Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 30

Chapter 30 - Bertarung Bersama

Bertarung Bersama

Sarung tangan dan mantel kulit hitam yang panjang serasa cukup menutupi pergelangan kakinya. Dia juga mengenakan armor berpelat hitam perak yang sepertinya cukup kuat menutupi pundaknya. Lehernya terlilitkan kain tebal, dan entah mau seberapa banyak lagi dia memakainya.

merry christmas

Tapi yang paling mencolok darinya ialah pedang panjangnya yang besar. Dia seolah menggenggam pisau dapur Cina, yang cocok dengan tingginya yang hampir dua meter.

“Akan kupenggal kepalamu dengan pisau pemotong leher ini. Hei, cepat katakan… Apa maksud semua ini? Kenapa hewan peliharaanku yang imut itu mati semua? August! Apa yang terjadi?!”

“Wah, bukan aku, loh! Tapi mereka, nih! Ini ulah para petualang yang dipanggil Boreas ke sini!”

“Petualang?”

Pria besar itu berbalik dan menatapku dengan murka. Namun, pandangannya segera beralih pada Sierra, kemudian Toa. Sepertinya dia tak memusuhi Nem. Pria itu bahkan tidak menatapnya. Kurasa dia mungkin mencoba merasakan kekuatan sihir dari kami.

“Kaukah itu?”

Tatapannya hanya tertuju pada Toa. Apa Toa memiliki kekuatan sihir yang lebih kuat dari Sierra?

Ah, sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.

“Jangan abaikan aku! Kau pasti orang yang telah membunuh hewan peliharaanku!”

Lalu aku melangkah maju.

“Apa-apaan, kau?”

“…”

Aku tak menjawab. Jelas pembicaraan ini tidak ada gunanya. Sekarangpun dia mulai mengayunkan pedang yang dia genggam.

“Hehehehehe. Boreas, aku minta maaf karena kau akan mati di sini.”

Sambil bersembunyi di balik pria berbadan besar itu, Pedagang August menyeringai tak kenal takut.

“Kau akan tetap hidup kalau kau tak menyewa seorang petualang. Aku akan membayar tanah ini. Aku tak berniat melakukan hal buruk di kota yang terhormat ini. Aku cuma ingin membangun sebuah rumah. Aku akan hidup di sini sambil melihat Kota Week, dan menghabiskan hari-hari sampai saatnya aku mati nanti. Itulah kehidupan terbaik sebagai pedagang, kan? Tapi sayang sekali, sepertinya apa yang kuinginkan tak mudah tercapai begitu saja, ya.”

“Menyedihkan sekali. Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi.”

Aku tidak tahu apa hubungan antara Tuan Boreas dan pedagang ini. Namun, Tuan Boreas tampak sedih. Sepertinya mereka tak memiliki hubungan yang baik.

“August, ada dua orang yang kelihatannya kuat. Jangan main-main soal imbalannya, ya.”

Mungkin dia membicarakan Toa dan Sierra, pandangan matanya tak beralih sedikitpun dari mereka.

“Tenang saja. Aku tak bisa bohong kalau urusan pertukaran uang. Kalau kau bisa membunuh mereka, aku akan membayarmu dua kali lipat dari yang kujanjikan. Tentu saja, kalau aku mendapatkan tanah ini, kau tak perlu khawatir soal uang.”

“Kau tidak menipuku, kan?”

“Tentu saja tidak. Tapi aku tidak akan membayar kalau mereka tidak terbunuh.”

“Kau pikir aku ini siapa? Aku ini Gordon!”

Pria bernama Gordon itu menurunkan pisau besar dari bahunya ke tanah dengan sikap sombongnya.

“Nah, siapa yang mau kubunuh duluan? Siapa pun tak masalah. Pilih saja,” lanjutnya.

Saat dia mengatakan itu, tatapannya tidak pernah lepas dari Toa dan Sierra. Artinya, dia benar-benar yakin bahwa aku ini lemah. Aku tidak tahu seberapa banyak kekuatan sihir yang mampu dia rasakan. Tapi yang jelas, dia tak merasakan apa-apa dariku.

“Akan kulakukan.”

“Eh?”

Untuk sesaat aku meragukan pendengaranku sendiri. Toa melangkah maju dengan tatapan kosong. Kurasa pria yang menyebut Basilisk sebagai hewan peliharaannya itu tidak menyukainya, dan Toa juga tampaknya tidak takut sama sekali.

“Kau yakin mau maju sendirian? Kau bisa bekerjasama dengan perempuan itu juga.”

“Baiklah kalau begitu.”

“Sierra?”

Bahkan Sierra pun ikut maju dan melewatiku. Dia juga sudah menarik pedangnya.

“Hahaha, sepertinya malam ini akan menyenangkan! Setelah kupotong kakimu, aku akan membunuh tiga orang yang ada di belakangmu itu. Setelah kudapatkan hadiah uangku, aku akan langsung menyewa penginapan. Tentu saja kalian berdua juga akan kubawa bersamaku.”

Seringaian pria itu tampak jelek dan menjijikkan. Sepertinya Toa dan Sierra jadi termotivasi ingin segera memberi pelajaran pada orang itu, tapi aku juga tidak bisa membiarkan pria kotor itu mendekati mereka.

“Jangan sentuh dia, Masamune. Biar aku yang melakukannya…”

Ke mana perginya Toa yang pemalu sejak kita bertemu? Apa seorang iblis itu sangat mudah beradaptasi?

“Tolong mundurlah, Masamune,” perintah Sierra.

Gordon, yang bahkan dari tadi tak mencoba menatapku, berpaling padaku dan menatapku tajam. Bahkan tidak ada ekspresi licik di wajahnya.

“Aku tidak suka ini.”

“Hah?”

“Aku bilang aku tidak suka kau menatapku begitu. Kau ingin diladeni oleh para gadis, jelas saja mereka mau tak mau harus melakukannya lah.”

“…”

“Oh, apa kau ingin mati duluan?”

Disaat Gordon nyengir, mereka berdua melesat maju bersamaan. Toa memegang Broad Sword, sedangkan Sierra memegang Rapier. Keduanya menyerang Gordon yang belum sempat memegang pedang besarnya. Dan suara pedang yang berdentingan menggema ke seluruh peternakan.

“Wanita yang cepat. Kalian mau main-main denganku, ya?”

Gordon menggunakan sisi pedang besarnya untuk menghentikan kedua pedang yang menyerangnya pada saat bersamaan.

“Wah, sepertinya aku harus menggunakannya sedikit.”

Toa tertawa dan melakukan kontak mata dengan Sierra.

“[Lightning]!”

Aku mendengar rapalan Toa. Segera setelah itu, sekumpulan sihir kuning muncul di kaki Gordon, dan sengatan listrik jatuh dari langit beserta raungan yang menakutkan.

“Gwaaaaaahhhhhh!”

Gordon terkena sengatan listrik. Dia seperti seorang petualang menyedihkan dalam Guild yang membuat Toa marah. Tubuh Gordon mengepul dan sebagian tubuhnya hangus.

“Toa!”

Gordon yang cedera parah, mengangkat wajahnya untuk mengekspresikan kemarahannya, dan mulai menggoyangkan pedang besarnya. Namun, Sierra yang menyadarinya lebih dulu, dia memperingatkan Toa dan keduanya menjauh dari Gordon.

“Sialaaaaannn!”

Gordon meraung penuh kemarahan sambil memegang pedang besarnya dengan satu tangan. Namun napasnya tampak kasar, dan itu terlihat dari pundaknya.

Sepertinya sihir Toa berhasil.

“Hahh… haahh… Kekuatan sihirnya begitu besar. Aku bukan tandingan orang-orang itu.”

Apa kekuatan sihir iblis berbeda dengan kekuatan manusia? Itu hanya petir, tapi Gordon tampaknya telah berada di ambang kematian.

“Nem juga mau berpartisipasi! Nem mau bantu mereka!”

Nem mencakar dengan kedua tangannya, membuat suara onomatope misterius di belakangku.

“Tunggu di sini, serahkan saja pada Toa dan Sierra.”

“…Baiklah.”

Nem terdengar sedih, rasanya tidak mungkin seorang gadis kecil bisa melakukan apa pun pada pria berbadan besar itu.

“[Berserk]!”

Teriakan kemarahan kembali menggema, dan lingkaran sihir berwarna ungu muncul di sekitar kaki Gordon.

“Sihir atribut kegelapan?!”

Sementara Sierra menunjukkan ekspresi kesal, Toa tersenyum lembut. Sihir atribut kegelapan tampaknya sihir yang merepotkan.

“Sebagai seorang Ksatria Putih, kau tahu betapa berbahayanya sihir ini, kan?” tanya Gordon.

“Kurasa kau salah.”

“Ekspresi di wajahmu mengatakan sebaliknya. Itu bukanlah sesuatu yang bisa kau sembunyikan. Yah, aku tahu kalau Boreas Week of the Week Farm adalah teman lama Raja Arnold, King of Razhausen. Apa kalian juga berasal dari Razhausen? Dan Raja Arnold adalah raja yang tenang, tapi saat seorang temannya dalam kesulitan, tidak mungkin dia mengirim petualang sederhana sepertimu!”

Lingkaran sihir bangkit dari kakinya dan bergerak ke atas tubuhnya yang membungkus Gordon dalam aura ungu.

“Sepertinya… kau berada dalam bahaya.”

“Jangan memotong pembicaraanku, sialan! Aku sedang bicara dengan Ksatria Putih ini sekarang!”

“Toa, aku akan maju lebih dulu.”

Melihat kesempatan dimana Gordon tengah memalingkan pandangannya ke arahku, Sierra melesat maju. Karena kecepatannya itulah Sierra terpilih menjadi Ksatria Putih di usia muda.

“Sierra!” teriak Toa memberikan sinyal bahaya pada Sierra. Dan saat berikutnya, Rapier dan pedang besar Gordon bersentuhan.

“Apa?!”

Apa yang Toa khawatirkan terjadi. Ketika Sierra hendak menusuk Gordon, bilah Rapier-nya bengkok dan seperti patah. Seharusnya itu menjadi kesempatan Sierra untuk melukainya, dan dia berpikir tidak mungkin kulit manusia jadi sekeras itu. Mungkin itu karena efek sihir yang digunakannya.

“Sepertinya kau tidak tahu tentang sihir ini.” Gordon tersenyum jahat dan bersiap untuk menyerang Sierra dengan tangan kanannya.

“Dalam kondisi ini aku tak terkalahkan. Serangan fisik tidak akan mempan padaku. Tapi jangan kau pikir sihir juga akan mempan. Gordon tak terkalahkan, tahu!”

Kemudian…

“[Lightning Speed]!”

Toa menghilang.

“[Lightning Sword]!”

Pada saat berikutnya, Toa muncul di antara Gordon dan Sierra.

“Sekarang!”

Gordon tercengang ketika dengan tiba-tiba Toa berada di depannya dan mengayunkan Broad Sword-nya dengan ekspresi dingin. “Akhh…!” Lalu darah mengalir dari leher Gordon.

“Terima kasih, Toa. Kau menyelamatkanku.”

“Terima kasih kembali karena kau telah memberi kami tempat tinggal.”

Sierra tersenyum mendengar kata-kata Toa.

Di sisi lain tampak Gordon yang mulai tumbang. Pada saat sengatan listrik yang melekat pada Broad Sword-nya terlepas, Gordon terjatuh ke tanah.

“Ah, begitu rupanya. Apa mungkin kau menaklukkan Kerane itu tanpa aku?”

“Kerane dan manusia itu sama sekali berbeda. Orang ini tidak bisa membatalkan sihir. Itu sebabnya aku bisa mengalahkannya.”

“Tapi gerakan lincahmu barusan itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan petualang biasa. Itu gerakan sihir tingkat tinggi.”

“Aku cuma seorang petualang pemula, kok.”

“Bagaimanapun juga, itu luar biasa. Aku ingin meromendasikanmu pada para Ksatria Putih Kerajaan!”

“Menjadi Ksatria Putih Kerajaan bagus juga, tapi pertama-tama kita harus mengembalikan Toa ke kota asalnya dengan aman.”

Di belakang mereka, Gordon muncul lagi. Dengan senyum licik di mulutnya yang penuh darah, dan dengan matanya yang memperlihatkan pembuluh darah membuatnya tampak lebih seperti monster daripada manusia.

”Reborn! Ini sifat sebenarnya dari sihir ini!”

Mereka berdua berbalik begitu mendengar suara, namun terlambat.

“[Cursed Spear]!” Gordon memegang tombak hitam di tangan kanannya dan berusaha mengayunkannya ke depan.

Aku hampir menggunakan [Soul Break]. Namun ekspresi Gordon yang kesal, tetap menatap pada gadis-gadis itu.

“[Erosion Wave]!”

Gelombang merah dan hitam menyelimuti tubuhku. Aku menginjak tanah dengan mengaktifkan [God Speed], lalu bergegas berlari melewati Toa dan Sierra menuju ke Gordon. Aku bahkan tak merasakan apapun saat bersentuhan dengan Gordon, dan suaranya juga tak terdengar. Aku melewatinya begitu saja.

Lalu aku berhenti dan melihat ke belakang, tapi tidak ada apa-apa di sana. Hanya pengumuman tentang kekalahan Gordon yang berbunyi di kepalaku. Kulihat wajah August yang tampak tegang di dekat gudang.

“Kau mau ini terjadi padamu juga?”

Aku mengarahkan pedang ular padanya.

“Jangan konyol! Tentu saja tidak! Aku sangat menyesal! Aku tidak akan pernah melakukan ini lagi! Tolong lepaskan aku, biarkan aku hidup!”

“Tuan Boreas, apa yang ingin anda lakukan dengan orang ini?”

Boreas terkejut saat aku menanyakannya. Lalu setelahnya dia tampak tenang, tapi masih ada kekhawatiran di raut wajahnya.

“August, tolong berjanjilah untuk tidak menyentuh tanah ini lagi. Ini rumahku yang telah diturunkan padaku secara turun-temurun. Aku tidak bisa menjualnya padamu yang egois yang ingin mendapatkan tanah ini demi kepentingan pribadimu.”

“Baik… aku minta maaf. Aku berjanji.”

August tampak sungguh-sungguh dengan perkataannya.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset