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Selanjutnya apa lagi? … Mengerikan sekali, kau menganggap kami sebagai barang.”

“Kami ingin kau mengalahkan iblis-iblis itu! Hanya itu!”

“Bahkan aku meragukan alasan itu sekarang. Kau ingin aku datang ke akademi? Kenapa aku harus belajar dengan orang-orang yang tidak kompeten itu? Kubilang padamu, mereka tak seharusnya belajar sihir dan cara bertarung. Ini kebodohanmu sendiri, yang menghina dan memandang rendah orang lain sebagai orang yang tidak kompeten, dan memaksakan alasan yang tak dapat dipahami kenapa seseorang itu harus melakukan apa yang diperintahkan karena ketidakkompetenannya.”

“Nito, ini sudah berakhir.”

Sieg bergegas mengakhiri. Ada banyak mayat dan genangan darah yang tersebar di seluruh aula.

“Tunggu, akan kuselesaikan secepat mungkin.”

Masamune dengan ringannya menendang perut Aries. Kemudian Aries melompat dan bangkit berulang kali, berguling dan berhenti di depan pintu besar.

“Uhukk!”

Aries memuntahkan darah sambil berbaring miring.

“Tapi kalian tidak perlu belajar lagi. Nah, ngomong-ngomong, bagaimana dengan Saeki? Apa dia masih hidup? Koizumi juga, bagaimana kabarnya? Mereka bertiga sering mengejekku. Apa Kawachi juga anggota komite kelas? Mereka semua sama-sama memuakkan… ”

“Apa maksudnya … bukankah mereka temanmu?!”

“Kenapa kau kesal begitu? Oh … apa mereka tangan kananmu?”

Masamune mencondongkan tubuhnya dan memberinya tatapan dingin. Mata kiri itu masih menyala merah.

“Aku tak berpikir mereka adalah teman. Bukankah Saeki tertawa setelah aku menghilang? Lalu Ichijo dan Kawachi akan memulai perannya lagi. Oh ya, bagaimana dengan Ichijo? Apa dia masih pura-pura sok adil?”

“Dia memang begitu, tapi dia lebih baik darimu … Hidaka.”

“Apa, kau ingat namaku rupanya? Kalau begitu aku akan membiarkanmu pergi sebagai hadiah.”

Aries menatapnya. Masamune tersenyum melihat ekspresi sesaat itu.

“Cuma bercanda.”

Masamune menghela nafas dalam-dalam dan perlahan mulai berjalan menghampiri Aries.

“Duduklah, biar kupikirkan sejenak.”

Aries menatap Masamune yang mendekat.

“Jangan bodoh, hentikan…”

“Aku serius, aku akan memikirkannya.”

Ekspresi Aries mulai agak mengendur. Lalu, sambil merangkak, dia perlahan-lahan menoleh ke arah Masamune.

“—[Destruction Soul Break]”

Tiba-tiba, Masamune meneriakkan sihirnya. Segera setelahnya, lingkaran sihir yang sebelumnya tidak ada di kaki Aries menjadi hancur.

“Apa itu?”

Mungkin dia merasakan sesuatu. Masamune tidak tahu apa yang Aries coba lakukan.

“Sihir transfer,” jawab Sieg.

“Aries dapat mengubah warna lingkaran sihir secara transparan dan menyembunyikannya. Artinya, dia bisa menggunakan sihir transfer tanpa diketahui oleh lawan. Itu karena dia ditakuti sebagai sang Penyihir Leher, dan tidak ada yang bisa bereaksi terhadap wanita ini jika tiba-tiba dia muncul di belakang mereka.”

“Bukankah itu aneh? Bagaimanapun kau adalah seorang penyihir. Kau bukannya mengakui kesalahanmu tapi malah mencoba melarikan diri … [Phantom Pain]!”

Aries meliukkan tubuhnya dan menjerit. Dia memutar tubuhnya berkali-kali untuk menghilangkan rasa sakitnya. Sedangkan Masamune terkesan dengan sihirnya sendiri. Dan dia yakin bahwa itu adalah sihir yang mewakili Masamune saat ini, dan akan berguna di masa depan nanti.

“Ini sihir yang tepat untukku—[Phantom Pain],” dan Aries tampak kesakitan luar biasa. “[Healing Heel (Conditions Effect).”

Dan Aries kembali normal.

Abnormalitas Masamune terlihat jelas di mata Sieg. Tapi ketiganya diam-diam menyaksikannya.

“Tapi ini sudah bagus. Selama ini aku banyak berpikir tentang bagaimana cara menebusnya dan bagaimana caraku melukaimu … Aku berpikir apa aku bisa memotong setiap jarimu dengan pedangku. Tapi saat kau ada di depanku, semua yang sudah kupikirkan itu jadi hilang. Mungkin karena emosiku yang tinggi, jadi kupikir aku akan membunuhmu dengan cara yang tak terduga.”

Kemudian Masamune melompat dengan kuat dan memukul lengan kanan Aries dengan tangan kirinya. Seharusnya itu hanya kepalan tangan biasa, tapi lengan kanan Aries meledak dalam sekejap, dan darah segar berhamburan seolah-olah itu adalah balon air yang telah pecah.

Aries sepertinya tak punya energi untuk berteriak sambil memegangi lengan kirinya.

Apa sihir penyembuhannya tidak bekerja?—Tapi Masamune tak tertarik dan tidak mempertanyakannya.

“Lhah? Aku masih bisa melakukan ini secara tak terduga, ya? Lalu selanjutnya—”

Tanpa ragu, Masamune melanjutkan pukulannya ke lengan kiri Aries. Aries lumpuh dan tidak lagi kesakitan. Matanya kosong dan tampak akan pingsan.

“—[Healing Heel]”

Masamune menyembuhkan luka Aries. Namun, lengannya yang hilang tidak kembali. Aries kehilangan lengannya.

“Sekarang rasa sakitnya hilang, kan? Hei Aries, bagaimana sihir penyembuhannya?”

“Ini… bukan sihir penyembuhan…”

Sementara mengajukan pertanyaan, Masamune tidak mau mendengarkan Aries. Kali ini, dia melakukan tendangan keras yang ditujukan pada kedua kaki Aries. Dua suara pukulan terdengar berturut-turut. Setelah itu, darah segar terciprat dengan cara yang sama, dan kaki Aries terpisah dan melayang.

Masamune menghentikan pendarahan itu lagi dengan sihir penyembuhan, tapi Aries tidak bisa bergerak lagi.

“Rasa sakitmu hanya sesaat. Ini bukan rasa sakit atau apa pun itu jika dibandingkan dengan saat aku berkeliaran di kegelapan itu.”

Masamune berulang kali melemparkan sihir setelahnya. Menyembuhkannya dengan sihir penyembuhan setiap kali Aries pingsan, tapi kerah pakaian putih yang dikenakan Aries menjadi kotor dengan campuran air liur, darah, dan kotoran.

Bahkan dengan wajah Aries yang seperti itu, Masamune masih memiliki ekspresi dingin di wajahnya.

“Aku tak berharap untuk membunuh orang asing, yang baru pertama kutemui. Aku bahkan tidak ingin membunuhnya.”

Masamune dengan ringan menendang wajah Aries. Darah dan giginya berceceran, dan pipinya tercungkil.

“Ugghh! … Tunggu! Henntikan! Kumohonn! Tolongg!

“Apa kau masih ingin hidup meski telah jadi seperti itu?”

“A-aku tidak akan melepaskanmuuu! H-hentikann! Siaallann!

“Menyebalkan sekali. Kalau begitu … Aries.”

Masamune akhirnya menginjak wajah Aries dengan tatapan yang tak pasti.

―”[Aries Greyberg [Lv: 42] dikalahkan, keterampilan unik “Blessing Goddess” telah diaktifkan. Silakan pilih jarahan.”

Sejumlah besar darah mengalir di kakinya. Cahaya bulan menyinari celah antara dinding istana yang runtuh dan langit-langit aula yang redup dan tertutup oleh gelapnya malam. Tapi tidak jelas apakah itu bulan atau tidak. Dengan mata kirinya yang seperti kunang-kunang dan menyala merah dalam kegelapan, Masamune menunduk memandang darah yang diinjaknya.

“…”

Tidak ada yang bisa dikatakannya. Sekarang Masamune tahu rasanya balas dendam untuk pertama kalinya. Tanpa ekspresi dia menatap sesuatu yang telah berubah menjadi segumpal daging yang mengerikan dengan matanya yang menyala merah.

Tiba-tiba raut wajah Masamune berganti sedih ketika dia mengingat perasaan yang tak terduga dari lubuk hatinya. Dia bingung dengan perasaan yang tidak diketahuinya. Namun, Masamune tidak tahu arti perasaan ini lebih dari ekspresinya saat ini. Karena itu, Masamune salah dalam memahaminya. Dengan kata lain, ini adalah balas dendam yang hanya Masamune pikirkan, tapi Masamune tidak menyadarinya.

Jadi, Masamune mungkin akan kesulitan untuk beberapa waktu mendatang. Tentang arti balas dendam – sampai dia menyadari esensinya.

 

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset