Isekai Konbini One Operation Novel Bahasa Indonesia Chapter 4

Aku Tidak Punya Waktu untuk Jatuh Cinta

Isekai Konbini One Operation

TL: lightnovelku.my.id

◇◇◇

Masalah toiletku—itu rahasia.

Aku tidak akan bisa menikah jika aku mengungkapkannya. Anggap saja aku hanya mengutamakan kehidupanku.

dukung klik iklan

Malam itu, seorang ksatria datang menemuiku.

“Halo, kau baik-baik saja?”

“Iya. Aku masih hidup, terima kasih.”

“Ngomong-ngomong, aku belum memperkenalkan diri. Aku Randolph. Aku ksatria dari Ksatria Kerajaan.” Dia memperkenalkan dirinya sebelum aku sempat mengatakan apapun.

“Aku Saori Shirai. Terima kasih untuk kemarin.”

“Saori Shirai? Itu nama yang sangat tidak biasa.”

“Benarkah? Kau bisa memanggilku Shirai atau Saori, panggil apapun yang kau suka.”

“Kalau begitu, aku akan memanggilmu Saori. Saori.”

Aku terkejut.

Sudah berapa tahun sejak ada seorang pria yang memanggilku dengan nama depanku? Tidak, bukannya aku merasa senang dengan hal itu. Hanya saja, sudah lama tidak ada yang memanggilku dengan nama depanku, jadi aku sedikit terkejut. Dan bukannya karena dia punya paras tampan. Tidak ada yang istimewa.

Dulu aku pernah punya pacar, tapi sekarang tidak lagi, dan kebetulan sudah lama aku jomblo. Aku tak peduli soal itu. Dan tentu saja, aku sudah tidak perawan diusiaku sekarang, dan tidak mungkin aku akan terkejut dipanggil dengan nama depanku oleh seorang pria tampan. Dan tentu saja aku tidak akan membiarkan pipiku memerah karenanya.

“Ada apa? Wajahmu merah. Apa ada masalah?”

“Ngg…”

Aku kehilangan kata-kata. Aku harus mengatakan sesuatu, atau dia akan mengira kalau aku gadis yang aneh.

“Sebenarnya, aku mengalami masalah dengan toilet yang berada di luar barriernya!”

Oh, apa tidak apa-apa untuk mengatakan ini?Bagaimana jika dia bertanya ke mana aku pergi untuk melakukan ‘urusan’ku?!

“Toilet? Oh, jadi itu masalahnya.”

“Ah, tidak. Bukannya aku dalam masalah…”

“Di mana toiletnya?”

“Ah, ada di sebelah sana.”

Pintu toilet terletak di depan konter ini, di sisi lain, di sebelah Open Case (Lemari penyimpan minuman, yogurt, dll yg modelnya terbuka, tanpa pintu).

“Seberapa jauh barriernya?”

Barrier itu dari konter ke ruang belakang …… Oh, ngomong-ngomong, aku belum memeriksa bagian belakang Open Case.

Rak minuman di bagian depan Open Case telah dijarah oleh goblin, jadi aku tak berpikir bahwa Walk-in Backspace (seperti toko kotak persegi yg ada di mall) juga tak berguna.

“Hei, bisa kau memeriksanya sedikit untukku?”

Di ujung ruang belakang dari konter, di sudut gedung, ada pintu masuk. Pintu ini memberimu akses ke bagian belakang Open Case, tempatmu bisa menyimpan inventaris minuman dan mengisi kembali rak dari belakang.

Aku meminta Randolph untuk mencoba menusuk pedangnya dari sisi depan Open Case.

Ada suara benturan.

“Sepertinya bagian belakang toko ini juga berada di dalam barrier.”

Hore! Zona amanku telah meluas. Tidak, bukan meluas, hanya aku saja yang tidak menyadarinya, tapi aku masih senang bahwa aku memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak.

Aku beruntung walk-in ini adalah zona aman karena semua minuman yang disimpan masih utuh. Sekarang batas toko telah berubah dari bentuk-L menjadi bentuk-U. Dan di sisi lain dinding di ujung walk-in ini adalah toilet wanita.

“Apa kita bisa melakukan sesuatu tentang itu.”

Saat aku meminta Randolph untuk memeriksa toilet wanita, dia bisa masuk. Dengan kata lain, bagian dalam toilet wanita berada di luar barrier. Itu hanya dipisahkan dari area walk-in oleh dinding, itu membuatku frustrasi.

“Jadi, bukan Saori yang menciptakan barriernya.”

“Iya. Itu benar. Sepertinya itu adalah ‘default’ di toko ini.”

“‘Default?”

“Ah, iya. Maksudku, pengaturan standar? Semacam itulah.”

“Kalau aku menghancurkan tembok ini, apa barriernya akan terhubung?”

Randolph mengusulkan hal yang konyol.

“Yah, soal itu…”

Jangan lupa terus kunjungi dan baca lagi dan lagi hanya di web lightnovelku.my.id

Jika dia menghancurkan temboknya, bukankah barriernya akan rusak?

“Uhm, kalau kau melakukan itu, apa barriernya akan baik-baik saja?”

“Hmm, aku tidak bisa menjamin,sih.”

Itu akan jadi masalah. Hidupku dipertaruhkan. Tapi aku juga tahu bahwa aku tidak bisa melakukan ‘itu’ di dapur sepanjang waktu.

Tidak mungkin buang air besar sebanyak itu di dapur… Karena persediaan air masih mengalir, jadi aku ingin menyiramnya sebisaku. Aku tidak tahu itu akan mengalir kemana.

“Apa kau pikir kau bisa menghancurkan tembok ini?”

“Yah, sepertinya tembok ini terbuat dari bahan yang sangat ringan, jadi pedangku seharusnya bisa menghancurkannya.”

Ini adalah pertaruhan. Jika dia meruntuhkan tembok dan barrier itu sendiri menghilang, hidupku akan berakhir. Tapi jika barrier itu meluas ke toilet, aku akan memiliki waktu toilet paling bahagia yang pernah ada.

Tapi, tapi, aku butuh semacam asuransi.

–Setidaknya asuransi jika semuanya gagal.

“Uhm, kalau kau memecahkan temboknya dan barriernya malah rusak, apa kau mau bertanggung jawab?”

“Tanggung jawab?”

“Nggak mau?”

“Apa maksudmu dengan ‘bertanggung jawab’?”

“Sesuatu seperti… menjadikanku… sebagai istrimu dan menafkahiku… selama sisa hidupku?”

“…”

Karena jika aku tak menyuruhnya melakukan itu, aku tidak akan bisa hidup, kan? Bukannya aku ingin terburu-buru untuk menikah di akhir usia dua puluhan. Kalau aku tak memiliki barrier, aku pasti akan mati, kan?

Bukannya aku juga tertarik pada pria tampan ini.

Lalu apa kau mau menyuruhku untuk menghentikan rencana ini? Ini masalah toilet, lho? Bayangkan seorang gadis tidak bisa pergi ke toilet sama sekali, kau mau menghentikannya? Aku memang melangkah setengah jalan menuju arah itu! Aku malakukannya di dapur yang bertentangan dengan keinginanku!

Saat aku berteriak dalam hatiku–

“Baik. Aku akan melakukannya!” Sesuatu di dalam Randolph entah bagaimana menyala.

“Seorang gadis manis sepertimu, aku bisa memberimu makan satu atau dua kali.”

“Eh?!”

Dia bilang, aku manis…

Aku bukan wanita cantik… Yah, mungkin sedikit di atas rata-rata, cuma wajahku bisa dikategorikan normal. Tidak ada lagi yang bisa aku tanyakan apakah dia akan senang dengan keadaanku.

Bagiku, pria tampan ini… Tidak, aku tidak akan pernah memilih pria berdasarkan wajahnya, tapi kesan pertama itu penting.

Eh? Tunggu, kesan pertama yang kumiliki tentang pria ini adalah bahwa dia mungkin menyerangku kemarin…? Aku tidak ingat apa-apa. Aku tidak ingat.

“Kalau begitu, lakukan saja!”

“Baiklah!”

Randolph mengayunkan pedangnya dan mulai mendobrak dinding dari dalam toilet wanita.

 ◇ ◇ ◇

Dan hasilnya, aku tidak akan menjadi istri dari pria tampan ini.

“Barriernya telah meluas!”

Saat seluruh dinding rusak, Randolph terpental keluar dari toilet wanita oleh barrier.

Barrier telah meluas melewati toilet wanita.

Meskipun dindingnya rusak, barrier itu tidak melebar, dan ada kemungkinan itu akan tetap berada di perbatasan dengan toilet. Seperti dinding tak terlihat di udara di konter. Tapi aku juga bisa mendapatkan toilet di dalam barrier.

“Terima kasih, Tuan Randolph.”

“Ah, aku sedikit kecewa. Tidak, kau bisa jadi istriku apa adanya, kok.”

“Itu…”

Aku hampir mempertimbangkannya. Randolph kira-kira seumuran denganku. Aku bahkan mulai membayangkan jika aku bisa hidup bahagia bersamanya di dunia ini dan memiliki anak.

Tapi aku masih merasa ada yang harus aku lakukan di sini. Entah apakah aku bisa kembali ke duniaku, tapi aku merasa seperti masih harus berpegang pada harapan itu.

Aku pun menyampaikan perasaan ini pada Randolph.

“Tuan Randolph, kupikir ada hal-hal yang harus aku lakukan saat barriernya masih utuh. Itu sebabnya aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu. Aku minta maaf karena mengatakan hal-hal yang konyol. Tapi aku sangat menghargainya. Terima kasih.”

“Oh, tak masalah. Kalau ada yang tidak beres, tolong katakan padaku lagi.”

Ah, pria ini sangat baik…

“Iya, Tuan Randolph.”

“Panggil Randolph saja. Saori.”

“…Randolph, apa kau mau terus berkunjung?”

“Tentu saja. Aku akan datang setiap hari untuk menemuimu, Saori.”

Aku mungkin sudah mulai menyukai pria ini. Tapi aku baru saja datang ke dunia ini, dan aku belum menyerah pada kemungkinan untuk kembali. Jika sistem atau Dewa dunia ini mempermainkanku, aku ingin memberontak melawannya entah bagaimanapun caranya.

Setelah Randolph pergi, aku bisa menghabiskan waktuku dengan tenang di toilet. Itu adalah saat yang membahagiakan.

Aku tak pernah berpikir, “Dia tetap tampan” di hatiku.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset