Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 29

Chapter 29 - Peternakan Week

Peternakan Week

“Suami! Lihat, tokonya banyak sekali!”

merry christmas

“Juga ada banyak orang di sini…”

“Itu karena kota ini adalah kota dagang. Kelihatannya hari ini sedikit sepi dari biasanya.”

“Yang begini sepi…?”

Tak heran kalau Toa terkejut. Week adalah kota dagang dan jauh lebih ramai daripada alun-alun pusat Ibu kota Kerajaan. Pandangan Toa tertuju pada kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang, sementara Nem terpaku memandangi berbagai aksesoris yang berjejeran di toko-toko terdekat.

Sierra tampak tenang karena pemandangan seperti ini bukanlah hal baru baginya.

“Untuk sekarang, ayo kita pergi ke Peternakan Week dulu.”

Ada Request yang harus dipertimbangkan, aku juga bosan melihat banyaknya orang di sini.

. . .

Akhirnya kami sampai di Peternakan Week di mana klien kami menunggu di sebuah bukit kecil yang bisa terlihat dari luaran kota. Di dalam peternakan yang berpagar, terlihat makhluk campuran antara bison dan sapi di sana-sini. Dan saat Toa mengetahui bahwa mereka adalah Walstein, dia sedikit kaget saat tahu makanan apa yang pernah dia makan sebelumnya.

“Permisi, apa ada orang di sini?!”

Setelah memasuki peternakan, kami sampai di kediaman pertama. Sierra mengambil inisiatif untuk memanggil siapa pun, tapi sepertinya tidak ada orang di rumah. Tak ada suara seseorang yang datang menyambut kami dan tidak ada tanda-tanda kehadiran manusia lain di sini.

“Sepertinya tidak ada orang di sini.”

“Sepertinya mereka sedang pergi.”

Ini merepotkan. Rencana belanjaku setelah ini pasti akan tertunda. Kalau memungkinkan, aku ingin menyelesaikan Request hari ini dan berbelanja. Lagipula aku tak berniat untuk berlama-lama tinggal di kota ini. Begitu urusan di sini selesai, aku ingin cepat pulang. Aku belum pernah melihat kota ini, tapi sejujurnya meskipun ada banyak orang dan toko-toko, suasananya cukup suram.

“Suami, ada kerumunan orang di sana!”

Kemudian Nem menemukan sesuatu. Dia menunjuk ke sebuah gudang, dan banyak orang yang berkerumun di dekatnya. Kami diberitahu bahwa Basilisk tinggal di sebuah gudang. Mungkinkah itu Basilisk?

“Kita hidup dalam ketakutan setiap hari! Ini sudah tak tertahankan lagi!”

Saat kami tiba di dekat gudang itu, hal pertama yang kami dengar adalah suara yang dipenuhi dengan amarah. Rupanya para penduduk kota yang tinggal di sini tengah berkumpul dan menyalahkan seorang kakek. Hawa ketegangan pun mengalir.

“Inilah akhirnya kalau kau tak bisa melakukan sesuatu terhadap makhluk itu! Kenapa kau tak menyerahkan tanah ini saja sekarang? Kau bilang kau yang akan mengusirnya!”

“Kakek Boreas, anda juga sudah tua. Kenapa anda tidak melepaskan peternakan ini saja dan pensiun?”

──Boreas Week.

Itulah nama klien kami. Orang tua yang berada di tengah keributan ini adalah Boreas Week. Tapi, kenapa para penduduk kota menyalahkan Boreas Week? Namun, aku cukup mengerti dengan alasannya. Mungkin karena adanya Basilisk yang tinggal di gudang itu.

“Semuanya, tolong tunggu sebentar lagi. Aku telah meminta pada Guild Petualang dari Ibu kota Kerajaan. Aku yakin petualang itu akan datang dan segera mengusir monster itu.”

“Kau juga mengatakan hal yang sama kemarin! Berapa lama lagi kami harus menunggu?!”

Boreas membungkuk berkali-kali. “Besok.”

Sierra yang sudah tidak tahan lagi melihat pemandangan itu kemudian menerobos kerumunan. Dia orang yang cukup agresif. Penduduk kota menatap Sierra yang jengkel, yang berjalan melewati mereka semua.

“MAAF, APA TUAN BOREAS WEEK ADA DI SINI?!”

Suara Sierra terdengar menembus kerumunan penduduk kota, dan seketika semuanya terdiam.

“Aku Boreas, dan kau siapa?”

“Maaf terlambat. Namaku Sierra. Aku datang dari Ibu kota Kerajaan untuk pemberantasan Basilisk.”

Ekspresi cemas di wajah Boreas langsung berubah saat mendengar ucapan Sierra.

“Kau petualang itu, ya?! Syukurlah. Kalian semua dengar, kan? Seorang petualang telah datang dari Guild! Kita semua bisa lega!”

Penduduk kota yang berkumpul meludah sambil berkata, “Cih, kuharap begitu.” Lalu mereka pergi. Meskipun mereka tinggal di kota yang sama, mereka benar-benar sekelompok orang yang dingin.

Sementara itu, aku melihat seorang pria yang secara diam-diam menatap kami sambil menjulurkan lidah sampai ke pipi. Saat pria itu memperhatikan tatapanku, dia memalingkan  tatapan kotornya yang dia tujukan pada Sierra sebelum menuruni bukit bersama penduduk kota lainnya.

“Bau.”

Nem tiba-tiba mengatakan itu. Dengan jijik dia mencubit hidungnya.

“Bau? Apa maksudmu?”

“Ada bau yang campur aduk di sini.”

“Bau campur aduk?”

Apa maksudnya itu?

Nem sepertinya mencium bau. Hidungnya berkedut dan dia mencari sumber bau itu.

“Semuanya, terima kasih banyak, ya. Kalian datang di saat yang tepat.”

“Tak perlu berterima kasih. Itu karena Request anda.”

“Mengenai Basilisk, kapan ini akan selesai?”

“Masamune, kapan kita bisa mulai pemberantasan Basilisk?”

Sierra tak memanggilku Nito lagi. Kurasa aku harus menyerah.

Dan karena ada sihir untuk pemanggilan pahlawan, mungkin ada orang di dunia ini yang memiliki nama yang mirip dengan orang Jepang, dan aku tak perlu khawatir tentang hal itu sejak awal. Bagiku tidak apa-apa selama Saeki dan teman-teman yang lainnya tak terjebak.

“Kalau memungkinkan, aku ingin menyelesaikannya hari ini. Aku juga ingin melihat-lihat kota.”

“Baiklah, ayo kita mulai sekarang!”

“Tunggu dulu! Kalian tak bisa tiba-tiba membuka gudang. Basilisk adalah monster Rank-A! Seharusnya kalian menyelidikinya dulu, kan?”

Sierra yang pertama menjelaskannya, tapi tampaknya klien itu dulunya seorang petualang. Nah, dalam kasus seperti ini, tampaknya masuk akal bagi seorang petualang untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum memulai pemberantasan.

“Oh, kali ini tidak apa-apa. Anda tak perlu khawatir, ada Masamune di sini.”

Request itu diberikan pada Sierra, tapi dia selalu bergantung padaku. Dan dia juga kebiasaan suka membicarakan informasi tentangku.

“Bisa antar kami ke gudangnya sekarang?”

“Tentu saja…”

Boreas lalu mengambil kunci dari dalam saku celananya. Tampaknya, Basilisk menyukai tinggal di tempat ini.

“Basilisk itu ada di dalam sini?”

“Ya, kurasa dia sedang tidur sekarang.”

“Sepertinya begitu!”

Meskipun Boreas belum membuka gudang, Nem mengatakan sesuatu lagi.

“Baunya. Baunya sama seperti sebelumnya.”

“Apa ini bau yang kau bilang tadi?”

“Basilisk. Ini memang baunya. Tidak salah lagi bau yang sama berasal dari sekelompok orang-orang yang berisik itu!”

Bau Basilisk…? Aku tidak mengerti.

“Apa ‘orang-orang yang berisik’ itu maksudmu adalah penduduk kota?”

Nem mengangguk.

“Jadi, kau tahu persis siapa orang yang bisa kau rasakan?”

“Dia pria gemuk dan berkumis.”

Itu pria yang menatap Sierra tadi. Tapi kenapa bau Basilisk berasal dari penduduk kota?

Mungkin bau itu adalah hal-hal yang hanya bisa dipahami oleh Beastman seperti Nem, tapi penduduk kota tidak berani mendekati gudang karena takut, dan saat mereka memasuki peternakan, bau yang seperti itu tercipta. Aku jadi penasaran.

“Mungkin itu August.” Boreas sepertinya mengenal orang itu.

“Siapa dia?”

“Tuan August adalah pedagang yang sudah lama menjadi pelanggan di kota ini, atau pedagang yang sering mengunjungi kota ini. Karena kota ini adalah kota dagang, ada banyak orang seperti dia.“

Seorang pedagang dengan aroma Basilisk. Itu cukup mencurigakan.

“Apa Tuan Boreas pernah berinteraksi dengan August?”

“Ya, sebelum aku meminta ke ibu kota kerajaan, dia bilang akan menyingkirkan Basilisk. Sebagai gantinya dia ingin membeli tanah ini, tapi aku menolak. Peternakan ini adalah simbol dari keluarga Week yang telah diwariskan secara turun-temurun. Aku tak berniat untuk menyerahkan peternakan ini pada siapa pun. Dan aku juga tak berpikir dia akan memanfaatkan Basilisk untuk hal itu.”

Tak salah lagi, dia benar-benar licik.

“Uhm, apa yang terjadi pada Tuan August?”

“Apa lagi? Aku yakin Basilisk itu hasil kerjaan August.”

“Eh, itu artinya… apa itu benar?”

Hanya Nem, si Beastman-lah yang memperhatikan baunya, sementara Boreas tak memperhatikannya. Alangkah baiknya jika mantan petualang bisa memperhatikan ada yang tidak beres di sini.

“Ya, kemungkinan besar tanah ini adalah targetnya. Sierra, apa Basilisk bisa muncul di mana saja?”

“Tidak, kau tidak akan bisa menemukannya kecuali kau pergi jauh ke dalam hutan.”

“Jadi, dia membawa Basilisk itu dari dalam hutan? Wah, dia sudah mempersiapkannya dengan baik, ya.”

Kali ini aku terbantu karena adanya Nem di sini. Aku menatap Sierra, dia mungkin juga memperhatikannya.

“Terima kasih untukmu, Nem.”

Saat aku membelai telinga kucing di kepalanya, dia menatapku dengan ragu.

“Kalau memungkinkan, aku ingin membiarkan Basilisk itu lepas ke hutan tanpa membunuhnya. Sierra, apa kau tahu cara yang tepat untuk melakukannya?”

“Mari kita lihat. Kalau kau mau membiarkannya pergi, kau perlu membimbingnya ke hutan. Jadi bagaimana kalau kita robohkan dia sampai pingsan dan membawanya ke sana?”

“Kalau begitu, ayo kita lakukan.”

Sejujurnya, aku  tak punya cara yang lebih baik dari itu, jadi mari kita lakukan saran Sierra untuk saat ini.

“Tuan Boreas, tolong menjauh sedikit dari kami.”

Setelah Sierra memperingatkannya, aku membuka gudang dengan kunci yang kuterima dari Boreas. Dengan perlahan aku membuka pintunya agar tak membuat suara dan bergegas memeriksa bagian dalam gudang. Berkat sinar matahari melalui pepohonan yang masuk melalui celah dinding, aku bisa langsung mengkonfirmasi adanya Basilisk di sana.

Namun, begitu aku melihat ada masalah di dalam sana, aku kembali keluar dari gudang dan menutup pintu.

“Ada tiga Basilisk.”

“Nah loh! Cuma ada satu formulir Request yang kuterima…” Sierra kebingungan dengan pandangannya yang tak terduga.

“Tuan Boreas, apa maksud semua ini? Aku tak mendengar ada banyak Basilisk. Ini akan menyulitkan kalau anda berbohong dengan isi Request anda.”

“Tapi benar, kok! Saat aku memeriksanya kemarin, hanya ada satu Basilisk.”

“Tidak mungkin menambahkan dua Basilisk lagi dalam satu hari. Peringkat Request tidak berubah saat menambahkan dua monster, tapi hadiahnya akan berubah secara signifikan. Bahkan setetes racun Basilisk itu sangat mematikan, karena itulah tidak ada petualang yang berani memilih melakukan tugas ini. Tidak ada yang mau melakukannya meskipun ini satu-satunya pekerjaan yang tersisa dan hadiahnya tinggi.”

Jadi begitu, itu sebabnya Sierra tidak menyukainya.

Meski begitu, itu racun yang mematikan … bisa kubilang aku bisa saja dengan mudah melarikan diri dan menghindari racunnya, tapi tampaknya cukup berisiko. Sierra tampaknya mempercayaiku. Jika hanya salah satu, aku yakin bisa mengatasinya, tapi kalau tiga sepertinya akan sulit bagiku yang belum terbiasa berurusan dengan monster.

“Tidak apa-apa, Sierra. Mari kita ubah jadwal dan bunuh ketiga Basilisk itu. Dan Sharon juga bilang dia menginginkan bahan-bahan dari monster itu.”

“Tapi…”

Boreas mungkin tahu sejak awal. Karena itulah dia menatap sedih ke bawah. Aku juga tidak ingin ada yang terluka karena ini, dan aku tidak ingin mencoba melakukannya, tapi mari kita singkirkan itu nanti.

“Aku disuruh untuk menunjukkan Request-ku pada August, dan aku tak punya pilihan selain harus berbohong…” Tiba-tiba Boreas tampak menyesal.

“Jika tahu ada tiga Basilisk… penduduk kota tidak akan menunggu. Kalau mereka tahu, Tuan August pasti akan memaksaku untuk menjual peternakan ini secepatnya. Seperti kata Sierra, tidak ada petualang yang ingin berburu Basilisk, bahkan tiga Basilisk. Aku tahu itu karena aku mantan petualang. Tapi aku tidak bisa menunggu lagi.”

Setelah pengakuan Boreas selesai, aku mengeluarkan pedang ular Killgils dari tempat penyimpanan yang lain. Aneh rasanya menyingkirkan Basilisk dengan pedang ular.

“Sierra, apa dia bisa mati kalau aku memenggal kepalanya?”

“Ya, tentu saja…”

Aku kembali membuka pintu gudang.

“Masamune?”

Aku membutuhkan bahannya. Kalau aku membunuhnya dengan [Erosi], tidak ada jejaknya lagi yang tersisa. Maka hanya pedang yang bisa kugunakan.

“Sierra, aku akan melakukannya sendiri. Mundurlah.”

“Suami, itu berbahaya! Kau kan Healer, sedangkan Basilisk itu ganas, kan?

“Tidak apa-apa, sebentar lagi akan selesai.”

Segera setelah aku membuka pintu, seekor ular besar yang menggulungkan badannya menatapku. Rupanya dia bangun karena suara Nem. Nem yang melihatnya langsung membekap mulutnya sendiri.

Aku memegang pedang ular dan mengingat teknik pedang Shawn di kepalaku.

“Beast King [Beast King Bladeless]”

Aku menendang tanah dan langsung memperpendek jarak ke depan Basilisk. Dari depan, dengan cepat kusabetkan pedangku ke leher Basilisk. Aku bahkan tak menyadari bahwa Basilisk telah terbunuh karena pergerakanku yang memiliki skill unik [God of Speed].

Basilisk [Lv 8] telah dikalahkan. Keterampilan unik [Goddess’ Blessing] diaktifkan. Silakan pilih jarahan.

Selanjutnya dua lagi yang ada di belakang, pertama yang di sebelah kiri dulu, setelah itu yang di sebelah kanan. Kembali aku menendang ke langit, memperpendek jarak, dan memenggal kepala mereka dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Segera setelah memenggal yang terakhir di sebelah kanan, aku mendekat ke pintu masuk gudang dengan [God of Speed].

Lalu, tiga leher di depanku terbang bersamaan, dan banyak darah yang menyembur keluar. Gudang itu langsung dikotori oleh darah Basilisk, dan sebuah pengumuman terdengar di kepalaku.

“Hebat! Meski seorang Healer, tapi Suami sangat luar biasa!”

“’Meski seorang Healer’, itu berlebihan. Sierra, ayo kita kumpulkan bahannya. Bahannya adalah kelenjar lakrimal, kantong racun, dan taring besar. Beri tahu aku ada di bagian mananya.”

“…Benar-benar hebat.” Sierra tersenyum pahit.

Basilisk hanya memiliki satu skill. Tapi ada racun yang tertanam di dalam taringnya. Dengan kata lain, racun adalah serangan utama mereka. Kurasa monster tanpa sihir atau skill [Goddess ‘Blessing] mungkin tak berpengaruh padaku. Aku tidak tahu pasti, tapi satu-satunya skill yang mereka miliki adalah [Heat Detection], dan itu dengan level maksimal dalam tiga menit. Yah, bagus juga.

“Masamune.”

Saat aku hendak membedah Basilisk bersama Sierra, aku mendengar suara Toa yang entah kenapa terdengar lemah.

“Ada apa, Toa?”

“Basilisk mungkin tidak akan menyerang kalau Masamune tak menyerangnya.”

“…Apa maksudnya?”

“Aku baru mengerti sekarang.”

“Apa yang kau tahu, Toa?”

“Mereka mungkin bukan monster liar, tapi mungkin sengaja dibesarkan. Jadi…”

“…”

Jadi aku tak perlu membunuhnya. Meskipun Toa berkata begitu, semuanya sudah terlanjur. Basilisk telah terbunuh…

Toa tak mengatakan apa-apa lagi setelahnya.

“Masamune, serahkan saja bahan ini padaku. Awalnya ini adalah Request yang ditujukan untukku, dan biar aku saja yang urus ini.”

“Oke, tolong ya.”

“Sejak awal aku sudah tertarik tentang hal ini. Apa Masamune telah menguasai ilmu pedang? Saat aku mengajarimu di rumahku, kau bahkan dalam kondisi di mana kau tak bisa berjalan. Tapi tebasan seperti ini menunjukkan hasil karya seorang master pedang,” kata Sierra sambil menatap leher Basilisk.

“Masamune, mungkin ada sesuatu yang salah, apa mungkin kau…”

“Aku tidak membohongimu.”

“…”

“…Keadaannya saja yang begitu. Aku mendapatkan teknik pedang ini setelah hari itu. Aku masih belum cukup bisa menggunakan pedang.”

“…Apa benar begitu? Aku tak yakin, tapi aku mengerti. Aku percaya padamu.”

Secara objektif, apa yang kukatakan itu agak tak masuk akal. Tapi anehnya Sierra malah sangat mudah percaya padaku.

. . .

Setelah beberapa waktu, pengumpulan bahan dan semua Request selesai. Namun, penyesalan itu masih tetap ada. Aku tidak tahu harus bilang apa pada Toa. Mata Nem berbinar menatapku, sedangkan Toa tampak muram.

“Ini akan baik-baik saja. Dengan tas bahan yang diberikan Tuan Boreas ini, kita harus membawa kelenjar lakrimal dan kantong racun ke Ibukota Kerajaan.”

Sebelumnya Boreas mengambil tas bahan dari rumahnya karena dia mengatakan bahwa bahan yang kami ambil bisa saja menjadi busuk. Lalu Sierra mengikatkan talinya kuat-kuat.

“Mohon terima ini. Maaf, tapi aku tidak bisa membayar lebih dari jumlah yang kutawarkan. Sebenarnya, ini tidak terlalu banyak. Apa ada alternatif lain untuk kubayar sebagai gantinya?”

Boreas memberiku tas kain yang tampak sama dengan tas bahan. Di dalamnya ada daging dari makanan berkualitas tinggi, Yovastein. Rupanya hewan itu dibesarkan di peternakan ini.

“Terima kasih.”

Sierra senang menerimanya dan berterima kasih padanya. Sierra yang memutuskan, dan ini akan baik-baik saja.

“Hoi, kalian! Apa yang kalian lakukan!”

Lalu, suara nyaring terdengar dari belakang gudang. Saat kami menoleh ke belakang, ada seorang pria gemuk dan berkumis di sana.

“August!”

Saat Borreas memanggilnya, orang itu bahkan tidak memandangnya dan malah menatap kami cukup lama. Jadi, dia adalah August. Pria yang berada di tengah penduduk kota.

“Brengsek! Itu milik Gordon…”

Dengan marah, August memegangi kepalanya sendiri di depan bangkai Basilisk yang berserakan di gudang.

“Hei, August. Yang mana Boreas?”

Pada saat yang sama, seorang pria berbadan besar muncul dari belakang gudang dengan mengenakan armor-nya yang berlebihan.

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset