Isekai Konbini One Operation Novel Bahasa Indonesia Chapter 1

Arc 1 [Dunia Kekacauan] - Dunia Lain

Isekai Konbini – One Operation

TL: lightnovelku.my.id

x x x

ARC 1 – DUNIA KEKACAUAN

x x x

dukung klik iklan

Aku telah bekerja di sini selama beberapa tahun, dan aku adalah kru veteran yang menangani shift siang dan malam serta bertanggung jawab atas pemesanan. Aku juga memiliki gelar sederhana “leader crew” di toko ini.

Di jaringan toko serba-ada ini, kami tidak menyebut orang yang bekerja di sini sebagai “karyawan” atau “staf”. Kami menyebut mereka sebagai kru. Layaknya kru di kapal.

Hari ini aku bekerja shift malam, jadi aku memakai seragam bergaris vertikal. Shift siang memakai kaus polo dan celemek, tapi seragam yang identik dengan toko ini sebenarnya hanya untuk shift malam.

Aku tiba di toko sepuluh menit sebelum waktu kerja. Aku mengganti seragamku di ruang belakang, mengisi absensiku di komputer toko, mencuci tangan, mendisinfeksi tanganku dengan alkohol, dan menyapa dua gadis sekolah menengah yang sudah bekerja shift sebelum aku.

“Selamat pagi.”

“Selamat pagi.”

“Pagi. Saori-san.”

Sapaan di tempat kerja selalu berupa “Selamat pagi,” baik pagi maupun sore hari.

Aku mengisi kembali sumpit, sendok, garpu, sedotan, dan barang-barang lain yang dapat diisi ulang, serta rak rokok. Kedua gadis sekolah menengah itu melakukan pekerjaan dengan baik pada shift malam. Mereka membersihkan toilet dan menyetok kembali kulkas reach-in dengan sempurna.

[Tl/Note: kulkas kayak yg ada di indoapril, alfamei]

Aku sangat senang melihat mereka yang cukup cekatan. Lalu aku menata ulang produk yang berantakan di rak.

Rak-rak di toko seringkali berantakan oleh pelanggan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh sistem “masuk pertama, keluar pertama” yang digunakan selama pendisplay’an.

Artinya, barang-barang baru yang baru saja disusun di bagian belakang rak, dan barang-barang lama ditata ulang agar berada di depan barang-barang baru, namun beberapa pelanggan sudah mengetahui hal ini sehingga pelanggan yang menginginkan barang baru, maka mereka dengan paksa mengeluarkannya dari bagian belakang rak. Akibatnya, posisi produk-produknya menjadi berantakan dan rak terlihat seperti sudah diobrak-abrik.

Sambil memikirkan betapa terbuangnya waktuku untuk mengatur ulang semua ini, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Selalu kunjungi dan baca lagi, lagi, dan lagi hanya di lightnovelku.my.id

“Kau bisa pulang sekarang. Terima kasih atas kerja kerasnya.”

“Iya, sampai jumpa besok!”

“Terima kasih atas kerja kerasnya, Saori-san.”

Satu shift terdiri dari dua orang. Yang satu lagi terlambat, tapi aku yakin dia akan segera datang. Aku membiarkan gadis-gadis di bawah umur pulang tepat waktu. Aku bisa mendengar suara-suara muda mereka yang terkekeh di ruang belakang. Aku juga dulunya seorang gadis sekolah menengah, tapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu, dan sekarang aku sudah berusia pertengahan dua puluhan, aku sadar bahwa aku telah mencapai usia dimana aku merasa sedikit cemburu pada masa muda mereka.

“Terima kasih atas kerja kerasnya!”

Setelah berganti pakaian, gadis itu mendatangi kasir, saling menyapa lagi, dan mereka pulang bersama.

Saat itu, pelanggan berhenti datang, dan aku satu-satunya orang yang berada di toko. Rekanku yang lain masih belum datang. Tidak ada kabar bahwa dia akan datang terlambat.

Agak menakutkan kalau malam-malam sendirian di toko. Di saat seperti ini, aku memutuskan untuk berjaga di dalam counter sesuai SOP (Standard Operating Procedure).

Tiba-tiba aku merasa pusing dan berlutut di lantai begitu aku melintasi partisi antara toko dan counter.

“Apa? … Anemia?”

Kepalaku berputar dan mataku berguling. Aku tidak tahu mana yang naik atau turun, jadi aku berakhir dengan berbaring di lantai.

“Oh, tidak! Saat tidak ada orang di sini…”

Aku memejamkan mata dan diam beberapa saat. Toko itu sendiri tampak bergetar. Aku merasa dunia berputar.

Saat aku sedikit mulai tenang, aku berhasil berdiri, berpegangan pada konter seperti aku menggenggamnya.

Sesuatu telah mengubah atmosfernya. Sangat sunyi. Aku bahkan tidak bisa mendengar musik yang diputar di toko. Aku merasa suasananya juga telah berubah. Aku bergerak di sekitar konter ke pintu masuk toko dan melihat ke luar.

Sesuatu di luar sana…

Apa yang ada di luar sana…

Dan di sini…

“Di mana aku?!”

Pemandangan di sekitar toko begitu asing bagiku.

Seharusnya hari sudah malam sekarang, tapi sekarang siang, dengan cahayanya yang terang. Seluruh area telah berubah menjadi padang rumput. Sekilas, rumput dan bunga yang bergoyang tertiup angin tampak tenang, tapi hatiku mulai dalam keadaan panik. Aku tidak bisa bergerak untuk sementara waktu.

Aku tidak tahu berapa lama aku bertahan seperti itu. Mungkin satu jam? Atau dua jam? Aku hanya terdiam di tempat. Akhirnya, aku mulai bergerak dan dengan ketakutan berjalan ke pintu toko.

Saat aku membuka pintu, udara segar mengalir masuk. Aku melangkah keluar dari pintu… Dan aku sebenarnya bisa keluar dari sana. Aku mengambil dua atau tiga langkah lagi, dan saat aku benar-benar berada di luar toko, aku tiba-tiba merasa tak nyaman.

Aku segera kembali ke toko dan berlindung di dalam konter. Aku merasa tak harus keluar dari toko. Rasanya seolah-olah aku tidak akan bisa kembali.

“Apa yang harus aku lakukan…”

Aku menenangkan diriku sendiri dan teringat telepon yang dipasang di toko, dan aku melompat untuk meraihnya.

—Aku hampir melupakannya.

Tapi kemudian aku memperhatikan lampu di toko yang menyala. Kulkas dan freezer berfungsi seperti biasanya. Bahkan pipa air pun ada air yang mengalir. Dan di luar ada padang rumput. Dari mana listrik ini berasal? Dari mana airnya berasal?

Tenang. Tenanglah, diriku.

Berpikir. Berpikir.

Ada sesuatu yang berkedip-kedip di sudut pikiranku untuk saat ini. Kata “Tidak Mungkin” langsung muncul di pikiranku.

Tapi tak peduli bagaimana aku memikirkannya, aku bahkan tidak bisa membayangkan kemungkinan situasi seperti itu.

Tidak mungkin, tidak mungkin!

Tidak…

Kata itu terus muncul di benakku, berkedip-kedip.

Pikirkan lagi! Apa tidak ada yang lain? Apa ada kemungkinan yang lain?

Aku tak bisa menghentikan kata itu muncul di benakku. Aku tidak ingin mengakuinya.

Tapi, tapi…

Saat aku melihat ke luar lagi, pemandangan itu masih berupa padang rumput yang sama.

Tidak mungkin!

Ini…

Ini adalah…

Dunia…

Saat kata-kata itu akan keluar dari mulutku, ada sesuatu yang terlihat olehku.

Itu monster humanoid hijau yang muncul di luar toko, tidak jauh dari sini. Dia terlihat seperti makhluk yang ada di dalam novel fantasi pada umumnya. Aku pernah melihatnya di novel dan anime, dan aku tahu apa itu.

“Go-goblin…?”

Apa yang aku sangkal sebelumnya muncul di benakku.

Tempat ini… tempat ini!

“Dunia lain?!“


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset