Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 32.2

Chapter 32.2 - Dari Lubuk Hati

Sementara itu, aku memutuskan untuk pergi melihat Sierra dan Nem. Nem sedang melihat National Treasure di showcase.

Kapan dia masuk?

“Nem, ada sesuatu yang kau inginkan?”

“Hmm … aku tidak tahu. Aku bingung melihat barang yang belum pernah kulihat sebelumnya.”

Pakaian seperti apa yang cocok untuk Nem?

dukung klik iklan

Aku memanggil pelayan toko dan menjelaskan bahwa Nem adalah keluarga dari ras kucing. Lalu aku bertanya padanya apakah ada baju zirah yang bisa dipakai untuk orang sekecil Nem.

“Kalau begitu, bagaimana dengan yang ini?”

Lalu petugas itu membawa sesuatu seperti kaos tipis mengkilap.

“Ini disebut Mithril, dan ini diciptakan oleh tangan seorang alkemis senior elf sekaligus penjahit. Anda bisa memakainya sebagai dalaman. Harganya 2 juta Rion karena pakaian ini dilengkapi dengan sihir peregangan. Oleh karena itu, anda bisa memakainya tanpa suatu masalah meskipun anda bertambah tua dan tinggi badan anda bertambah.”

Kaos polos ini harganya 2 juta. Siapa si Elf itu?

“Apa baju ini kuat?”

“Ya, tentu saja. Kami menggunakan bahan kelas National Treasure.”

Bersama dengan pakaian Toa seharga 3,5 juta, ini baru permulaan.

Jadi aku pun membeli Mithril.

“Nem, pakai ini di bawah bajumu. Pakaian ini akan melindungi tubuh Nem.”

“Bukankah ini terlalu mahal?”

“Ya. Tapi untuk seterusnya pakaian ini bisa melindungi tubuh Nem. Jadi kupikir pakaian ini sudah murah.”

“Yang benar?” Nem terlihat sedikit cemas.

“Ah. Cobalah bersama Toa di sana.”

Nem menatap mataku dan berlari sambil tersenyum, “Baiklah!”

“—Master!”

Namun, saat aku mencoba meninggalkan tempat itu, aku mendengar suara Nem lagi, dan saat aku menoleh ke belakang, kulihat lagi Nem yang seharusnya sedang mencoba pakaiannya.

“Kenapa?”

“…Terima kasih!”

Dengan senyum polos, Nem berkata dan berlari lagi.

Nem cukup polos, dia bisa membuatku tersenyum tanpa alasan di belakangnya. Lalu, Toa muncul dari ruang ganti saat mereka berganti tempat. Pada saat itu, kesan saat pertama kali aku bertemu dengan Toa terasa hidup kembali.

“Eh, apa-apaan baju itu?”

Selain jubah bulu yang baru saja kami beli, Toa mengenakan pakaian yang tidak aku ingat sebelumnya.

“Staff toko melayaniku karena baju ini terlihat cocok dengan warna rambutku.”

Dia seperti Otohime dari Kerajaan Ryugu. Cantik dan indah.

[Tl/note: Otohime: putri duyung ikan emas, ratu dari kerajaan ryugu]

“I-tu… cocok untukmu,” kataku canggung.

Toa tersenyum dan berkata, “Terima kasih.”

“Master, sudah kupakai!”

Kudengar kembali suara polos itu. Aku menoleh ke belakang, dan melihat Nem yang juga berpakaian yang tak ingat sebelumnya.

“Aku mendapatkannya dari pelayan toko!”

Nem mengenakan hoodie putih dan celana pendek berbahan bagus. Samar-samar aku bisa melihat Mithril di dadanya. Dan aku juga melihat sesuatu. Kenapa ada telinga di tudung pakaiannya?

Menurut pelayan toko, ini adalah jenis hoodie untuk ras kucing, yang dibuat meskipun tudungnya menutupi kepala, telinganya masih bisa berdiri. Dan mereka bilang ini layanan gratis sehingga kami tidak perlu membayar.

Selanjutnya adalah Rapier Sierra. Saat aku melihat ke sekeliling toko, kulihat Sierra juga menatap showcase.

“Apa kau sudah menemukan Rapier yang cocok?”

“Masamune, itu…”

Di depan etalase, Sierra bergumam. Terlihat sebuah pedang bermotif seperti kepingan salju. Dia sangat mudah mengenalinya.

“Rapier ini terbuat dari tanduk unicorn. Terlebih lagi, itu adalah unicorn yang hidup di Pegunungan Arda.”

“Pegunungan Arda?”

“Pegunungan Arda adalah pegunungan setinggi 10.000 meter di Mod Hern. Daerah itu terus dituruni dan diselimuti salju selama ratusan tahun, dan tidak ada monster yang benar-benar bisa mendekat karena dinginnya. Namun tampaknya itu adalah wilayah unicorn. Unicorn yang dibesarkan di gunung itu memiliki kekuatan sihir beratribut es dengan intinya yang berada di tanduknya. Karena lingkungan yang keras, unicorn itu sendiri menjadi monster berkualitas tinggi. ”

“Apa anda pergi berburu di gunung seperti itu?”

“Tidak juga. Jarang ada unicorn yang turun ke kaki gunung. Ada yang menangkapnya di sana untuk membuat Rapier kristal es ini. Pedang ini memiliki inti atribut es yang berisi kekuatan sihir es. Tentu saja orang yang membuatnya adalah seorang pandai besi senior. Karena itulah harganya 5 juta Rion, dan ini juga sebuah barang yang kualitasnya terjamin.”

Wajah Sierra menegang saat dia mendengar 5 juta.

“Ngomong-ngomong, Sierra juga menggunakan sihir es, kan? Jadi Rapier ini akan jadi pasangan yang cocok untukmu.”

“Benar sih, tapi ini terlalu mahal. Aku masih seorang Ksatria yang belum dewasa, kalau ada pedang yang lebih murah—”

“Jangan pikirkan yang lain. Menurut Sierra sendiri pedang ini gimana? Mau aku belikan atau tidak??”

[Tl/note: zzzz ini bagian yg bikin aku dah ga tahan lagi pingin komen. Kadang kesel juga sm ni cewek. Butuh tapi sok gengsi. Ada yg bantu/beliin barang tapi banyak mikir, toh yg punya uang jg dah bilang gpp. Kadang tl nih cerita bikin emosi sendiri. Ini menurut pendapatku, lho. Blm tentu menurut pembaca yg lain jg sama 😀 tp dr awal mmg kurang suka sm sierra >.< ]

“Yah, menurutku Rapier ini sangat luar biasa! Bilahnya, kilauannya, pegangannya. Semuanya sangat bagus! Yang terutama, Rapier ini memiliki inti atribut es, jadi tidak ada yang bisa kukeluhkan tentang Rapier ini.”

“Baiklah, aku juga akan beli yang ini.”

“Terima kasih banyak,” kata sang pelayan toko bersemangat.

“Tu-tunggu, Masamune! Jangan! Aku tidak bisa menerima barang semahal itu!”

[Tl/note: nah kan!!!]

Sierra dengan keras kepala menolak menerimanya, dan aku pun memaksanya dengan mengatakan, “Aku sudah membelinya, dan barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan!”

Akhirnya dia berkata, “Maaf. Akan kujadikan pedang ini sebagai harta berhargaku selama sisa hidupku.”

Jadi total harganya adalah 8,5 juta Rion. Dan sisanya masih ada 21,5 juta Rion, tidak termasuk uang pecahan. Masih cukup banyak. Tidak ada salahnya belanja semahal ini.

Setelah selesai berbelanja, kami kembali ke toko. Roberts sedang menunggu di sana dengan menggenggam pedang ular. Namun, entah kenapa dia tampak aneh.

“Terima kasih telah menunggu.”

Roberts memandang gadis-gadis yang penampilannya telah berubah dan berkata, “Kalian sepertinya habis bersenang-senang.” Lalu pandangannya mendarat di pedang Sierra dan kembali mengatakan, “Rapier kristal es, senjata yang bagus.”

Tapi begitulah, aku segera meninggalkan toko tanpa bicara apa pun, sepertinya ada yang sedikit aneh.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset