Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 35

Chapter 35 - Kebenaran Tentang Pemanggilan Pahlawan

Markas Ksatria Putih Kerajaan berada di dalam istana kerajaan Razhausen. Di ruang pertemuan, terdapat orang-orang berjubah putih yang tengah duduk mengelilingi meja panjang vertikal.

“Maaf, aku terlambat.”

merry christmas

Sierra, yang berada di posisi peringkat ketujuh, menduduki kursi yang paling dekat dengan pintu masuk.

“Tidak apa-apa. Kita mulai setelah beberapa waktu tertunda karena keterlambatan Sierra.”

Tepat di samping Sierra adalah Emily Anderson, yang menempati peringkat keenam dalam anggota. Peringkatnya tak jauh dari Sierra. Rambut cokelat berkuncirnya mengayun menawan, namun yang paling mencolok adalah gada besar yang bersandar di dinding belakangnya.

“Terima kasih atas kerja kerasmu. Kalau kau ingin mengawasi bocah itu, kenapa tak langsung tanyakan pada Sierra saja? Sembunyi-sembunyi itu merepotkan.”

Dan yang di seberang Emily adalah Edward Scoth, yang menempati peringkat kelima. Dia mengenakan mantel dan topi putih yang sesuai dengan tubuhnya yang tinggi. Melalui kacamatanya, dia menatap Reinhardt yang duduk di kursi utara, yang paling jauh dari pintu.

“Sierra, apa yang orang itu lakukan? Sepertinya dia tinggal di rumahmu. Apa kau yang memintanya tinggal di tempatmu?”

Di samping kanan Edward adalah Raid Black, yang menempati peringkat keempat. Saat Sierra bertanya, “Ada masalah?” dengan nada tak sukanya, Raid memalingkan wajahnya.

Sierra menghela napas ringan, namun tak bisa menyembunyikan helaan napasnya dari orang-orang yang duduk berhadapan dengannya.

“Bagaimana dengan Week, baik-baik saja?”

Agak jauh dari Sierra, tampaklah Hilda Ecarlat, peringkat ketiga yang duduk di samping kiri Edward.

“Apa kau akrab dengan Masamune dan Toa? Aku menanyakannya pada Edward, katanya mereka berteman dengan keluarga ras Kucing Putih.”

“Kakak, soal itu bahas nanti saja setelah kau pulang. Edward, apa maksudnya tadi? Pengawasan?  Aku belum pernah dengar tentang hal itu.”

“Tunggu sampai Reinhardt bicara, Sierra. Rupanya ini adalah keputusan Yang Mulia.”

Di seberang Hilda adalah Daniel King, peringkat kedua. Dia duduk tepat di samping Emily.

“Mereka merupakan target pengawasan. Untuk mengkonfirmasinya, kami memintamu ke Week. Yang Mulia telah mendengar dari Tuan Boreas tentang situasi di gudang dan cerita tentang pedagang yang mengincar tanah itu. Yah, Reinhardt tidak akan menjelaskan kalau aku banyak bicara begini. Jadi, apa pertemuan kali ini?”

Reinhardt Rickman, sang peringkat pertama, dia mulai berbicara dengan segelar air di tangannya. “Tampaknya Dragon Heart telah muncul di Greyberg.”

Dragon Heart—Mata semua orang berubah saat kata-kata itu terucap. Bahkan Raid, yang tampaknya tak bersemangat, tersenyum seolah tertarik pada cerita itu.

Tapi tidak dengan Sierra. Sierra yang tidak pandai berbohong, melihat ke bawah meja dan menyembunyikan ekspresinya yang tak dapat dipahami.

“Ada apa, Sierra?” tanya Hilda.

“Ada apa dengan perutku, ya? Kok sakit.” Suara Raid berubah.

“Raid, jangan main-main.”

Setelah mendengar Dragon Heart, Sierra teringat Masamune. Dia harus membicarakannya sebagai seorang Ksatria Putih, bukan sebagai teman. Sierra dilema.

“Tidak, tidak apa-apa.”

“Akan kulanjutkan, ini poin pentingnya.”

Lalu, Reinhardt mulai membahas ke pokok utama.

“…Greyberg memanggil pahlawan.”

“Hahahaha! Dasar ya orang-orang itu!”

Raid tertawa mendengarnya. Tapi semua orang memasang pandangan yang mengejutkan tentang hal ini.

“Mereka melakukan hal yang bodoh…” Daniel memegangi kepalanya.

“Itu menurut sumber terpercaya, jadi tak diragukan lagi.”

“Itu artinya Dragon Heart tahu tentang pemanggilan itu dan muncul di Greyberg?” tanya Raid antusias.

“Mungkin begitu. Albert Morrow sang Penyihir Hutan sudah meninggal.”

“Penyihir Hutan adalah orang yang dulunya menggunakan sihir untuk menguasai bumi dalam perang dengan kekaisaran lama dan mengancam pasukan musuh sepanjang waktu. Aku hanya tahu namanya,” kata Edward menganalisis.

Rupanya Albert memiliki anekdot.

“Oh, sepertinya pemakaman sedang berlangsung di sana.”

“Dragon Heart mengingatkanku pada kasus Kerajaan Toyland… Begitu rupanya, aku tahu ceritanya, dan ternyata tak berakhir sampai di situ saja ya.” Raid  tersenyum jahat.

“Bahkan Albert Morrow tidak bisa melawannya…,” kata Hilda yang sangat serius menanggapi kekalahan sang Penyihir Hutan.

“Apa maksudnya memanggil pahlawan?” tanya Sierra.

“Apa Sierra, kau bahkan tidak tahu soal itu?”

“Maaf…”

“Tapi tak mungkin kalau kau tidak tahu. Itu adalah sihir yang digunakan oleh Gaido, tapi sihir itu tidak populer di kalangan masyarakat umum.”

“Hmm? Apa aneh kalau aku memanggil orang lain dengan Gaido?”

“Tidak, itu…”

“Maukah kau mengubah sikap mengintimidasimu itu pada Sierra?” tanya Hilda.

“Aku tidak mengintimidasi.”

Raid menggigit lidahnya karena kesal, tapi senyuman itu segera kembali.

“Apa boleh buat, aku akan memberitahumu. Memanggil pahlawan adalah semacam sihir pemanggilan.”

Lalu Raid menjelaskannya pada Sierra.

“Begitu ya, jadi itu sihir pemanggilan.”

“Itu berbeda dari sihir pemanggilan yang kau tahu.”

“Kau bilang…”

“Sejak awal itu adalah teknik sihir terlarang, kemampuannya sederhana tapi kuat. Sihir itu digunakan untuk memanggil pahlawan dari dunia yang berbeda. Apa kau tidak tahu apa itu pahlawan?”

“Apa maksudmu adalah pahlawan yang ada di dalam dongeng?”

“Kau tidaklah salah, tapi jawabanmu itu kurang tepat. Itu adalah istilah umum untuk mereka yang dipanggil. Tampaknya itu juga disebut pemanggilan pahlawan tergantung pada waktunya. Dengan kata lain, tidak diketahui apakah dia seorang pahlawan, atau apa dan siapa pun itu yang datang. Di masa lalu, ada beberapa Beasts yang dipanggil dan tidak mengerti dengan bahasanya. Tapi sekarang target pemanggilan telah dirubah. Dengan sesuatu yang masuk akal dan dapat dimengerti. Kebanyakan dari mereka pada dasarnya adalah manusia.”

“Lalu bagaimana dengan orang yang dipanggil?”

“Yah, orang-orang yang dipanggil memiliki perlindungan yang disebut berkat. Aku tidak tahu rinciannya, tapi nilai awal statusnya sangat tinggi. Dia bisa menggunakan sihir tingkat tinggi meskipun dengan level rendah. Mungkin juga bisa mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus dan keterampilan yang unik?”

Raid sendiri tak begitu memahami tentang pemanggilan pahlawan. Namun, tidak ada yang keberatan dengan penjelasan tersebut.

“Aku mengerti, tapi kenapa teknik sihir itu dilarang? Menurutku itu sihir yang sangat bagus…”

“Karena harus mengorbankan seseorang,” jawab Reinhardt.

“Mengorbankan…?”

“Sihir itu membutuhkan kekuatan sihir yang sangat besar sekaligus, yang merupakan inti dari manusia.”

“Bukankah perlu bagi manusia untuk menjadi inti dari kekuatan sihir?”

“Seperti yang Raid katakan tadi, ada kasus di mana Beasts dipanggil di masa lalu. Pada saat itu, tampaknya ada Beast yang dikorbankan. Beasts yang dipanggil tidak memiliki alasan ataupun tujuan, mereka tidak bisa memahami kata-kata, dan mereka hanya menyerang orang-orang di sekitarnya. Berdasarkan kejadian itulah hanya manusia yang digunakan sebagai korban.”

Sierra merasa marah ketika dia mulai mengerti.

“Tapi sihir itu menakutkan. Ah tidak, apa manusia yang menakutkan?”

“Raid, jangan bicara lagi. Sudah cukup.”

“Aku juga tak mengerti apa yang Ksatria Putih ini lakukan sekarang.”

Reinhardt membuat tatapan tajam pada Raid saat dia melanjutkan bicaranya.

“Reinhardt, aku baik-baik saja. Raid, tolong beri tahu aku.”

“Yah, akan kuceritakan.”

Raid tersenyum pada Reinhardt.

“Pengorbanan bukan hanya sekedar pengorbanan. Ini sihir, bukan keyakinan. Seperti yang kukatakan sebelumnya, apa yang dibutuhkan adalah inti dari kekuatan sihir, yaitu sejumlah besar kekuatan sihir. Namun, intinya biasanya besar. Dengan mengendalikan pasokan kekuatan sihir sambil menetapkan batasan agar tubuh si pemilik tidak bisa dihancurkan. Namun, dalam kondisi terbatas, jika sejumlah besar kekuatan sihir tidak bisa diperoleh, maka pemanggilan pahlawan pun tidak bisa dilakukan.”

“Dengan kata lain, perlu menghapus batasannya?”

“Benar. Itulah yang  aku maksud.”

Gaido. Sierra memikirkan arti kata-kata yang baru saja Raid katakan.

“Keputusasaan dan ketakutan!”

Kemudian, mata Sierra membelalak terkejut.

“Menurutmu, apa cara tercepat untuk membuat merasa orang putus asa dan takut?”

“…Penyiksaan!”

“…”

“Memberikan rasa takut dengan rasa sakit. Jangan membuat kesalahan dengan membunuh, karena kalau kau membunuh, intimu juga akan mati. Jika Roh dihancurkan, batasannya akan disingkirkan dari inti manusia. Kemudian, tubuh manusia memancarkan cahaya dan sejumlah besar kekuatan sihir dilepaskan. Dan sihir pun diaktifkan – inilah pemanggilan para pahlawan!”

“…Berapa banyak orang yang dikorbankan?”

“Aku tidak tahu persis. Mungkin ratusan atau ribuan orang … Ada cerita bahwa orang-orang menghilang dari negara saat pemanggilan para pahlawan dilakukan di masa lalu.”

“…Jadi begitu.”

Sierra tak bertanya apa-apa lagi.

Kemudian, Reinhardt melaporkan bahwa bangkai Noot Kerane yang telah ditemukan beberapa hari yang lalu, telah dicuri oleh seseorang. Itu adalah masalah yang serius, dan yang membuat pusing para Ksatria Putih. Tapi Sierra tak mendengar apa pun yang dikatakan Reinhardt.

Di akhir pertemuan, Hilda memanggil Sierra, tapi Sierra dengan perlahan menjawab, “Tidak apa-apa,” lalu meninggalkan istana.

 

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset