Nito no Taidana Isekai Shoukougun Novel Bahasa Indonesia Chapter 122

Akademi dan Roh Baru

Nito no Taidana Isekai Shoukougun Novel Bahasa Indonesia

TL: lightnovelku.my.id

⋇⋆✦⋆⋇

“Hei, kita sudah sampai.”

Suara Toa terdengar sampai ke dalam mimpiku, dan dengan lembut aku membuka mataku. Kulihat sinar matahari yang bersinar melalui celah di tirai kereta.

dukung klik iklan

“Apa, kita sudah sampai di akademi?”

Leonard, yang memegang kendali kuda, menoleh ke belakang dan menjawab, “Ya, kita sudah sampai.”

Setelah itu kami turun dari kereta dengan tertib dan bermandikan sinar matahari.

“Gimana kalau kita temui Patrick dulu dan melihat keadaannya? Sierra mungkin juga sudah kembali,” tanyaku sambil meregangkan tubuh.

“Boleh juga. Ayo ke sana.”

Mungkin karena aku tidur di sepanjang perjalanan, aku jadi merasa segar. Sepertinya sekarang sekitar tengah hari.

“Kalau begitu, sampai jumpa lagi di lain waktu, Nito.”

“Nggak mau mampir dulu? Ada Pangeran Razhausen juga, lho, di sini?”

“Maaf, aku tidak bisa. Aku tak bisa begitu saja menemui Pangeran Razhausen.”

“…Begitu ya?”

“Iya, kalau ingin menemuinya aku harus menyelesaikan prosedur antar negara dulu.”

Aku tak terlalu mengerti tentang hal-hal seperti itu.

“Hmm… baiklah, sampai jumpa lagi. Aku akan ke Darms Ardan nanti. Sementara itu, tolong jaga Khalifa untukku. Dan aku yakin dia mungkin akan datang menemuimu dari arah lain, ikuti saja gelombang kekuatan magisnya.”

“Baiklah, aku akan kembali ke Byomento.”

“Maaf ya merepotkan.”

“Tidak, tidak. Baiklah, aku permisi—”

Setelah itu, Leonard membungkuk ringan dan kemudian pergi. Dia pria yang sangat ramah. Meskipun kami baru saja sampai, dia langsung kembali ke sana… Yah, itu sebabnya aku ingin bekerja sama dengannya.

Kami berjalan melewati gerbang sekolah. Untuk saat ini kami akan menemui Patrick dulu, lalu malam nanti, baru kita pergi ke ruangan itu lagi untuk mencari buku terlarang.

Dan, baru sebentar kami berjalan dari gerbang, sekarang kami sudah sampai di pintu masuk akademi. Ada papan buletin di sana. Dan aku sempat meragukan mataku begitu melihat ke papan itu, jadi aku harus memastikannya sampai dua kali.

―”Berita Ekstra! Petualang Rank S Nito telah menaklukkan dungeon!”

Begitu banyak poster yang ditempelkan sampai ke ujung papan buletin. Ada nama “Magical News Agency” di sana. Mungkin ini ulah Francesca. Dia bilang dia akan kembali duluan ke sini.

“Papannya penuh dengan poster tuanku!” seru Nem sambil mendekati papan buletin.

“Siapa lagi yang bisa melakukan ini kalau bukan Francesca?”

Toa pun tertawa begitu melihatnya.

“Soalnya kau baru saja menaklukkan dungeon, sih. Tapi kurasa ini masih masalah kecil.”

“Apa nantinya bakal jadi lebih merepotkan?”

“Mungkin. Saat kau menaklukkan dungeon, sepertinya kau sudah dideklarasikan, jadi kau tidak bisa menipu mereka lagi seperti yang kau lakukan di Razhausen.”

Aku tak ingat pernah menipu, tuh…

“Dan yang paling penting lagi, karena Nito-sama akan berpartisipasi dalam pertandingan antar sekolah, aku yakin akan ada banyak bangsawan dan pengintai dari berbagai negara yang akan mengunjungi akademi ini.”

“Pengintai? Buat apa juga mereka mengintaiku?”

“Semuanya bisa jadi mungkin. Misalnya saja, siapa tahu kau jadi ajudan raja, penyihir istana, pemimpin yang melatih ksatria, atau penyihir.”

“Aku nggak mau melakukan semua itu. Yah, aku juga nggak peduli, sih~”

“Kau bisa bersenang-senang seumur hidupmu dengan mengambil status bangsawan. Kau juga bisa punya banyak wanita di mansion dan hidup seperti yang kau inginkan.”

“Sejujurnya, aku tak tertarik dengan harem.”

Kalau dipikir-pikir, memang bukan ide yang buruk. Tapi siapa yang mau datang ke dunia lain dan tetap tinggal di satu tempat yang sama?

“Hei, kenapa kita tak membawa poster ini ke kamar dan menempelkannya sebagai hiasan?” kata Toa nakal.

“Jangan… kalau kau mau, kau bisa minta ke Francesca. Dia pasti masih punya banyak poster yang baru. Lagian dia juga masih ada di akademi.”

Aku sungguh tak tertarik, tapi karena Toa menginginkannya, jadi aku tidak bisa menolaknya.

“Ya sudah! Boleh.”

Lalu Toa tersenyum. Yah… jika Toa memang menginginkannya, aku akan memenuhinya.

Kemudian, saat itu juga aku melihat bayangan yang menggeliat dari belakang gedung sekolah. Sesuatu itu berada di bawah bayangan gedung, dan aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Namun, sosok itu secara bertahap berubah menjadi lebih jelas.

“Oi, oi, oi! Itu… gawat!”

Itu adalah sekelompok siswi perempuan. Dan ada beberapa anak laki-laki juga di antara mereka. Terlepas dari jenis kelamin atau ras mereka, mereka tampak seperti “roh jahat” yang sedang berjalan ke arah kami.

“Monster! Itu monster!”

Nem mengangkat cakarnya dan memperhatikan gerombolan itu.

“Itu bukan monster, Nem. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih buruk! Ayo pergi dari sini!”

Aku memegang tangan Nem dan segera meninggalkan tempat itu. Kemudian, Toa dan Sufilia yang mengejarku, tersenyum dengan senyuman yang tak bisa kumengerti.

“Sesekali melakukan hal semacam ini juga menyenangkan, ya kan?” tanya Toa yang kini tengah tersenyum dan terengah-engah.

“Hah?”

“Tidak, bukan apa-apa.”

Aku bisa mendengar suara dari belakang yang memanggilku, “Nito-sama! Nito-sama!”

“Maaf, tapi aku bukan Nito!”

Aku berbohong bahwa topeng yang aku pakai ini adalah topeng yang aku beli di pedagang kaki lima. Tapi, rasanya mereka seperti tak punya telinga untuk mendengar. Dan rupanya, Toa dan Nem juga dikenali. Aku juga bisa mendengar suara yang memanggil nama mereka berdua. Mereka bukan temannya, kan? Ternyata party ini jadi semakin terkenal. Apa aku harus memikirkan nama partyku sekarang?

Kami berlari di sekitaran akademi tempat kami kembali.

⋇⋆✦⋆⋇

Jangan lupa kunjungi dan baca lagi hanya di web lightnovelku.my.id

Gelombang kekuatan magis Patrick begitu terasa di tempat latihan. Kemudian, kami memasuki tempat latihan dan menemukan Patrick yang sedang berlatih dengan Sarah. Kami saling melambaikan tangan dan bertemu lagi untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

“Nito, apaan nih, kau masih memakai topeng itu?”

“Aku nggak boleh sampai ketahuan.”

“Sepertinya memang lebih baik begitu.”

Patrick juga sudah tahu bahwa aku telah menaklukkan dungeon.

“Gampang saja kalau kulepas. Tapi nanti bakal jadi lebih merepotkan dari yang kubayangkan.”

“Kalau itu sampai merepotkan buatmu… berarti memang masalah banget, ya.”

“Begitulah.”

Mengingat kembali ke saat-saat sebelumnya memang harus tahan mental.

“Ngomong-ngomong, gimana dengan sihir rohmu? Apa berjalan lancar?”

“Lebih baik dari sebelumnya. Tapi jujur saja, ternyata sihir ini sedikit di luar batas yang bisa kuterima.”

“Di luar batas yang bisa kau terima?”

Di sisi lain, Nem dan Toa sedang berbicara dengan Sarah sambil tertawa bahagia.

“Ya, seperti yang kubilang sebelumnya, kan? Roh akan muncul sesuai dengan kekuatan sihir si pemanggil.”

“Memangnya kau bilang begitu?”

“Benar, kok. Dengan kata lain, Sarah muncul sesuai dengan kekuatan sihir Nito.”

“Jadi begitu.”

“Itu sebabnya aku tak cukup mampu mengatasinya.”

Soal itu maaf, deh. Tapi kan dia sendiri yang memintaku untuk memanggilnya.

“Terus apa yang kau lakukan?”

“Aku menunggu sampai Nito kembali, tapi Sarah bilang dia akan memberiku roh lain.”

“Roh lain? Apa maksudmu?”

“Sarah adalah ratu roh, kan?”

“Iya.”

“Maksudku, dia ratu Salamander.”

“Iya, aku tahu.”

“Jadi semua roh yang lebih rendah darinya akan mengikuti perintahnya.”

“Hmm.”

Rupanya Patrick akan memutuskan kontrak dengan Sarah.

“Jadi kapan kau akan melakukannya?”

“Sekarang juga. Itu sebabnya aku menunggumu.”

“Menungguku? Kenapa kau menungguku? Kau bisa melakukannya sendiri, kan?”

“Bukan itu masalahnya.”

Patrick menjelaskan bahwa Sarah secara otomatis akan kembali ke dunia roh saat dia memutuskan kontraknya. Itu sebabnya Sarah perlu membuat kontrak sementara dengan seseorang. Dengan kata lain, sepertinya dia akan membuat kontrak sementara denganku dan kemudian memilih roh yang tepat untuk Patrick. Omong-omong, kontrak sementara sepertinya tak membutuhkan ritual yang rumit seperti kontrak yang sekarang ini.

“Oke, mari kita mulai. Kita juga harus lolos pertandingan.”

Kemudian Sarah menghampiri kami.

“Sudah selesai bicaranya?”

“Yah.”

Patrick dan Sarah melakukan percakapan normal. Sepertinya mereka jadi lebih dekat selama aku tidak ada di sini.

“Kau yakin mau melakukan kontrak denganku?”

“Tak masalah. Aku tidak melakukannya untukmu, dan ini hanya kontrak sementara, jadi aku akan segera membatalkannya.”

“Okelah……”

Yah, aku tak yakin bagaimana kontrak itu akan bekerja, tapi Sarah bilang tak masalah. Sebaiknya aku diam dan patuh sajalah.

“Kalau begitu ulurkan tanganmu.”

“Hm, seperti ini?”

Aku mengulurkan tangan kananku, dan Sarah meraih tanganku.

“Apa yang kau lakukan, Sarah?” tanya Toa.

“Aku akan membatalkan kontrak dan membuat kontrak sementara dengannya. Tenang saja, aku tidak akan merebutnya darimu.”

Toa tersipu sesaat. Dan dia tidak mengatakan apa-apa lagi.

“Jadi, selanjutnya apa?”

Sarah kemudian menggigit jari telunjuk tangan kirinya, dan darah menetes dari sana.

(Kuchiyose no jutsu!!! Oh, salah server. cm tl/note)

“Patrick, jilat ini.” Sarah menjulurkan jari telunjuknya pada Patrick.

“Harus ya aku jilat?”

“Iya, jadi cepatlah.”

“Oke.”

Patrick menjilat jari Sarah setelah sempat ragu sejenak, lalu dia menjilatnya seperti sedang terburu-buru. Dan setelah itu,

“Ah!”

Lingkaran sihir merah menyala muncul di kaki kami, lalu menghilang dalam sekejap.

“Oke, sudah.”

“Apa sudah selesai?”

“Ya, sekarang aku adalah rohmu.”

“Jadi, selanjutnya apa lagi?”

“Aku akan mengukur kekuatan sihir Patrick dan memilih roh yang tepat untuknya.”

Sarah kemudian meletakkan tangannya di bahu Patrick. Dan saat itu juga lingkaran sihir merah itu muncul lagi dan kali ini mengelilingi Patrick.

“….Huh?” Aku pun menyadarinya. “Hei? Kau menggunakan kekuatan sihirku tanpa izin, ya?”

“Tentu saja aku menggunakannya. Karena itulah aku membuat kontrak sementara denganmu, kan?”

Jadi begitu, ya? Rupanya, metode ini menghabiskan begitu banyak kekuatan sihir sehingga kekuatan sihir Sarah tak cukup untuk melakukannya.

“Kau berbeda dari sebelumnya, ya? Sebelumnya kau punya sihir yang lebih menakutkan…”

“Ya, begitulah. Ternyata aku sedikit tertelan abyss, tapi aku sudah kembali.”

“Oh… saat bertemu denganmu, aku juga tak suka sihirmu. Sihirmu banyak yang tidak stabil, kadang lebih kecil, lebih besar, dan itu sangat terdistorsi.”

“Kau tahu soal itu? Mau gimana lagi, itu karena abyss, kan?”

“Tidak. Kekuatan magis itu sendiri seharusnya tidak ada hubungannya dengan abyss. Dan aku sedang tidak membicarakan soal abyss, tapi masalah mentalmu.”

“Masalah mental? Apaan sih? Rasa-rasanya Bel juga pernah bilang begitu…”

“Karena abyss ada di dalam hati, jadi kekuatan magis tak lebih dari makanan. Kau tak perlu khawatir soal itu.”

“Hmm, begitu ya…”

Kenapa dia begitu mengenal abyss? Itu mengganggu pikiranku.

“Sudah selesai. Nah, Patrick. Ayo lakukan pemanggilannya.”

Lalu Patrick menyentuh bahu kiri Sarah dengan tangan kanannya, yang berlawanan dengan Sarah. Mereka saling berhadapan dan menyentuh bahu satu sama lain, kemudian meletakkan kekuatan sihir pada bahu mereka masing-masing.

Pada saat itu, lingkaran sihir merah sebesar tiga kali lipat naik untuk memindai mereka berdua, dan massa api muncul di antara mereka. Dan saat itulah api menyebabkan ledakan kecil.

Di sana, seorang gadis berkulit putih dengan rambut pendek cokelat dan berpenampilan Arabian seperti Sarah pun muncul. Dan gadis itu tersentak begitu membuka matanya.

“Lho? Putri? Kenapa ada di tempat seperti ini?”

Sarah sepertinya seorang putri, bukan ratu. Tidak, itu tidak penting. Tapi, kenapa rohnya perempuan lagi?

Aku jadi iri pada Patrick.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset