Nito no Taidana Isekai Shoukougun: Sai Jakushoku “Healer” nano ni Saikyou wa desu ka? Novel Bahasa Indonesia Chapter 20

Chapter 20 - Raid Black

Raid Black

“Hei, hei, hei! Apa-apaan kolam darah ini?! Ke mana perginya monster itu?” Raid meraung ketika dia menyadari ada seseorang yang telah mencuri mangsanya. Seharusnya itu menjadi pertarungan pertama baginya setelah sejak lama menunggu.

merry christmas

“Mungkin dia sudah jadi itu.” Reinhard menunjuk ke “laut” darah di depan mereka.

“Reinhard, kau bisa saja bilang begitu, tapi apa kau pikir aku bakal bilang “Iya” begitu? Mana mungkin aku percaya!”

“Yah, mau bagaimana lagi. Tidak ada yang bisa kita lakukan, kan. Ngomong-ngomong, Sierra, apa yang terjadi di sini?” tanya Hilda. Namun, Sierra sepertinya tak mendengarnya. “Sierra!”

Sierra akhirnya berbalik dan menatap Hilda. “Ka… kak.”

“Kutanya apa yang terjadi di sini?”

Sierra terus teringat akan sihir Masamune. Mata wanita yang muncul dari celah retakan di udara itu tak bisa hilang dari kepalanya.

“Aku…”

“Menurut informasi, seharusnya ada dua petualang lain di sini. Apa yang terjadi pada mereka?” tanya Reinhard kemudian.

“Mereka tidak ada di sini…”

“Tidak ada di sini… Apa maksudnya ini? Tak mungkin kau mengalahkannya sendirian, kan? Setidaknya butuh empat petualang setingkat Ksatria Putih Kerajaan yang mampu melawan monster buas seperti itu.”

“Kalau begitu, kau melakukannya dengan baik, Sierra.” Raid mulai mencaci, wajahnya berubah sinis. “Apa yang sudah terjadi ya sudahlah biar terjadi. Tapi apa kau ada hubungannya dengan semua ini, Sierra? Atau siapa yang melakukan semua ini?” Raid melanjutkan perkataannya dengan seringai di wajahnya. “Yah, kupikir monster itu tidak bisa dimangsa olehnya. Hei, hei, kalau begitu, aku bisa mengangguk dan mengerti keadaanmu.”

“Raid, tutup mulutmu!” Hilda memelototinya.

“…” Reinhard menghela nafas. “Untuk sekarang, kita hubungi Ibu Kota Kerajaan. Ayo kumpulkan semua potongan daging Noot Kerane itu.”

Dia menghela napas lagi saat dia menaiki kudanya.

***

Reinhard berdiri di aula tahta.

“Jadi, Sierra yang membunuhnya?”

Orang yang bertanya adalah Arnold Razhausen, raja saat ini di Ibu Kota Kerajaan.

“Dia ditemukan di tempat kejadian, jadi kami percaya itulah yang terjadi. Namun, karena kondisinya yang sedang tidak stabil, kami tidak bisa mengkonfirmasi apa pun. Kurasa akan lebih baik jika kita menunggu sebelum menarik kesimpulan.”

“Baiklah, untuk sekarang aku serahkan masalah ini padamu.”

Usai menghadap, Reinhard meninggalkan aula tahta.

“Oh, Reinhard ternyata. Habis bertemu dengan kakek tua itu, ya?”

“Kau sungguh tidak sopan, Daniel.”

Pria bertubuh besar itu adalah Daniel King, seorang ksatria putih. Dia memiliki kulit cokelat, lengan dan postur tubuh yang kuat.

“Hahaha! Lupakan ucapanku barusan. Kudengar Noot Kerane muncul. Benarkah itu?”

“Kami masih menyelidikinya.”

“Oh, ayolah, kau bisa memberitahuku, kan? Aku yakin kau tahu sesuatu.”

“Kenapa tiba-tiba kau jadi sangat ingin tahu?” Reinhard menghela napas kecil. “ Jujur saja aku tidak tahu apa-apa sekarang. Yang ada di sana adalah Sierra. Kalau kau ingin tahu, tanyakan saja padanya. Tapi sekarang tim otopsi sedang menyelidikinya. Lebih baik tunggu dan lihat saja perkembangannya nanti.”

Wajah Reinhard yang tampak polos membuat Daniel nyengir saat melihat ekspresinya yang seperti itu.

“Apa?” Reinhard mengerutkan kening.

“Aku tahu. Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, kan? Aku bisa melihatnya.”

“…Menurut saksi mata, ada tiga orang petualang yang terlibat. Tapi saat kami sampai di lokasi kejadian, cuma ada Sierra saja di sana. Dua petualang lainnya sudah tidak ada, dan yang tersisa hanyalah potongan Noot Kerane dan lautan darah.”

“Lautan darah?”

“Yah. Jasad monster itu rusak parah sehingga dia kehilangan bentuk aslinya. Seluruh area dipenuhi dengan sejumlah besar darah.”

“…Jadi begitu. Itulah jawabannya. Jawabannya ada pada dua petualang yang menghilang itu.”

“Mungkin. Kemungkinan besar Sierra mengenal mereka, tapi dia tak mengatakan apa-apa.”

“Kau bisa menginterogasinya?” Daniel mengerutkan kening.

“Aku tak punya niat bertanya pada siapa pun yang tak berbicara denganku. Tapi meskipun begitu, aku akan memenuhi tanggung jawabku sebagai Ksatria Putih Kerajaan. Jika dia melindungi seseorang yang membahayakan negara ini, maka dia akan dapat balasannya. Kebenarannya pasti akan terungkap.”

“Kau ini, dingin sekali jadi orang…” Daniel tertegun. “Tapi kalau kedua orang itu yang melakukannya, entah salah satu atau keduanya, mereka sepertinya sama kuatnya dengan kita.”

“Mungkin saja mereka lebih kuat dari kita.”

“Ha~?!” Daniel tertawa keras. “Jangan bercanda. Mereka lebih kuat katamu?”

“Aku tidak tahu pasti.”

Daniel melihat ekspresi Reinhard dan akhirnya mengerti. Reinhard sedang tidak bercanda.

“Mereka musuh atau teman, itulah yang terpenting.”

“Ngomong-ngomong, sudah siang…” Perkataan Daniel tiba-tiba terputus. “Apa ini?”

Ekspresi Reinhard berubah menjadi ekspresi yang tak terartikan. “Sihir ini… milik Raid?”

“Hmm? Ahh, tentu saja. Itu memang dia.”

Keduanya merasakan gelombang kekuatan sihir dan segera meninggalkan kastil.

 

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset