Nito no Taidana Isekai Shoukougun Novel Bahasa Indonesia Chapter 121

3 Orang Terpilih

Nito no Taidana Isekai Shoukougun

TL: lightnovelku.my.id

●○●○●○●○

“―Jangan beri tahu mereka,” kata Koizumi memotong ucapan Kawachi.

“Jangan… kenapa memangnya? Saeki juga harus tahu—”

dukung klik iklan

“—Dia bukan orang yang seperti itu.”

Kawachi dan yang lainnya bingung setelah mendengar perkataan Koizumi.

“Koizumi? Apa maksudmu?” tanya Iida.

“Sejak awal dia tidak pernah berubah. Dia tak berpikir bahwa dia pernah menindas Hidaka ataupun mengatainya sama seperti Aries.”

Semua siswa yang berada di ruangan ini berada di antara penonton waktu itu.

—Itu sebabnya mereka bingung dengan Koizumi.

Mereka bisa mendengar teriakan Koizumi. Namun mereka tak bisa mendengar apa yang dikatakan Saeki. Saeki orang yang licik. Jadi saat di lapangan waktu itu, dia mengatakan sesuatu pada Koizumi yang hanya Koizumilah yang bisa mendengarnya. Dan dia berpikir tidak akan ada orang yang mempercayai perkataan Koizumi meskipun dia memberi tahu mereka.

“Sekarang pun masih begitu. Saat itu … dia mengatakan sesuatu padaku. Dia benci orang-orang lemah yang langsung merasa bersalah…”

Saat Koizumi berkata begitu, tempat itu menjadi sunyi.

“Apa … itu benar?” Kawachi bukannya meragukannya, namun dia hanya ingin memastikannya.

“Hmm… Kalau kuingat-ingat memang itulah yang dia katakan padaku. Dan cuma aku yang bisa mendengarnya… Lagi pula, tidak ada yang mempercayai kata-kataku, kan? Itu sebabnya dia bilang secara blak-blakan begitu padaku.”

Kawachi tampak bingung.

“Yah… aku akan memberitahumu sekarang. Jangan bilang apa-apa pada Saeki. Kalau kau mengajaknya, aku akan pergi. Aku juga tak ingin terbunuh olehnya. Sudah kubilang kan, dia mungkin berbeda dari kita.”

“Berbeda…? Apa maksudmu?” tanya Kawachi.

“Kita tak pernah membunuh orang, kan? Jadi mungkin kita tidak bisa melakukan sesuatu seperti membunuh… Atau malah kita ragu duluan sebelum melakukannya. Tapi, Saeki tidak begitu. Kurasa dia mungkin bisa membunuh orang dengan mudah. Sebaliknya, dia mungkin sedang menunggu hari disaat dia bisa membunuh. Sebut saja itu ‘pertumbuhan’?”

“Apa dia mengatakan itu?”

“Tidak, itu cuma kesanku tentangnya. Tapi aku tahu hanya dengan melihatnya. Itulah yang kurasakan.”

Koizumi sangat berwawasan luas dan analitis. Dan kepekaannya juga kuat. Itu sebabnya dia memiliki mental yang lebih lemah dari orang lain.

“Lalu… bagaimana dengan Kida? Kida juga tak masalah, kan? Aku yakin dia juga merasa kasihan pada Hidaka—”

“―Sebaiknya kau juga jangan memberi tahu Kida.”

Lalu ada keheningan lagi. Koizumi melihat ekspresi wajah mereka semua.

“Kalau kalian berpikir aku menolaknya demi perlindunganku sendiri, aku tak keberatan kalau kalian memang berpikir begitu.”

“Sebaliknya … aku ingin bertanya kenapa.”

Kawachi tampak tenang menjawabnya. Koizumi tak mau mengatakannya karena dia tidak menyukainya. Itulah yang Kawachi pikirkan.

“Saeki memang jahat, tapi Kida tak punya niat jahat sejak awal.”

“Tak punya niat jahat? Maksudnya…?”

“Sejak awal dia tak berpikir telah melakukan kesalahan. Untuk apa “senyum pahit” yang kadang-kadang dia tunjukkan itu? Kadang aku memikirkannya. Tapi intinya, orang itu sendiri tak menyadarinya.”

Lalu, mereka yang mendengarkan Koizumi pun memiringkan kepala mereka yang penuh tanda tanya.

“Dia selalu memanfaatkan Hidaka sebagai kacung, bersama dengan Saeki, kan? Tapi dia tidak sadar bahwa dia sedang melakukan penindasan. Yah, bisa kubilang Kida tak melakukan apa-apa pada Hidaka selain memanfaatkannya sebagai kacung.”

“Tapi Hidaka juga benci melakukan itu, kan? Itu sebabnya dia bunuh diri.”

“Itu karena Kida tak menyadarinya (nggak ngerti perasaan Hidaka)! Kau tahu? Orang-orang yang muncul di berita mana mungkin bisa mengerti perasaan orang lain?! Mereka bahkan tak menyadari bahwa mereka adalah penguntit atau pelaku pelecehan seksual!”

Koizumi jadi tampak frustrasi.

“Jadi, maksudmu Kida tak pernah menyadari perbuatannya?”

“…Sejauh yang kulihat, memang begitu. Menurutku Kida adalah orang yang seperti itu. Jadi kalau kau ingin mengajaknya, sebaiknya ajak orang lain saja. Tidak ada yang lebih buruk daripada melihat seorang pria yang bahkan tidak menyadari apa yang dia lakukan, kan?”

Setiap orang terdiam mendengarkan pendapat Koizumi.

Dan, kenapa tidak ada yang mengatakan apa-apa lagi?

Itu karena mereka merasa tak nyaman dan memikirkan sesuatu, tapi mereka tidak bisa mengungkapkannya. Dan sekarang Koizumi telah mengatakan apa yang mereka semua pikirkan.

“Aku mengerti … untuk saat ini, kita tunda dulu untuk memberi tahu Saeki dan Kida.”

“Yah, aku serahkan sisanya padamu.”

Koizumi ambil bagian paling akhir. Lagi pula, jika Kawachi tak setuju dengannya, dia bisa pergi.

Dan diskusi berlanjut untuk sementara waktu.

“Sekarang, fokuslah pada diri kita masing-masing dan nikmati masa-masa kita sebagai siswa,” kata Kawachi mengakhiri diskusinya.

●○●○●○●○

Jangan lupa terus kunjungi dan baca lagi hanya di web lightnovelku.my.id Gapapa pada cuek ga mau komen or like, dah biasa, asal tetap setia di sini guys. kalo kalian pergi rasanya kayak patah hati :3

Setelah itu, turnamen dimulai dan Saeki terus menang.

Setiap hari dia terus berlatih sihir di bawah bimbingan Joanna dan makin berkembang. Dia juga memenangkan pertandingan yang tidak bisa Kida menangkan, dan secara bertahap terus naik dan memenangkan turnamennya. Tentu saja, Joanna juga berhasil memenangkan turnamennya. Dalam kasus Joanna, Saeki tak terkejut sama sekali karena Joanna adalah kandidat favorit untuk menang.

Tapi Saeki berbeda. Semua orang mengakui kekuatannya dan sampai berkata, “Siapa dia?”

Dan akhirnya semifinal. Ini adalah pertandingan antara Saeki dan Joanna.

“Akhirnya hari ini datang juga, ya, Saeki-sama?”

“Akan kutunjukkan yang terbaik. “Sensei”?”

Joanna tersenyum. Kemudian, dengan pengumuman dimulainya pertandingan, Saeki mengeluarkan pedangnya dan meneriakkan sihirnya.

“[Fire Speed]!”

Saeki mempercepat dirinya dengan sihir api, mengarahkan pedangnya, dan mendekati Joanna.

……..

●○●○●○●○

―Saeki kalah.

Meski telah berkembang, Joanna masih lebih baik darinya. Namun, tak diragukan lagi bahwa semua orang di tempat ini tahu tentang keberadaan seorang penyihir bernama Saeki. Dan mereka telah mengakui kekuatannya dengan mengatakan, “Bakatnya sungguh luar biasa.”

Setelah itu, Saeki melanjutkan ke pertandingan untuk penentuan peringkat ke-3. Kemudian dia menang dengan gemilang dan mendapatkan tiket pertandingan antar sekolah sebagai peringkat ke-3 dalam tim.

一Joanna berhasil mencapai final dan bertemu dengan Tim Lloyd, salah satu murid Fishanatica yang paling kuat.

Namun, sihir Joanna tak berhasil mengenai Tim. Orang yang bernama Tim Lloyd itu berbeda dari Joanna dan Saeki, yang seolah memiliki kekuatan yang berbeda.

Kemudian, para peserta untuk pertandingan antar sekolah telah ditentukan, dan upacara penghargaan diadakan.

Dan yang berada di atas mimbar adalah——

Peringkat 1, Tim Lloyd.

Peringkat 2, Joanna Harris.

Dan Peringkat 3 adalah Saeki.

Ketiga orang ini akan berada di final. Dengan kata lain, mereka akan melawan murid Heil Kuwait.

Tentu saja, ada beberapa pahlawan yang juga ikut serta. Misalnya seperti Kawachi. Namun, Kawachi tersingkir di babak kedua.

Ada juga beberapa peserta yang lain, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mampu melewati babak penyisihan.

Paling singkat, mereka telah mempersiapkan untuk turnamen ini dari setahun sebelumnya. Mereka yang baru belajar sihir hampir sebulan yang lalu tidak akan bisa menang hanya karena mereka memiliki keuntungan.

Seperti yang terlihat di sini, partisipasi Saeki dalam turnamen utama sangatlah tinggi.

Dan Oswald Saberhagen pun muncul. Dia-lah Kepala Sekolah Fishanatica.

“Para murid! Itu adalah pertarungan yang luar biasa. Aku harap baik yang menang maupun yang kalah bisa mendapatkan manfaat yang telah mereka peroleh dalam pertarungan ini. Dan sekarang, tiga penyihir kita akan berpartisipasi dalam turnamen utama. Pertarungan melawan Heil Kuwait sedang menanti kalian. Masih ada banyak waktu sampai saat itu tiba. Aku ingin kalian mempersiapkan diri kalian lagi untuk pertandingan antar sekolah.”

Sebagai kepala sekolah, Oswald harus memberikan pidatonya. Para pahlawan menghela napas karena pidato selanjutnya pasti akan panjang, tapi mereka harus mendengarkannya.

Dan inilah Sekolah Sihir Fishanatica.

—Pemilihan perwakilan turnamen pun berakhir.

●○●○●○●○

Saeki meninggalkan tempat itu sendirian.

Dia menuruni tangga aula dan kemudian keluar ke koridor remang-remang di tempat teduh. Lalu, dia melihat seseorang yang tak asing di sana.

“Kyogoku?”

“Hm? Oh… Saeki?”

—Kyogoku Shinya.

Bisa dibilang, dia anak nakal yang membolos? Dia adalah pria sial yang secara tak sengaja terjebak dalam pemanggilan dunia lain pada hari saat dia sedang ingin pergi ke sekolah.

“Kau, ke mana saja kau?”

Kyogoku pada dasarnya tidak tahu di mana dia berada. Dia tak mencoba untuk terlibat dengan siapa pun. Dan itu sudah terjadi sejak dia di Greyberg.

Saeki pikir dia seharusnya berada di suatu tempat di gedung sekolah, tapi dia tak pernah melihatnya karena Kyogoku tidak pernah muncul.

“Ke mana aku … ya disitu-situ aja, kan? Di atap sepertinya?”

“Atap?”

“Iya. Tuh, lihat, ada menara tinggi, kan? Aku suka tidur siang di sana.”

Saeki tampak bingung.

Menara itu adalah menara tertinggi di halaman sekolah dengan lonceng di atasnya. Namun, pintu yang menuju ke sana selalu terkunci secara ajaib.

Bagaimana orang ini bisa melewatinya? pikir Saeki.

“Yah sudahlah. Ngomong-ngomong, kau nggak berpartisipasi kali ini?” tanya Saeki.

“Hm? …… Ah, maksudmu pertandingan antar sekolah? Aku ikut, kok.”

“Oh … aku tak melihatmu dalam pertandingan. Sampai sejauh mana kau ikut?”

“Yaahh, karena terlalu lemah dan nggak seru, jadi aku berhenti di tengah jalan. Sejujurnya, tidak ada seorang pun di sekolah ini yang cocok denganku. Termasuk kau…. Saeki?”

“Hm… jangan bilang begitu.”

“Yah, itu tak masalah buatku. Dan aku harap Saeki puas dengan pertandingan itu. Aku sih nggak terlalu peduli dengan omong kosong seperti pertandingan antar sekolah~”

Kyogoku pergi setelah mengatakan semua itu.

Lalu, Saeki yang tak terlalu kesal, pergi ke arah yang berlawanan dari Kyogoku dan bergabung bersama Joanna dan yang lainnya.

Kyogoku adalah pria yang misterius. Saeki belum pernah melihat Kyogoku menggunakan sihir. Namun, Kyogoku pernah mengatakan bahwa dia benar-benar berlatih sihir. Tapi Saeki belum pernah melihatnya sejak saat itu.

Kesimpulannya, apa yang Saeki pikirkan sekarang?

Dengan kata lain, dia tak menganggap Kyogoku itu lemah. Saeki merasa Kyogoku agak menyeramkan dan kekuatannya jelas terlihat pada sosok itu, yang kini sedang berjalan memunggunginya. Itu sebabnya Saeki tak berani mengatakan apa pun pada Kyogoku.

Apa dia akan menonton final dalam waktu dekat ini?

Selain itu, dia mengatakan “lemah” atau semacamnya? Sejujurnya, apa yang dia ucapkan barusan tak terdengar begitu keras. Itulah sebabnya Saeki merasa takut pada pria bernama Kyogoku, yang sama sekali tidak bisa dia pahami. Dan dia mengakuinya.

Jika dia ingin bekerja sama dengan seseorang setelah lulus, orang pertama adalah Kida.

―Dan kemudian Kyogoku.

Itulah yang Saeki pikirkan.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset