Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 32 (1)

Chapter 32.1 - Dari Lubuk Hati

Nama sang pemilik toko itu adalah Roberts. Dan aku tidak tahu apakah itu nama keluarga atau nama depan. Meskipun tampaknya dia seorang pedagang terkenal, wajar saja jika dia memiliki seorang kurir yang bisa membantunya melakukan bisnis jual beli dengan bangsawan.

“Tuan, boleh aku lihat pedang itu sekali lagi?”

merry christmas

Ini adalah Pedang ular Killgils.

Wajah Roberts berubah saat dia tahu aku mendapatkannya dari Dungeon. Aku tak yakin apa aku harus memberikannya untuk dia periksa sekali lagi atau tidak.

“Tuan, kau tidak boleh sembarangan mengatakan Dungeon atau kata-kata yang berbahaya seperti itu.”

“Berbahaya?”

Itu memang tempat yang berbahaya, tapi…

“Untuk sekarang, mari kita menilai apa yang kuketahui. Akan lebih baik kalau tak membicarakannya dengan sembarangan, benda-benda dari Dungeon itu misterius. Meski benda itu semacam kelas Legendary, Mythic, atau Fantasy sekalipun, hidupmu bisa dalam bahaya.”

Sementara Roberts menjelaskan, Sierra menatap pedang ular dengan serius.

Meski begitu, hidupku sedang dipertaruhkan … Dunia yang berbahaya.

[Cook’s Toy Store]

Roberts menjelaskan bahwa itu adalah toko yang dikelola oleh Cook Group besar. Ditandai dengan papan yang bergambarkan seorang lelaki tua yang mengenakan topi runcing, janggut putih yang menggantung di bawah senyumnya, dan memegang tongkat cokelat.

“Besar sekali!”

Nem sangat mengagumi ukuran eksterior tokonya.

“Apa ada toko seperti ini di kota asalmu, Toa?”

“…Aku tidak tahu. Aku  belum pernah ke kota.”

Dia seorang iblis, jadi kupikir dia tinggal di hutan besar. Tapi kehidupan seperti apa yang dia jalani?

“Ini disebut toko mainan, tapi di dalamnya kurang lebih adalah toko sihir. Ayo kita masuk.” Roberts tampak bersemangat saat memasuki toko.

Saat kami masuk, rasanya kami sedang berada di istana yang penuh kemewahan. Tirai merah emas tergantung di jendela. Lampu gantung besar berhias kristal biru dan putih tergantung di langit-langit. Lantainya tertutup penuh dengan karpet merah bersulam.

Barang-barang dipajang di dalam etalase, semua jenis pedang dan baju besi, bahkan perisai ditampilkan di sepanjang dinding. Bahkan ada pakaian yang tak lebih dari hoodie.

Di tengah toko, ada jejeran cairan dalam botol kaca yang biasa digunakan dalam percobaan sains. Penampakan seperti itu berlanjut sampai ke bagian belakang toko.

“Untuk sekarang, ini dulu.” Roberts menyerahkan killgills kepada wanita di konter itu.

“Keren sekali! Pedang ini lebar dan berkilauan!”

“Hei, Nem.”

Nem masuk jauh ke dalam toko dengan Toa yang mengikutinya di belakang.

“Sierra, gimana kalau kau melihat-lihat juga ke dalam? Aku tak tahu banyak tentang rapier, dan akan lebih baik kalau kau yang memilih sendiri.”

“Itu benar, tapi…”

“Jangan khawatir soal harganya. Anggap saja itu sebagai bayaran sewaku karena kami tinggal di rumah besarmu. Kau juga telah membantuku.”

Awalnya, aku bermaksud mengucapkan terima kasih padanya. Tapi aku tak tahu dengan kebiasaan yang ada dunia ini, jadi aku tak tahu bagaimana harus berterima kasih pada mereka. Itu sebabnya aku menunda menunjukkan rasa terima kasihku.

“Kalau begitu, aku terima kata-katamu.”

Setelah mengatakannya, Sierra memberi anggukan singkat, lalu masuk jauh ke dalam ke toko.

“Suami, kenapa kau tak melihat-lihat juga? Aku sedang menunggu pendapatmu di sini.”

“Baiklah.”

Aku tak berpikir ada sesuatu yang berguna untuk Healer. Jika ada alat yang bisa menutupi kelemahanku, maka aku tidak akan disebut yang terlemah. Yang terpenting, tidak ada apapun yang aku inginkan, jadi aku memutuskan untuk melihat-lihat saja.

. . .

Aku melihat Toa yang sedang mencari sesuatu di toko.

“Toa, apa ada sesuatu yang terlihat bagus untukmu?”

“Masamune. Yah … tidak ada yang istimewa, sih. Aku punya pedang dan aku juga tidak ingin memakai baju zirah seperti itu. Aku lebih suka sesuatu yang lebih ringan.”

“Aku baru saja lihat hoodie yang tampak ringan.”

“Pelanggan terhormat, bagaimana dengan yang ini?”

Seseorang pelayan toko mendengar percakapan kami dan menawarkan rekomendasi produknya pada kami.

“Ini adalah armor Class Rare yang terbuat dari sisik Wyvern.”

“Rare Class?”

Aku memiringkan kepalaku saat mendengar istilah baru.

“Rare Class adalah bagian standar untuk mengukur nilai dari hal-hal seperti; senjata, buku, barang habis pakai, dan bahan monster.”


Common Class: Item berkualitas rendah yang terbuat dari monster peringkat B dan mineral.

Rare Class: Item berkualitas tinggi yang terbuat dari monster dan mineral peringkat A.

National Treasure Class: Item berkualitas tinggi yang terbuat dari monster dan bahan peringkat S.

Legendary Class: Item berkualitas sangat tinggi yang terbuat dari monster dan mineral peringkat SS.

Mythic Class: Item berkualitas sangat tinggi yang terbuat dari monster peringkat SSS dan mineral.

Fantasy Class: Item berkualitas sangat tinggi yang terbuat dari monster dan mineral tanpa batas.


Tampaknya tidak ada standar nilai yang ditetapkan untuk item yang termasuk dalam Rank C. Dengan kata lain, tidak ada nilai apapun yang bisa diperoleh dengan mengalahkan goblin sekalipun. Meski begitu, aku tidak tahu ada standar yang seperti itu. Dalam hal ini aku lebih menginginkan sesuatu yang sedikit lebih berharga. Dan armor Wyvern ini ringan dan kasar, tapi tidak cocok untuk Toa.

“Apa itu yang di belakang?”

“Itu tempat National Treasure.”

Itu adalah ruangan yang terpisah dari yang ini, aku bisa melihat showcase dari balik tirai.

“Bisa tunjukkan padaku bagian dalamnya?”

“Maaf, Nation Treasure sangat mahal, jadi sebelum masuk kami harus mengkonfirmasi anggaran anda. Maaf, apa anda keberatan jika saya menanyakannya?”

“Boleh saja… untuk sesuatu yang bisa dipakai aku bisa membelinya seharga 10 juta Rion. Apa ini cukup?”

Aku mengeluarkan setumpuk uang dari saku jubahku.

“Maafkan saya! Silakan lewat sini.”

Pelayan toko itu tampak terkejut melihat tumpukan uang. Dengan kata lain, uang ini sudah cukup untuk membeli item National Treasure. Sulit dijelaskan, secara obyektif aku memang terlihat seperti tidak punya uang, dan aku bisa memaklumi sikapnya itu.

“Hei, Masamune. Kau serius mau membelinya seharga 10 juta Rion?”

“Kenapa memangnya?”

“Itu 10 juta Rion, lho. Aku tak tahu berapa banyak daging Yowastein yang bisa kita beli dengan uang sebanyak itu. Punya banyak uang memang menyenangkan, tapi apa tidak apa-apa menghabiskannya semudah itu?”

“Aku mengerti maksudmu… Tapi tidak apa-apa kan mengeluarkan uang untuk membeli armor itu? Kita masih bisa mendapatkan uang lagi dari misi Request. Yah, bagaimanapun, mari kita lihat dulu. Aku tidak tahu harga pasar untuk barang-barang ini.”

“…Baiklah.”

Toa mungkin tidak tahu tentang harga pasar atau nilai uang di kota ini. Dia sepertinya khawatir, atau merasa tak enak padaku karena aku menghabiskan uangku untuknya.

National Treasure Class diperlakukan secara berbeda dari produk-produk yang ada di area lain. Bagian dalam ruangannya gelap, mungkin untuk menciptakan suasananya, dan itu seperti akuarium. Tepi showcase itu berwarna emas dan bagian dalamnya menyala. Bahkan ada sofanya untuk beristirahat.

“Toa, ini bagus, kan?”

Aku menemukan sesuatu yang sepertinya cocok untuk Toa.

“Jubah Menara Kastil?” (Tenshu Hagoromo)

Toa membaca huruf-huruf yang bagiku terasa seperti hieroglif. Itu adalah pakaian ringan dengan renda putih. Aku tak merasa itu armor, tapi saat dia menyebut jubah menara kastil, itu bukan berarti pakaian itu adalah armor, kan?

“Ini adalah Jubah Menara Kastil yang dibuat oleh seorang alkemis senior yang memadukan kain dan mineral dari National Treasure Class. Pakaian ini kokoh dan elastis, dan yang paling penting, pakaian ringan.”

“Bagaimana menurutmu, Masamune?”

“Benar. Aku pikir ini lebih cocok untukmu daripada armor. Kualitasnya juga tampak bagus. Aku rasa ini cocok untukmu.”

“Kalau begitu, baiklah. Aku pilih yang ini.”

“Maaf, berapa harganya?”

“Ini 1,5 juta Rion.”

Aku rasa harganya cukup terjangkau. Tapi 1,5 juta… jika ini adalah yen Jepang, siapa yang akan membayar 1,5 juta untuk membeli pakaian?

“Masamune, benar tidak apa-apa? Kau butuh uang untuk perjalananmu di masa depan, dan kau tidak perlu berlebihan.”

Aku menatap wajah Toa yang sangat khawatir.

Sikap bimbang yang tak sembuh-sembuh bahkan ketika datang ke dunia lain, itu tidak keren.

“Tidak. Ini tak masalah sama sekali. Aku cuma ingin membelinya.”

Seseorang berkata kau tidak bisa mengubah keputusan begitu saja.

“Maaf, tolong beri kami pakaian ini.”

“Terima kasih telah membeli. Saya akan segera membawakannya.”

Setelah itu, aku melanjutkan pembeliannya, tapi Toa mengatakan bahwa dia ingin mencobanya terlebih dahulu.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset