Isekai Konbini One Operation Novel Bahasa Indonesia Chapter 6

Bukan Seperti Itu

Isekai Konbini One Operation

TL: lightnovelku.my.id

⋇⋆✦⋆⋇

Pukul 09:30.

Itu adalah waktu yang ditunjukkan di dalam tablet. Jam di dinding toko juga menunjuk ke waktu yang sama.

dukung klik iklan

Di dunia tempatku berada, saat itu adalah malam hari. Saat aku pindah ke dunia ini, hari sudah siang. Dan sekarang, seperti yang ditunjukkan di jam, hari pun sudah pagi.

Bukankah aku ditransfer dari malam ke siang? Pada saat itu, apa aliran waktu benar-benar melaju sepanjang hari dan menjadi malam? Aku bertanya-tanya, apakah waktu yang berjalan di dunia ini sama seperti waktu yang berjalan di duniaku?

Ada sirkulasi listrik dan air, dan fungsi terjemahan yang misterius di sini.

Mungkin sebaiknya aku tak memikirkan hal-hal yang sulit di dunia ini. Sesuatu yang terjadi hari inilah yang membuatku berpikir begitu.

Di dunia asliku, waktu yang ditunjukkan pada jam adalah waktu pengiriman yang telah dijadwalkan, yaitu hari kedua dari CDC1. Sudah waktunya kotak makan siang dan rice ball tiba.

Ada tiga pengiriman yang dijadwalkan dalam sehari. Yang pertama adalah setelah tengah malam, ketika waktu menandai pergantian tanggal. Pengiriman kedua akan tiba hampir setelah jam 9 pagi.

Saat aku sedang memikirkan hal ini, ada seseorang yang muncul.

“Pagi.”

Saat aku sedang membersihkan konter, aku dikejutkan oleh kedatangan seorang pengunjung yang tiba-tiba.

“Se-selamat pagi.”

Sebuah kereta kuda berhenti di luar. Itu adalah kereta tertutup yang megah. Dia menurunkan sejumlah kotak dari gerobak dan mulai membawanya ke toko satu demi satu.

“U-um… boleh aku tahu siapa anda?”

“Aku? Namaku Hugo dari Pusat Distribusi Ibukota Kerajaan.”

“Uh, Tuan Hugo. Paket-paket apa ini?”

“Itu barang yang kau pesan. Kotak-kotak ini berisi ramuan. Silakan dicek dulu.”

“…Ramuan.”

Jadi barang-barang itu benar-benar datang. Ramuan yang aku pesan, yang dikemas dalam enam kotak kayu. Botol-botol kecil itu sepertinya berisi ramuan.

“Terima kasih.”

“Ah! Tunggu!”

“Ya?”

“Dari mana anda mengirimkan ini?”

Aku buru-buru menghentikan Tuan Hugo saat dia hendak berbalik dan menanyakan pertanyaan yang menggangguku.

“Dari pusat distribusi di ibukota kerajaan. Mereka berasal dari pusat pengumpulan dan pengiriman di sana. Kami tidak tahu pengirimnya, kami hanya melakukan pengiriman.”

“Begitu ya… Terima kasih… atas kerja kerasmu!”

“Yah, sampai jumpa! Aku pergi dulu!”

Selalu bacalah di tempat yg garap apapun itu judul novelnya. Jangan lupa terus kunjungi dan baca lagi hanya di web lightnovelku.my.id

Hugo masuk ke platform kusir dan pergi.

Pengirim untuk semua barang-barang ini tetap tidak diketahui. Aku tidak bisa meninggalkan kotak kayu yang dia tinggalkan, jadi aku membawanya ke dalam konter.

“Ini cukup berat…”

Biasanya, aku harus menggunakan POT 2 untuk memeriksa produk, tapi pasti tidak ada barcode pada produk di dunia ini, jadi aku harus menghitungnya satu per satu.

“Ini Heal atau Cure?”

Saat aku mengambil satu botol dan memperhatikannya… ada… sebuah barcode.

“Tidak mungkin.”

Aku mengeluarkan POT dari ruang belakang, memilih barang-barang untuk diperiksa, dan memindainya. Ramuan itu terpindai tanpa masalah dan terbaca [High Heal Potion 99]. Tak salah lagi, ini persis ramuan yang aku pesan. Botol ramuan itu memiliki barcode, tapi tidak ada indikasi pabriknya.

“Siapa yang membayar produk ini? Apa melalui transfer bank?”

Aku memeriksa ATM yang terpasang di toko. Layarnya kacau. Aku tidak berpikir itu bisa digunakan.

Mungkin lebih baik untuk berpikir bahwa aku akan ditagih nanti. Dalam hal ini, produk-produk ini tidak dapat didistribusikan secara gratis. Jika aku tidak menjual ini dengan benar dan menyimpan uang untuk tagihannya, aku akan mendapat masalah nanti.

Randolph pun datang menemuiku di malam hari.

“Ramuannya benar-benar datang?”

“Iya, sudah sampai. Apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku benar-benar ingin memiliki beberapa ramuan untuk cadangan para ksatria, bagaimana menurutmu?”

“Aku khawatir ini akan ditagih nanti, jadi apa kau bisa membayarku dengan uang?”

“Tentu saja. Aku akan membayar sesuai dengan harga pasar.”

Aku memindai barcode ramuan itu di kasir.

[Normal Heal Potion 1,000 yen.]

Itu ditampilkan pada touch panel di mesin register.

“Harganya 1000 yen. Apa kau memilikinya?”

“Koin perak? Kupikir itu memang harga pasarnya.”

Apa kata-kataku tentang “1000 yen” itu terdengar seperti “koin perak” bagi Randolph?

Jika demikian, kenapa aku tidak bisa mendengar kata-kata ‘satu koin perak’ Randolph sebagai ‘seribu yen’?

Kedengarannya memang ‘satu koin perak’ persis seperti yang dia katakan. Sungguh sistem terjemahan yang misterius.

“Berapa banyak yang kau inginkan untuk para Ksatria?”

“Yah, untuk setiap jenis… Kau memesan sejumlah sembilan puluh sembilan, kan? Kupikir aku akan membeli setengahnya. Masing-masing lima puluh.”

“Oke. Apa kau ingin membawanya sekarang?”

“Besok aku akan membawa kereta bersama dengan cadangannya. Aku juga tidak bawa uang sekarang.”

“Baiklah. Aku mengerti, Tuan Pelanggan.”

Jika dia bisa membayarku dengan benar, aku tak keberatan. Aku telah memutuskan untuk menjualnya pada Randolph sebanyak yang dia inginkan.

“Tapi aku terkejut mereka benar-benar datang. Bisa tolong kau periksa nanti untuk melihat apakah ada produk yang berbeda, Saori?”

“Tentu. Aku akan memberitahumu kalau memang ada.”

“Terima kasih.”

Sementara aku melakukannya, aku memutuskan untuk bertanya padanya apa aku bisa mendapatkan minyak goreng.

“Hei Randolph, apa ada toko di Ibukota Kerajaan yang menjual minyak goreng?”

“Ya. Tentu saja ada. Kau mau beberapa?”

“Kalau begitu apa kau bisa mendapatkannya? Aku perlu mengisi minyak. Bisa dapatkan beberapa untukku?”

“Ya, tak masalah. Aku akan melihat apa yang bisa aku lakukan besok.”

“Terima kasih, Randolph.”

Masih ada sisa minyak goreng di toko. Tapi aku ingin tahu terlebih dahulu seperti apa minyak goreng di dunia ini.

Kualitas minyak yang digunakan dalam Deep Fryer akan menurun jika digunakan terus menerus. Karena selama ini aku hanya menggunakannya untuk keperluanku sendiri, aku belum mengganti minyaknya sampai tidak bisa digunakan lagi, tapi kudengar itu bisa buruk bagi kesehatanku jika aku terus menggunakan minyak yang teroksidasi.

Untuk mengontrol kualitas minyak di toserba, strip uji minyak selalu tersedia. Nilai asam diuji menggunakan strip ini, dan ketika pembacaan menunjukkan minyak di bawah 2,5 pH, minyak harus diganti.

Di toko kami, minyak selalu diganti dua kali seminggu pada hari yang telah ditentukan sehingga kami bisa mengganti minyak sebelum nilai asamnya naik ke level tersebut.

“Oh ya, Saori, aku akan berada di sini besok untuk mengambil ramuan, tapi lusa aku akan pergi dari Ibukota Kerajaan untuk sementara waktu.”

“Eh?”

“Aku dapat pekerjaan sebagai pengawal. Aku akan kembali dalam sepuluh hari, tapi akan ada orang lain yang berpatroli di sekitar sini.”

“Jadi begitu. Semoga selamat sampai tujuan.”

“Iya. Terima kasih.”

Saat aku mendengar itu, aku terkejut dengan perasaan kesepian yang menyebar di hatiku. Aku berpikir, ‘Ini tidak baik.’

Dalam waktu yang singkat ini, aku sudah terlalu bergantung pada Randolph.

Kata ‘cinta’… juga muncul di pikiranku, tapi aku menepisnya dari pikiranku. Aku harus hidup sendiri di dunia lain ini. Aku tidak boleh jadi bergantung pada orang lain dan menerimanya begitu saja.

Aku tidak ingin dipaksa untuk membuat pilihan jika aku benar-benar bisa kembali ke dunia asalku. Aku ingin kembali ke dunia asalku. Wajar saja untuk kembali. Tak terpikirkan bahwa aku akan memilih untuk tetap berpegang pada seseorang di dunia ini.

Aku memberi diriku sendiri peringatan seperti pengingat. Karena aku tak ingin berpikir bahwa aku tidak akan pernah bisa pulang lagi. Aku ingin percaya bahwa aku akan bisa kembali.

Aku berkata pada Randolph, sambil berusaha menyembunyikan rasa kesepian yang hendak meluap.

“Aku akan baik-baik saja, jadi bekerja keraslah untuk pekerjaanmu… Aku tak berpikir aku kesepian… Aku tidak pernah berpikir seperti itu!”

Apa aku seorang tsundere…?


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset