Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 32.3

Chapter 32.3 - Dari Lubuk Hati

Aku melakukan kontak mata dengan Toa dan Sierra, tapi keduanya memiringkan kepala karena tak mengerti akan keanehan Roberts.

“Tuan, ini aku kembalikan.”

merry christmas

Setelah aku keluar dari toko, Roberts mengembalikan pedang ular itu.

Saat aku menerima pedang ular, entah kenapa aku menyadari sesuatu. Pasti ada sesuatu dalam penilaiannya.

“Nilai pedang itu tidak bisa diukur di sini.”

“Tidak bisa diukur?”

“Apa maksudmu, apa karena kelasnya yang legendaris?” tanya Sierra.

“Tidak, pegawai toko mengatakan dia bisa mengukur hingga tingkat Legendary. Dengan kata lain, pedang itu merupakan senjata kelas Mythic atau di atasnya.”

Itu adalah pedang yang digunakan oleh Shawn, dan aku tak meragukan tentang nilainya.

“Begitu ya.”

“Kelas Mythic … ini pertama kalinya aku melihatnya.”

“Aku juga belum pernah melihatnya.”

“Apa barang kelas Mythic itu sangat langka?”

“Bukan langka lagi. Item Mythic tidak beredar di pasaran. Tak berlebihan kalau kukatakan, item tersebut tidak ada.”

“Tidak ada? Tapi ada standar nilai yang ditetapkan untuk item Mythic, kan?”

“Aku dengar kalau kau pergi ke toko utama, ada beberapa barang setingkat Mythic. Tapi aku belum pernah melihat pedang yang seperti itu.”

“Apa maksudnya?”

“Bukan apa-apa. Seharusnya ada standar nilainya, tapi aku tidak tahu apakah itu benar-benar ada atau tidak. Itu sebabnya semuanya memiliki level Fantasy, dan monster memiliki level yang tak terbatas. Bahkan pegawai toko itu tak bisa berkata banyak. Bisa dikatakan aku juga bisa mengukur kelasnya, tapi sebenarnya, aku hanya bisa mengukur barang-barang sampai di kelas Legendary. Ini tidak bisa diandalkan juga.”

Sepertinya itu menyangkut monster, dan sepertinya pedang ular Killgils ini belum bisa dikonfirmasi karena di atas peringkat SSS.

Roberts sepertinya memiliki pendapat tentang pedang ular, tapi dia berhenti bicara.

Ngomong-ngomong, Shawn menyuruhku memberikan pedang ular pada Toa kalau pedang itu tidak cocok untukku. Aku sudah menggunakannya sementara waktu dan belajar permainan pedang sebelumnya.

-Pedang ini tidak cocok untukku.

Ada perasaan aneh saat memikirkannya.

“Hei Toa, kalau kau mau, kau bisa pakai pedang ini. Aku bisa menukarnya dengan pedangmu.”

“Hah? Kenapa? Ini pedang yang nilainya melebihi kelas Mythic, kan? Aku tak masalah kalau kau menggunakannya, Masamune.”

“Sepertinya pedang ini tidak cocok untukku.”

“Meski kau bilang begitu, aku tidak bisa menguasainya…”

“Yah aku berpikir untuk menggunakannya, tapi ini bukan pedang yang cocok untuk pria.”

Terlebih lagi, pedang ini bukan untuk manusia. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa seperti itu.

“Jadi kurasa ini cocok untukmu, Toa.”

Dengan ekspresi enggan, Toa menerima pedang itu dan memeriksanya. Setelah beberapa saat, dia menjawab “Baiklah” dan mengganti pedang lebar di pinggulnya dengan pedang ular Killgils.

“Eh, yakin tidak apa-apa?”

“Ya, entah kenapa, ini cocok juga.”

Apa ada sesuatu yang kuperhatikan? Tapi ekspresi Toa tampaknya terlihat puas.

“Tuan, kau benar-benar tidak menginginkannya ya. Aku tidak tahu kenapa kau begitu mudahnya memberikan sesuatu yang sangat berharga. Aku ingin tahu, berapa kau ingin menjualnya?”

Tampaknya satu-satunya hal yang dipikirkan Roberts adalah uang, tapi mau bagaimana lagi, dia adalah seorang pedagang.

“Tidak apa-apa. Soal uang, masih ada lebih dari 20 juta yang tersisa.”

“…Tuan ini orang yang aneh ya. Entah kau ini hanya tidak serakah atau berhati besar.”

Aku bukan orang yang berhati besar. Ucapan orang ini cukup meledek juga ya.

Setelah itu, kami berpisah dengan Roberts dan sekarang berada di kereta menuju Ibukota Kerajaan. Aku merasa agak bersalah, Sierra berulang kali berterima kasih padaku untuk rapiernya.

“Tak masalah. Kalau kau tak mengizinkan kami tinggal di rumahmu, aku dan Toa mungkin harus tidur di luar selama beberapa hari tanpa makan.”

Terkadang aku mendapatkan permintaan hanya saat aku menginginkannya, dan bisa menjalani kehidupan seperti ini karena Sierra yang mengizinkan kami tinggal di rumahnya. Tak salah kalau kukatakan keadaan kami sekarang adalah berkat Sierra.

Nem tertidur di sampingku, mengenakan tudung bertelinga kucing. Rupanya datang ke negera yang asing ini cukup melelahkan. Sedangkan Toa, yang mengenakan jubah bulu dengan angin meniup rambutnya yang merah muda, dia lebih cantik daripada saat kami bertemu. Pilihan yang tepat untuk membeli jubah itu, meskipun tidak ada hal lain yang Toa inginkan.

Baru-baru ini aku bisa mengistirahatkan diriku. Lalu, untuk sesaat, aku merasa seolah-olah sedang bermimpi dengan ketiganya yang berada di depanku. Aku tak pernah membayangkan seperti itu karena sebelumnya aku sendirian.

Aku pun tak bisa membayangkan hari itu, hari dimana aku hanya ingin mati.

Aku berterima kasih pada ketiganya … dari lubuk hatiku.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset