Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 25 (1)

Chapter 25.1 - Gadis Bertelinga Kucing Putih

Gadis Bertelinga Kucing Putih

Di pinggiran distrik Kota Tua ibukota Kerajaan Razhausen, tampak seorang wanita berpayung masuk ke sebuah bangunan tua yang sunyi. Suara derit dari sebuah pintu kayu tua terdengar begitu dia masuk, kemudian dia menutup payungnya. Dia juga mengenakan mantel bulu tebal berwarna ungu dan topi yang lebih besar dari lebar bahunya. Obesitas jelas bisa terlihat dari ukuran mantelnya. Bau parfumnya begitu kuat. Lipstiknya pun tebal.

Penampilan itulah yang menjadi sebab dia dipanggil “Nyonya”.

“Nyonya Fran, terima kasih atas kedatangan anda…”

Seorang pria bermata buggy dengan pipi cekung bernama Gido, membungkuk seakan mengisyaratkan padanya.

dukung klik iklan

“Terima kasih telah mengundangku. Pertama-tama, Gido Sidou-sama. Perkenalkan, namaku Fran Bolflaine.”

Deretan gigi putih mengintip dari bibir merahnya. Fran tersenyum elegan.

“Nyonya bisa memanggilku Gido, tapi ini bukan pertama kalinya kita bertemu. Kita pernah bertemu sekali, tapi sudah lama,” kata Gido.

“Oh, benarkah. Aku minta maaf soal itu.”

“Nyonya tidak perlu meminta maaf. Dan ini Yun Yi. Asistenku.”

“Oh, Yun-chan, sudah lama juga ya kita tidak bertemu. Aku ingin tahu apa kau baik-baik saja.”

“Saya baik-baik saja, tidak ada masalah. Terima kasih.”

“Kau masih tidak ramah ya, tapi tidak apa-apa.”

“Maaf. Yun memang memiliki kepribadian yang agak gelap, tapi dia bisa diandalkan. Jadi, jangan khawatir.”

“Aku tahu. Dari dulu Yun-chan orang yang sangat baik.”

Tiba-tiba pembicaraan terhenti, dan sesuatu yang aneh muncul. Gido dan Fran saling menatap sambil tersenyum.

Ekspresi mereka tampak kaku seperti boneka, dan tiba-tiba pembicaraan kembali berlanjut.

“Mari kita masuk ke pokok pembicaraan. Kami punya masalah, Beast yang anda kirim terbunuh dan tidak bisa digunakan lagi.”

“Oh begitu, berapa banyak orang yang membunuhnya?”

“Itulah masalahnya, tidak ada yang membunuhnya.”

“Begitu, lalu?”

“Ada gangguan dari petualang yang tak dikenal, dan saat Ksatria Putih Kerajaan muncul, monster itu sudah berlumpur.”

“Berlumpur? Aneh sekali.”

“Yun mengambil kembali Nymph Beast itu. Jadi aku ingin Nyonya memulihkan Nymph Beast ini lagi dengan sihir anda.”

“Oh, lalu?”

“…Kurasa ceritanya cukup sampai di situ saja, kan?”

“Baiklah. Aku mengerti, aku mengerti. Ini.”

Fran meletakkan sebotol besar cairan hitam di atas meja.

“Eh, apa ini?”

“Kupikir kau itu sangat kasar, tapi saat Gido-sama memanggilku, aku bisa memahami keadaan kalian. Ini salam perpisahan dariku. Ini akan bermanfaat untukmu.”

Gido meraih botol itu dan menatap bagian bawah dan sampingnya.

“Ini… terima kasih sebelumnya. Tapi, bisa Nyonya beri tahu kami benda apa ini?”

“Itu gerombolan monster.”

“Hebat!” Saat mendengarnya, Gido menyeringai dengan mata yang membelalak lebar. “Benar-benar menyenangkan.”

“Baguslah kalau kau menyukainya. Ada bermacam-macam monster peringkat B atau lebih tinggi di dalamnya. Kurasa kau memerlukannya, jadi aku meminjam beberapa monster peringkat S juga.”

“Jadi begitu. Ngomong-ngomong, apa maksudnya meminjam?”

“Itu sedikit sulit. Saat aku meninggalkan kekaisaran, aku meminjam beberapa bahan di lab. Tentu saja, ini hanya mengembalikan sebagian kecil dari mereka. Jadi, jangan khawatir.”

“Ah, begitu. Andai aku mengetahuinya, aku minta maaf.”

Yun meletakkan dua gelas yang dibawanya di atas meja dan menuangkan anggur.

“Jadi, kapan kau akan melakukannya?” Fran menyesap anggurnya.

“Seminggu lagi. Sampai saat itu tiba, aku ingin anda meningkatkan jumlah Beast sebanyak mungkin.”

“Baiklah, seminggu lagi.”

Kemudian Fran berdiri dari kursinya dan bergegas meninggalkan ruangan.

“Aroma parfumnya terus menempel di hidungku, aku harus membasuhnya dengan air.”

“Aku saja tak masalah dengannya. Kalau kau begitu membencinya, katakan saja padanya.”

“Tidak perlu.” Yun menatap botol di meja. “Apa kau berencana menyerang dengan monster?”

“Ini asuransi. Aku tidak ingin ada petualang yang mengganggu lagi. Nyonya Fran adalah wanita yang  pintar. Itulah perbedaan besar antara kalian berdua, Yun Yi. Dia bisa langsung mengerti. Kau harus waspada.”

“Aku bosan mendengar ocehanmu. Aku cuma melakukan pekerjaanku.”

“Dilarang terlibat terlalu dalam. Ini perintah, perhatikan saja apa yang harus kau lakukan.”

“…Aku mengerti,” kata Yun dan meninggalkan ruangan dengan ekspresi yang tak ramah.

“Ya ampun, wanita itu merepotkan.”

Gido tersenyum senang saat dia melihat botol hitam di atas meja dengan segelas anggurnya.

.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset