Garbage Brave: Isekai Ni Shoukan Sare Suterareta Yuusha No Fukushuu Monogatari (WN) Novel Bahasa Indonesia Chapter 19

Momentum

Hahaha, ini bukanlah jual-beli biasa, tapi aku membeli budak dengan momentum. Berkat aku, isi dompetnya bertambah, dan karena gadis itu budak kriminal, aku tidak bisa melepaskannya tanpa izin dan aku harus memperbaiki rencana masa depanku.

Aku harus mendapatkan uang sekarang, tapi apa yang terjadi pada budak bernama Canaan yang baru saja kubeli sebelumnya……?

merry christmas

Aku telah mendengar dari Sidele bagaimana Canaan jatuh ke dalam perbudakan. Aku tahu dia memang tampak imut, tapi dia tak bertekad membuktikan dirinya bahwa dia tidak bersalah. Mungkin dia benar-benar membunuh anak bangsawan itu. Entah apa yang terjadi.

(Apa yang akan kau lakukan dengan gadis itu?)

(Benar juga, menurutmu apa yang harus aku lakukan?)

(Kembalikan dulu sanity-mu baru kita bisa membahasnya)

(Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan sanity-ku lagi?)

(Secara mental dia lemah, bukannya itu juga kondisi abnormal?)

(Kalau begitu, gimana kalau dia kusembuhkan dengan [Recovery Meal]?)

(Entahlah, tapi kalau kau tidak bisa mencobanya, kau harus memikirkan cara yang lain.”

(Yah, mau mencobanya dulu?)

Aku mengambil daging yang dapat kujangkau dari [Material Storage] dan memasaknya dengan [Ultimate Cooking]. Baru-baru ini, saat aku menggunakan [Ultimate Cooking], aku pikir efek yang muncul akan tampak kuat, jadi aku mencoba untuk memperkuatnya dengan efek pemulihan mental.

Seperti yang bisa kau lihat dari sini, [Ultimate Cooking] tampaknya bisa mengatur kekuatan efek, dan sekarang dimungkinkan untuk mengontrol efek sampai batas tertentu atas kemauanku. Oleh karena itu, meski dengan efek meningkatkan kemampuan [Strength], aku bisa menggunakan efek peningkatan level secara permanen dan efek peningkatan level sementara.

Aku menyadari, entah bagaimana aku bisa melakukan ini setelah levelku melebihi 300. Sampai saat itu, efek yang muncul dari [Ultimate Cooking] bersifat acak, seperti mempelajari skill dan kemampuan peningkatan level secara permanen, tapi sekarang aku bisa mengatur efeknya secara sadar.

Satu-satunya jawabannya adalah aku tidak tahu kenapa, tapi aku juga tak ingin menyelidiki penyebabnya karena menurutku itu lebih nyaman.

xxx

“Hei, makan ini.”

Aku menyajikan daging panggang di atas piring, dan meletakkan pisau serta garpu di atas meja.

Sekarang aku berada di kamar penginapan, aku memiliki meja kecil dan kursi, dan Canaan duduk di lantai, bukan di kursi. Setelah memasuki ruangan, aku mengatakan padanya untuk bersantai, tapi karena dia adalah budak, dia duduk di lantai dan menatapku dengan tatapan yang tak pasti.

Karena sekarang dia kotor, jadi sulit untuk memahaminya, tapi dia juga termasuk gadis yang cantik, jadi aku ingin membersihkannya. Tapi aku berpikir apa aku harus menyeka tubuh seorang gadis?

Canaan duduk di lantai dengan piring yang telah aku sajikan dan mencoba memakan daging dengan tangan.

“Hei, makan saja di meja.”

“Budak, lantai, makan……”

Seperti yang sering terjadi di Ranobe, budak tampaknya harus makan di lantai. Mungkin hanya untuk budak kriminal dan bukan untuk budak umum.

“Aku tidak tahu itu. Duduk di kursi dan makanlah makananmu di atas meja. Kau bisa pakai pisau dan garpu, kan? Berhenti makan dengan tangan.”

“……”

Mungkin karena perintahku, Canaan duduk di kursi dan mulai makan daging dengan pisau dan garpu. Dia tampaknya terbiasa memegang pisau dan garpu, dan makan daging dengan nyaris tanpa suara. Gerakannya sangat elegan dibandingkan denganku.

Aku sudah selesai makan dan tidak ada perubahan dalam situasi ini, tapi… mari kita istirahat sejenak.

xxx

Siang telah berlalu dan ketika malam tiba, aku meninggalkan penginapan. Canaan telah tidur nyenyak sejak tadi, jadi aku meninggalkannya di kamar.

(Tiga dari depan, dua dari belakang.)

(Ya, tapi aku tak pernah berpikir akan membeli Canaan dan segera menyerangnya.)

(Fufufu, kau punya begitu banyak kekuatan dan koneksi, ya.)

Aku yakin, dia adalah Dockum, orang yang muncul di ruang bawah tanah Toko Umum Sidele. Tanda-tanda yang telah melekat padaku sejak pagi jelas mengakibatkan penurunan kualitas perilaku terselubung. Mungkin karena mereka pandai dalam hal-hal kasar daripada aksi terselubung. Tapi ini bukanlah ide yang bagus untuk menyerangnya di sini dan membuat keributan.

Aku tidak memiliki koneksi apa pun di kota ini, jadi jika aku membuat keributan, kemungkinan besar aku akan kewalahan menghadapi Dockum.

Yah, saat itu terjadi, tak masalah untuk melenyapkan orang yang berkuasa di kota ini, termasuk Dockum.

xxx

Aku memasuki sisi jalan seperti gang belakang dengan cepat, melepas mantel beruang, dan mengenakan mantel penyembunyi. Levelku saat ini lebih dari 300, jadi tidak ada yang bisa memperhatikanku yang mengenakan mantel penyembunyi ini. Jika orang yang seperti itu memang ada, maka sudah pasti dia akan menaklukkan dunia saat ini.

Tiga orang di depan mengejarku dan masuk ke gang belakang, tapi karena aku tidak ada di sana, mereka berpencar dan mencariku. Aku berada tepat di depannya, tapi dia tidak bisa memperhatikanku, jadi jika aku pergi ke kanan dan kiri di gang belakang, dua orang lagi akan menyusul dan mencariku.

Aku berjongkok, tapi karena mereka telah membidikku, jadi aku akan mengambil tindakan yang tepat.

Pachicorn dan gema suara haus lima kali berturut-turut, mengakibatkan bengkak biru di dahi si pelacak yang disebut decopin. Saat aku mencari-cari sesuatu yang berguna di saku lima orang yang pingsan, aku mendapatkan lima kantong yang berisi koin perak dan koin tembaga.

(Ini seperti perampokan)

(Jangan bilang begitu, kau tidak bisa hidup di dunia manusia tanpa ada sesuatu di tanganmu)

(Aku tahu, lebih baik melihat mereka terluka.)

(Ya, ya, aku mengajari mereka kerasnya dunia, tahu)

Aku mencari sesuatu yang lain, tapi tidak ada yang lainnya kecuali senjata dan peralatan gelap. Aku mengambil semuanya tanpa pikir panjang. Aku hanya tidak menyukai ini.

xxx

Aku kembali ke penginapan. Canaan sedang tidur dengan mendengkur halus dan tidak ada tanda-tanda dia terbangun. Kurasa dia sangat kelelahan. Itu sebabnya aku memutuskan untuk memasak beras yang aku beli hari ini. Namun, karena tidak ada kompor, jadi itu akan diurus oleh [Ultimate Cooking].

Karena berasnya tidak digiling, jadi akan digiling dulu dengan [Ultimate Cooking]. Dan berasnya juga terbagi menjadi butiran beras putih yang bagus dan bekatul, dan bekatulnya dibuang ke [Material Storage]. Lalu aku memasukkan air ke dalam panci dengan [Spring Water], menambahkan beras, dan mencucinya sampai bersih. Aku mencucinya sekitar tiga kali dan membuang airnya, dan yang terakhir aku menambahkan air yang enak dengan banyak nutrisi dari Sungai Erlin dan memasaknya dengan [Ultimate Cooking].

Air sungai Erlin lebih enak dan gurih dari pada [Spring Water], jadi kalau menanak nasi dengan air ini, nasinya pasti akan enak.

Kemudian, nasi dalam panci telah masak dalam waktu singkat, dan uapnya pun naik ke udara. Bau manis dan enak menggelitik hidungku.

Aku menaruh nasi di atas piring yang mirip dengan mangkuk teh, dan meletakkan tumis daging dan sayuran di atas meja.

“Selamat makan.”

Aku menyendok nasi dengan sumpit yang kubeli dari Toko Sidele. Aku mengunyahnya dengan pipi yang menggembung.

“Hmm~!”

Lezat! Aku tak banyak berharap rasa nasi di dunia lain akan seenak ini, tapi ini rasanya benar-benar sangat enak. Nasinya begitu pulen, manis, dan memiliki rasa yang sedikit berbeda. Terlihat jelas bahwa ini nasi yang enak. Aku tak pernah berpikir aku bisa makan nasi sebanyak ini di dunia yang berbeda. Air mataku seolah nyaris keluar.

“……”

“……”

Saat aku terkesan dengan kelezatan nasi dan tumis sayuran, aku memperhatikan Canaan yang seharusnya berbaring di tempat tidur.

“…Kau mau makan?”

Dia mengangguk.

Aku menyajikan nasi di atas piring ceper untuk Canaan. Dia tidak bisa menggunakan sumpit, jadi aku memberikannya garpu dan pisaunya. Dia dengan cekatan menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan menggunakan garpu.

“Enak?”

Dia mengangguk lagi.

Aku memasak nasi sampai tiga porsi, jadi cukup untuk dimakan dua orang. Sudah lama sejak aku makan nasi, dan Canaan masih menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.

Tak lama kemudian, semua nasi dan tumis sayuran pun habis kami makan. Aku terkejut karena sebagian besar Canaan-lah yang menghabiskannya. Dua porsi nasi telah berada di dalam perut Canaan. Aku tak mengira dia bisa menghabiskannya.

Setelah selesai makan, dia mulai mengantuk lagi, jadi aku memerintahkannya untuk tidur di tempat tidur. Sejauh yang bisa kulihat dari Canaan saat ini, tampaknya [Recovery Meal] berpengaruh, dan ada sedikit harapan. Aku mencoba berpikir dia akan menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.

Keesokan paginya, saat aku bangun, Canaan sudah bangun lebih dulu.

“Selamat pagi, Master.”

Canaan mulai bicara padaku. Kali ini tatapannya begitu tegas.

“Selamat pagi, bagaimana perasaanmu?”

“Ya, sejauh ini aku baik-baik saja.”

Senyuman Canaan yang tersenyum padaku sangat mempesona.

“Begitu ya, yah baguslah.”

Rupanya [Recovery Meal] bekerja dengan baik.

Aku bangun dari tempat tidur dan melakukan peregangan. Kami berdua mencuci muka di sumur belakang penginapan. Khususnya Canaan yang sangat kotor, aku menyuruhnya mencuci muka secara menyeluruh. Dan aku ingin mandi di suatu tempat.

xxx

Aku kembali ke kamar dan sarapan, dan makanannya lebih enak daripada makananku sendiri, jadi aku menginap. Aku pikir aku akan makan nasi untuk sarapan, tapi aku tidak punya sup miso, jadi aku membuat roti. Aku bisa membuat miso dari gandum, tapi aku lebih suka miso kedelai, jadi aku menahannya.

Kalau aku memiliki kedelai, aku bisa membuatnya sendiri, jadi aku akan menanyakannya pada Sidele. Dan hari ini, adalah situasi di mana aku tidak bisa membeli kedelai kecuali aku punya uang. Kemarin aku mendapatkan uang dari orang-orang yang mengejarku, tapi itu bukan sejumlah uang yang besar, jadi mari kita utamakan untuk mendapatkan uangnya.

Ya, aku memiliki fleksibilitas.

(Hei, ada rencana untuk mendapatkan uang?)

(Kenapa tidak kita jual saja bahan-bahan monster? Setiap bahan monster dari Hutan Great Borf seharusnya punya harga yang tinggi, kan?)

(Entah, aku tak yakin soal harganya, apa itu bahan yang langka?)

(Tentu saja. Siapa coba yang mau memasuki hutan tempat di mana monster dengan level lebih dari seratus berkeliaran? Itu adalah area berbahaya yang tidak bisa dimasuki sembarang orang kecuali seseorang yang tampaknya telah melampaui batas manusia, termasuk pahlawan.)

(Untuk sekarang, aku akan menjual bahan monster dari Hutan Great Borf sebagai upaya terakhir. Ada ide yang lain?)

(Kalau begitu kenapa kau tidak mendaftar ke Guild Petualang atau Guild Mercenary dan berburu monster di sekitarmu?)

Apa yang harus kulakukan di Guild Petualang atau Guild Mercenary Ranobe~?

(Apa tidak ada cara lain selain yang merepotkan begitu?)

Kalau aku mendaftar ke Guild, kemungkinan besar aku akan mengalami masalah dengan Guild-nya.

(Kaulah yang merepotkan! Kalau begitu manfaatkan saja job Tsukuru dan jual makanannya!)

(Oke, ayo kita lakukan!)

Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: E~to, onii-sama, jangan di-copy ya !!

Options

not work with dark mode
Reset