Nito no Taidana Isekai Shoukougun Novel Bahasa Indonesia Chapter 124

Sampai Jumpa

Nito no Taidana Isekai Shoukougun Novel Bahasa Indonesia Chapter 124

TL: lightnovelku.my.id

⋇⋆✦⋆⋇

Ada tiga sekolah sihir besar di benua ini.

Sekolah Sihir Fishanatica, Sekolah Tinggi Ilmu Sihir Heilkuwait, dan yang terakhir disebut Sekolah Akhir,

dukung klik iklan

―Victoria.

Tapi hanya itu yang kutahu. Itulah yang aku pelajari di kelas, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai sekolah-sekolah itu. Biarlah, aku juga tak terlalu peduli.

“Adams memiliki dua murid, mereka adalah Marcellus Heilkuwait dan Beatrice Fishanatica.”

“Fishanatica? Itu sekolah lawan kita di pertandingan antar sekolah, kan?”

“Benar. Pertandingan antar sekolah adalah untuk menemukan “apa” yang mereka cari dan awasi. Selain itu, itulah … yang diperintahkan Adams pada mereka berdua.”

“Perintah…?”

Aku sungguh tidak tahu, kenapa aku harus mendengarkan semua cerita ini? Dan aku juga sudah selesai dengan urusanku, jadi aku ingin cepat kembali…

“Seorang pemuda tiba-tiba muncul dan mengalahkan monster rank S kekaisaran. Dan beberapa bulan kemudian, dia jugalah yang merebut dungeon…,” kata kepala sekolah.

“Ngg … apa yang ingin anda katakan?” Aku tak tahu, entah kenapa sepertinya wanita ini curiga padaku.

“Bukannya menurutmu itu aneh? Seorang pemuda, baru berusia 17 tahun, bukan hanya mengalahkan monster rank S tapi juga dungeon?”

“Menurutku itu biasa saja.” Aku rasa akan jadi masalah kalau aku memberi tahu wanita ini.

“Oh … menurutmu begitu? Tapi ada yang lebih aneh lagi. Dia diberi kekuatan yang luar biasa dan bahkan diakui oleh dungeon. Siapa yang berpikir kalau itu biasa-biasa saja?”

Aku sungguh tak mengerti apa yang ingin dia katakan.

Kepala sekolah menatapku, dan tatapan mata itu seolah sedang mencari-cari sesuatu dalam diriku.

Dan dia pun mulai berbicara. “―Mereka yang mendapatkannya lebih dulu akan bertanya apa itu. Dan orang yang seperti itu pasti akan muncul di dunia ini.”

Kepala sekolah tiba-tiba mulai bicara dengan penuh arti. Seperti sedang bermonolog.

“Apa maksudnya “itu”… apa yang anda bicarakan?”

“Dan… mungkin suatu hari kau akan menempatkan dirimu di lingkungan itu.”

Sepertinya dia tak ingin menjawab pertanyaanku. “Lingkungan…?”

“Benar.”

Entahlah. Apa yang orang ini ragukan tentangku dan apa yang dia bicarakan? Aku sama sekali tidak tahu. Apa gunanya percakapan ini kalau hanya dia sendiri yang bisa mengerti?

“Kalau begitu aku akan tanya padamu, untuk apa kau datang ke sekolah ini?”

“Untuk mencari tahu tentang sihir yang bisa digunakan oleh seorang Healer,” jawabku dengan jujur.

“Eh?…”

Jawabanku mungkin mengejutkannya, kepala sekolah tampak bingung.

“O-oh… yah, baiklah. Memang benar, sekolah akan memberikan pengetahuan pada mereka yang mencarinya. Jadi pada akhirnya, mereka akan menempatkan dirinya ke dalam lingkungan yang seperti itu. Karena itulah kedua murid itu mendirikan sekolah sihir yang bernama Heil Kuwait dan Fishanatica.”

“Ngg … dari tadi anda bilang “itu” terus, apa maksudnya? Aku nggak tahu apa maksudnya kecuali anda mengatakannya dengan sedikit lebih jelas…”

Aku hampir bisa menebaknya. Mungkin maksudnya adalah abyss. Mungkin juga karena aku sering menyebutkannya akhir-akhir ini, jadi kata “abyss” secara alami muncul di benakku.

Tapi, kenapa wanita ini bisa mengetahuinya?

Yah, aku bisa saja salah, haruskah aku mendengarkannya saja?

Namun, saat aku mendengar kembali ucapannya, ada sesuatu yang bisa aku pahami. Dengan kata lain, wanita ini adalah kepala sekolah dari sekolah yang didirikan oleh murid-murid Adams. Jika memang demikian, tidaklah aneh jika dia tahu tentang abyss.

Dengan pemikiran itulah kurasa tebakanku itu benar.

“…Segera setelah aku menjabat sebagai kepala sekolah, Oswald sang kepala sekolah Fishanatica memberitahuku tentang hal itu. Setiap orang yang menjadi kepala sekolah telah diberitahu sejak lama dan diminta untuk tak mengungkapkannya. Kami diminta untuk tidak memberi tahu siapa pun.”

Dengan kata lain, dia tidak bisa memberitahuku. Dan wanita ini sedang mencari tahu apakah “itu” adalah aku atau bukan. Dan jika kenyataannya memang bukan, maka dia tidak akan berani mengatakan apa pun lagi.

“Apa itu benar kau atau tidak, aku hanya melihat kemungkinan itu. Kalau kau benar-benar sadar dan mengerti apa yang aku maksud, maka dengarkan aku.”

“…Huh?” jawabku ragu.

“Berhentilah terlibat dengan itu lagi,” kata kepala sekolah dengan suara tenang, yang membuat tempat ini juga tampak ikut lengang.

Wanita ini tidak tahu tentang dungeon. Itu berarti dia tidak tahu bahwa dungeon adalah salah satu yang menghubungkanku dengan separuh tubuhku. Tapi wanita ini tahu sesuatu tentang abyss. Aku penasaran bagaimana dia bisa tahu. Dan lagi, dia menyembunyikan sesuatu yang menyangkut tentang Adams. Selama dia menyembunyikannya, dia tidak akan pernah memberitahukannya padaku. Aku tak tahu apa yang dia maksud, dan aku masih tidak bisa percaya.

Aku pun bangkit berdiri. “Maafkan aku. Aku tidak tahu apa yang ingin anda katakan, tapi terima kasih atas sarannya. Dan terima kasih juga telah memproses pendaftarannya.”

Aku berjalan menuju pintu.

“Tunggu—” Lalu kudengar lagi suaranya yang berusaha menahanku.

“Ya?”

“Masih ada satu hal lagi.”

Padahal dia sudah banyak bicara, tapi sepertinya masih belum cukup. “……Ada apa?”

“Apa kau bersedia untuk berpartisipasi dalam kompetisi itu?”

“Ya, aku berencana untuk berpartisipasi…”

Keikutsertaan dalam pertandingan bukanlah hal yang wajib. Siapapun boleh ikut jika mereka mau. Jadi, semua orang yang ikut akan secara bertahap terseleksi dan jumlahnya akan berkurang.

“Oh. Sebenarnya, kau membuatku memikirkan banyak hal jika seandainya kau berpartisipasi.”

“Hah?”

Wanita ini memang banyak bicara.

“Maka dari itu, aku memutuskan untuk tidak mengizinkanmu berpartisipasi dalam pertandingan antar sekolah ini.”

“……Apa?”

Apa yang terucap dari mulut kepala sekolah adalah kata-kata yang tak terduga.

“Aku sudah bicara dengan Oswald dan memikirkannya, tentang apa yang harus dilakukan dengan petualang Nito.”

――Penangguhan partisipasi.

Rupanya aku tak bisa mengikuti pertandingan itu.

“Aku… tidak bisa berpartisipasi?”

Ini buruk.

“Pertandingan antar sekolah adalah untuk melihat dengan jelas hasil perkembangan dari para siswa. Selain itu, orang-orang penting yang merupakan kepala negara dari masing-masing negara juga akan hadir, jadi masa depan mereka akan dipertaruhkan dalam pertandingan itu. Pertandingan itu bukan hanya sekedar event.”

“Aku juga sama……!”

Ada mereka di Fishanatica. Itu sebabnya aku sangat ingin berpartisipasi. Aku bahkan berpikir kalau pertemuan dengan mereka itu adalah suatu keajaiban. Tapi…

“Tapi … aku juga tidak bisa menyingkirkan petualang Nito dari pertandingan ini.”

“Eh…?”

Lalu, aku melihat isyarat itu darinya. Apa-apaan itu? Aku bisa berpartisipasi atau tidak? Bagaimanapun juga, aku ingin ikut.

“Anu… apa maksudmu?”

“Sudah jadi fakta terkenal bahwa kau terdaftar di sekolah ini. Pada hari pertandingan, akan ada banyak orang yang memperhatikanmu, termasuk kepala negara seperti yang kubilang tadi. Jadi, aku tidak bisa menangguhkan partisipasimu begitu saja. Pasti akan reaksi reaksi yang dilemparkan padamu jika aku melakukannya…”

“Kalau begitu aku…””

“Sebagai langkah khusus, kami telah menyiapkan pertandingan tambahan dalam kompetisi ini. Tentu saja, itu tidak ada hubungannya dengan hasil pertandingan antar sekolah itu sendiri.”

Jangan lupa terus kunjungi dan baca lagi hanya di lightnovelku

“Lalu bagaimana dengan pertandingan penentuan timnya?”

“Kau tak termasuk dalam pertandingan itu. Jika kau terlibat, kau akan mengganggu peringkat siswa lain di sekolah ini, kan? Itulah kenapa kau dibebaskan dari babak penyisihan dan kau telah ditentukan untuk berpartisipasi dalam pertandingan antar sekolah saat ini.”

“Hah… eh? Ditentukan…?”

Kok tiba-tiba jadi konyol begini. Tanpa mengikuti pertandingan penentuan, aku ditentukan untuk berpartisipasi dalam kompetisi utama pertandingan antar sekolah. Ya ampun…

“Ya. Pengumumannya akan segera disiarkan. Selain itu, jika ada penantang yang muncul, mereka akan diizinkan untuk bertanding langsung melawanmu. Dan jika penantang itu menang, pemenangnya akan diberikan tiket untuk pertandingan tambahan antar sekolah. Jika tidak, kau hanya akan mengikuti pertandingan seperti yang kukatakan.”

Kemudian, terdengar pengumuman di sekolah. Isinya persis seperti yang dikatakan kepala sekolah. Aku dikecualikan dari pertandingan penentuan dan akan berpartisipasi dalam pertandingan tambahan yang akan diadakan secara terpisah dari kompetisi utama. Dengan kata lain, pertandingan antar sekolah tahun ini adalah 3 vs 3. Selain itu, akan ada pertandingan tambahan antar sekolah.

Kepala sekolah kemudian menambahkan bahwa dia tidak tahu apa yang akan terjadi karena tidak ada preseden untuk ini.

“Yah, kuharap tidak ada anak yang gegabah di sekolah ini…”

Sepertinya menantangku bisa dikatakan sebagai tindakan yang gegabah. Sejak kapan wanita ini memperhatikanku? Apa setelah aku menangkap dungeon?

“Jika ada penantang yang muncul, aku akan memberitahumu dalam pengumuman sekolah, jadi silakan pergi ke tempat yang telah ditentukan, oke?”

“Aku tak begitu mengerti sih, tapi … baiklah.” Aku menggaruk kepalaku dan setuju.

“Maaf atas keputusanku ini, tapi sebenarnya aku memang tidak bisa membiarkan orang-orang dari dimensi lain yang bahkan kekuatan sihirnya tidak bisa dirasakan untuk bergabung dengan kami.”

Aku membuka pintu ruangan. “Tidak apa-apa, aku tak peduli…”

Aku meninggalkan ruangan tanpa berkata apa-apa lagi.

Sebenarnya, aku peduli.

Sebenarnya, aku sedang berpikir untuk mengusulkannya pada kepala sekolah tentang mengubah namaku. Nama samaran yang kupakai untuk menyembunyikan identitasku sekarang lebih terkenal daripada “Masamune”. Itu sebabnya aku mencoba ingin berkonsultasi apakah aku bisa mengambil bagian dalam pertandingan sebagai siswa dengan memberikan nama yang berbeda dari saat aku terdaftar di sekolah ini. Tapi semuanya gagal sebelum aku sempat mengusulkannya.

Aku hanya berjalan perlahan melewati gedung sekolah tempat pengumuman untukku terdengar.

Aku tak memikirkan apa pun, aku hanya terus melangkah tanpa arah.

⋇⋆✦⋆⋇

“Oh, jadi itu masalahnya.”

Kami berada di tempat latihan. Dan, pembicaraan itu mengalir begitu saja sejak duduk di bangku penonton beberapa saat yang lalu. Aku baru saja berbicara dengan semuanya tentang pengumuman itu.

“Yah, apa boleh buat, kan? Jika Nito berpartisipasi, sudah pasti dia akan berada di pertandingan utama dan meraih juara pertama, terlepas dari seberapa hebat lawannya.” Patrick juga setuju dengan keputusan kepala sekolah.

“Yah, yang penting aku bisa bermain di pertandingan utama, jadi tak masalah…:”

“Eh? Itu tak menjelaskan kenapa kau sangat terlambat, lho? Apa kau mengatakan sesuatu yang lain? Misalnya, tentang dungeon―” Toa mengatakan itu dengan tanggap.

“Benar, tapi aku belum banyak membicarakannya. Sepertinya dia tahu sesuatu sejak awal.”

“Sesuatu apa?”

“Yah, aku bahkan nggak tahu apa itu?”

Lagi pula, aku tidak tahu apa yang ingin dia ketahui tentang dungeon, dan juga tentang abyss.

Aku mengalihkan pandanganku pada Sarah dan bertanya, “Ngomong-ngomong, sudah lama aku penasaran, kenapa Sarah tahu banyak tentang abyss?”

Sarah terkadang berbicara tentang abyss, tapi tak menceritakan keseluruhan ceritanya.

“Yah… karena aku adalah ratu roh.”

Bukan itu jawaban yang ingin kudengar.

“Itu, lho… kau bilang fool of the abyss, bukannya kau tahu tentang abyss?”

Lalu, Yui yang merupakan roh baru, menjawab dengan berlagak bodoh, “Bukannya aku tidak tahu apa-apa. Tapi ada banyak hal yang tidak aku tahu.”

“Begitu ya. Itu cuma alasan saja, kan?”

Dia gadis yang tidak bisa diajak bicara. Kenapa Sarah memilih gadis seperti ini?

“Diamlah, Yui. Kau tidak tahu apa-apa soal kekuatan sihirnya, kan?”

“Itu langsung wuusss! Dan aku langsung datang! Ini pertama kalinya aku merasakan kekuatan sihir yang seperti itu!”

Aku mendapatkan satu hal lagi yang menarik. ”Sama halnya dengan abyss, tapi kenapa Sarah bisa tahu kekuatan sihirku? Kupikir sudah tidak ada lagi orang yang tahu?” Bahkan Kalifa saja mengatakan bahwa dia tidak bisa merasakan sihirku lagi.

“Kami para roh bisa memahami kekuatan sihir terlepas dari ukurannya.”

“Memahami?”

“Ya, mekanismenya sedikit berbeda denganmu.”

Apa benar begitu?

“Lalu, apa yang akan Nito lakukan sampai pertandingan utama tiba?” tanya Toa.

Sepertinya Toa tidak akan berpartisipasi. Selama itu ia akan menemani latihan Nem bersama Sufilia yang juga tidak ikut. Patrick juga sepertinya akan mempelajari sihir roh bersama Sarah dan Yui, dan memberitahuku bahwa dia tak membutuhkan bantuanku. Dengan kata lain, saat ini aku “sendirian”.

“Yah, aku mau jalan-jalan saja. Ada beberapa hal yang ingin kulakukan, entah waktunya akan cukup atau tidak.”

“Kau mau ngapain?”

”Nyari buku.”

Untuk sesaat, Patrick menatapku saat aku mengatakan itu.

“Yah, aku akan datang untuk menonton latihan Nem. Selain itu, kita bisa makan siang bersama dan pergi ke kelas…”

Pelajaran dasar akan ditiadakan selama pertandingan penentuan. Setelah pertandingan selesai, kelas akan dilanjutkan kembali hingga pertandingan antar sekolah dimulai, namun akan kembali ditiadakan saat pertandingan kompetisi utama dimulai. Tapi itu tak masalah bagiku.

Sebelum aku pergi ke dungeon, aku memiliki kelas yang bisa kuhadiri secara bebas. Untuk berjaga-jaga, mereka bertiga menghadirinya. Lagipula, sebagai Healer, aku tak punya sihir yang bisa kugunakan. Jadi sebagian besar pelajaran itu tidak ada gunanya.

“Yah, kita lakukan saja.”

Pertandingan penentuan akan segera dimulai dan jadwalku sendiri terpaksa hilang. Ini sedikit mengecewakan, tapi mau bagaimana lagi. Yah, sebaiknya abdikan diri saja untuk mendukung Nem dan Patrick. Dan biar kutebak bahwa keduanya bisa melakukannya dengan baik…


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset