Genkai Level 1 kara no Nariagari: Saijaku Level no Ore ga Isekai Saikyou ni Naru made Novel Bahasa Indonesia Chapter 1

VOLUME 1 Chapter 1: Summon

VOLUME 1  Chapter 1

Ada banyak hal yang tidak masuk akal di dunia. Kau bisa dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah kau lakukan atau kartu kreditmu dicuri.

Selama kau masih hidup, orang-orang akan berulang kali melakukan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya. Dan itu wajar.

Namun, adakah orang selain aku yang mengalami pertemuan yang tidak masuk akal seperti itu? Kenapa aku harus mengalami semua itu? Memangnya apa yang telah aku lakukan?

Tak peduli berapa banyak pertanyaan yang ada di kepalaku, tidak ada jawaban yang kudapati. Namun, aku berada dalam situasi keputusasaan di bagian bawah dunia yang sangat berbeda ini, dan aku tidak bisa menahannya lagi.

dukung klik iklan

Waktu beberapa hari yang lalu…

※ ※ ※

Akhir September, hari kerja, di malam hari.

Setelah bekerja, aku kelelahan baik secara fisik maupun mental. Aku disebut karyawan terendah yang bekerja di pabrik dengan upah rendah. Satu-satunya alasan kenapa aku yang terendah adalah karena aku terlalu banyak bermain di sekolah menengah.

Bermain terlalu banyak, dan bukan dengan teman.

Itu adalah game online. Aku kecanduan Netoge dan kehilangan beasiswaku. Nilai-nilaiku terus memburuk, tidak bisa melanjutkan ke universitas yang aku inginkan, dan aku gagal dalam mencari pekerjaan sehingga berakhir menjadi karyawan terendah.

Saat ini 0 teman, perjaka, dan ngomong-ngomong wajahku juga tak terlalu buruk. Tepatnya aku adalah orang yang dicap sebagai yang terendah.

Akhirnya aku mendapatkan tamparan kehidupan seperti yang terjadi padaku sekarang. Entah bagaimana aku hidup, aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Akan kukatakan pada diriku yang berusia 16 tahun jika kita bisa bertemu. Jangan menjilat dunia. Hidup sangat sulit. Aku akan memintanya untuk berhenti bermain Netoge dan belajar lebih keras lagi.

Tapi itu tidak mungkin.

Aku hidup setiap hari, bereinkarnasi di dunia yang berbeda atau ditransfer, meskipun itu cuma khayalanku saja.

Saat aku memikirkan hal itu, aku tiba di sebuah taman terdekat. Aku harus segera pulang. Ada beberapa penjahat di dekat taman ini. Aku harus memastikan agar aku tidak terlihat.

Orang-orang berseragam dengan tubuh tinggi dan pendek ada di depan sana. Mereka ada 4 orang, dan penampilan mereka menguatkan kesan bahwa mereka adalah orang jahat.

Aku mencoba menyingkirkan eksistensiku sehingga aku tidak harus terlibat dengan mereka. Tapi ada yang aneh.

“Hei, bukankah dia itu sangat cantik?”

“Aku capek, aku sudah tidak tahan lagi.”

Aku mendengar percakapan yang mengganggu. Saat aku melihat seksama ke arah mereka. Sepertinya mereka bersama dengan seseorang.

Seorang gadis terlibat dalam sekumpulan orang-orang jahat. Gadis yang cantik. Sepertinya dia bukan tipe orang yang bisa menghadapi penjahat. Dia meringkuk ketakutan.

Kalau dibiarkan begini, kemungkinan besar akan terjadi kekerasan. Apa aku harus memanggil polisi? Tidak, apa mereka bisa datang tepat waktu? Orang di sekitar sini? Tidak ada seorangpun selain aku. Sejak awal tempat ini juga tidak populer.

Kesimpulannya, aku harus melakukan sesuatu untuk menolongnya.

Biasanya, aku pasti akan melarikan diri dalam situasi seperti ini. Aku tidak bisa bertarung, dan lawanku adalah empat orang. Tidak mungkin aku bisa membantunya.

Tapi, untuk alasan seperti itu, aku tidak tahu kenapa aku ingin menolongnya karena aku sempat berpikir tentang kehidupan beberapa waktu yang lalu.

“H-hei, jangan lakukan itu.”

Aku memilih menolong gadis itu dari orang-orang jahat.

Saat aku mengatakannya, aku seperti sedang menegur seorang adik perempuan. Karena aku mengatakannya dengan cukup keras, sekarang sulit untuk mundur. Aku putuskan untuk menghadapinya.

“Ah?”

Si pirang jahat menatapku. Sepertinya dia orang yang sok hebat, tapi dia tinggi.

“Apa-apaan pria tua ini?”

Si kepala plontos juga mengatakan demikian.

Aku masih 25 tahun, jadi aku belum tua. Rasanya aku ingin memberitahunya, tapi aku tidak bisa.

“G-gadis itu sepertinya dalam kesulitan, jadi kalian harus melepaskannya … biarkan dia pergi!”

Meski aku sedikit gemetar, aku tetap menyampaikan niat baikku.

Si penjahat itu menatapku yang seperti itu.

“Hahaha! Apa si pria tua ini pahlawan keadilan?!”

“Sepertinya dia cuma kutu buku! Hahahaha!”

Aku ditertawakan.

“Yah, tapi kau menghalangi kami, jadi cepat pulang sana. Aku juga tak perlu menyiksamu.”

Si rambut panjang mengancamku dengan ekspresi wajah yang menakutkan.

Aku juga ingin pulang. Kalau aku baru saja menegur mereka dan pergi dari sini, aku akan terlihat sangat buruk.

Aku menarik napas panjang. Rasa gemetarku berhenti.

“Kalian akan menyesal.”

“Ah?”

“Aku tegaskan. Di masa depan, kalian akan berada di bawah sepertiku, dan kalian akan menyesalinya. Kalau kalian tidak ingin menyesalinya, hentikan hal-hal seperti ini.”

Aku mengatakan pada orang-orang jahat tentang apa yang ingin aku katakana pada diriku di masa lalu.

“…Apa?”

Ekspresi kemarahan muncul di wajah si pirang jahat.

“Siapa yang di bawah, hah? Omong kosong apa yang kau bicarakan? Aku ini hebat!”

“Uakhh!”

Aku dipukul di bagian perut. Aku menahan napas sejenak. Rasa sakit yang hebat mengalir ke perutku, dan aku terjerembab.

“Rasain!”

“Mati sana, sampah!

“Mampus kau!”

Mereka satu per satu menendangku yang terjatuh. Aku secara naluriah mencoba membungkukkan tubuhku dan melindungi organ dalamku. Aku sama sekali tak bisa menahan tendangan di seluruh tubuhku. Rasa sakit yang teramat sangat menyerangku secara bertubi-tubi.

Sakit! Sakit! Sakit!

Aku tak melakukan hal-hal yang tidak seharusnya aku lakukan…

Seluruh tubuhku terasa sakit. Aku tak berpikir ada bagian tubuhku yang belum terkena tendangan. Aku mendekap mulutku dan darah meluap dari sana.

Tendangan itu berlangsung lama, membuatku terasa lebih sulit untuk merasakan sakit.

Mungkinkah aku akan mati seperti ini?

Aku melirik ke atas. Entah bagaimana gadis itu masih ada di sana. Para penjahat itu hanya menghajarku dan aku ingin melarikan diri jika aku bisa.

Gadis itu menatapku dengan tatapan yang penuh kekhawatiran.

Maaf, aku tidak bisa pulang dan aku tidak bisa menggerakkan kakiku lebih cepat, tapi gadis itu masih berdiri sambil menatapku. Aku ingin dia melarikan diri secepat mungkin, dengan begitu pengorbananku tidak akan sia-sia.

Aku ditendangi selama beberapa detik. Namun, tiba-tiba tendangannya berhenti. Kupikir mereka lelah menendangku, lalu penglihatanku berubah menjadi gelap total.

Apa ini? Apa aku ditendang sampai mati?

Segera setelahnya, pandanganku yang gelap gulita berubah.

Di pegunungan, di salju, di padang pasir, di hutan, di kota, dan beralih ke lanskap di sekitarnya.

“…?!”

Aku terlalu terkejut, bahkan tak bisa bicara apa-apa.

Pemandangan terus berubah, dan akhirnya berhenti di satu pemandangan. Lantainya terbuat dari marmer, dan ada seorang wanita yang mengenakan jubah. Di sekitarnya ada banyak orang yang menyaksikan, termasuk orang-orang yang memakai baju besi dan mengenakan pakaian mewah. Semua orang berkulit putih.

Ada tahta juga di belakangnya, dan ada orang yang mendudukinya.

Aku tak bisa memikirkan apa-apa karena aku sangat bingung dengan pemandangan yang tak bisa aku mengerti. Melihat ke sekeliling, sepertinya para penjahat yang sebelumnya menyiksaku dan gadis yang terjebak dalam kejahatan mereka juga ada di sini.

Semua orang bingung, bagi kami yang sangat bingung.

“Selamat datang, para pahlawan. Kalian telah dipanggil ke dunia ini melalui sihir rahasia, summoning hero.”

Seorang wanita yang mengenakan jubah berkata dengan tenang.


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset