Garbage Brave: Isekai Ni Shoukan Sare Suterareta Yuusha No Fukushuu Monogatari Novel Bahasa Indonesia Chapter 15

Chapter 15: ALGRIA

Arc kedua (Algria) dimulai!

***

“Uwaaaahhh! Akhirnya, aku kembali!”

“Kenapa kau tiba-tiba berteriak?”

“Oh, tidak ada, aku cuma bersemangat saat aku berpikir akhirnya aku mencapai kota tempat orang-orang tinggal!”

dukung klik iklan

Aku belum melihat kota itu, tapi aku sudah gelisah sejak aku menemukan jalan. Aku pikir kita akan mencapai kota segera, karena ada pagar di pinggir jalan, dan ada jejak jejak kuku yang tertinggal baru-baru ini.

Aku secara tidak sadar mulai meningkatkan kecepatan berjalanku semakin aku memikirkannya. Aku berjalan sebentar, dan kemudian aku mendengar keributan dari depan. Aku tidak tahu apa itu, jadi aku hanya berlari kecil untuk memerikasa sumber kebisingannya.

“Apa ada pertarungan?”

“Jangan tanya lagi, asalnya memang dari pertarungan itu.”

Pemandangan yang aku temui adalah sekelompok delapan orang yang mengenakan baju besi, dengan kereta yang indah di tengah, dan sekitar tiga puluh orang yang tampak lusuh di sekeliling mereka.

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Kau tidak lihat, orang-orang yang melindungi kereta sedang diserang.”

“Yang melindungi kereta tidak selalu orang baik, kan? Bagaimana jika kita membantu mereka dan ternyata itu adalah bangsawan korup yang suka mengeksploitasi rakyat jelata atau melakukan kejahatan?”

“Cara berpikir yang ekstrem, tapi mungkin juga sih.”

Aku memutuskan untuk menonton sebentar, jadi aku menggunakan [Camouflage] untuk menyamarkan diriku sebagai udara, dan menggabungkannya dengan [Musk Presence]. Dalam keadaan ini, aku pikir mereka tidak akan memperhatikanku meskipun aku berjalan tepat di depan mereka.

Ketika aku mendekati kereta, salah satu orang berbaju besi terbunuh.

“Brad! Ugh, beraninya kau melakukan itu pada Brad!”

Aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia mengenakan helm, tapi aku bisa mendengar suara pria muda yang marah karena rekan kesatrianya telah terbunuh.

“Tenang! Jangan merusak formasi!”

Seorang pria muda yang memegang sepasang pedang memberikan perintah kepada para ksatria lainnya. Di sisi lain, suara-suara kelompok besar yang lusuh itu, yah, mereka membuat pernyataan bandit stereotip, mengatakan hal-hal seperti jika kau menyerahkan uang dan wanitamu, kami akan mengampunimu, dan banyak komentar menjijikkan lainnya. Aku cukup banyak mendengar untuk tidak mempercayai mereka.

“Aku pikir sudah jelas sekarang bahwa yang lusuh itu jahat dan para ksatria itu benar.”

“Apa, jadi kau akan membantu mereka, ya?”

“Mungkin, aku akan memikirkannya sedikit lagi. Mungkin saja mereka semua adalah orang jahat.”

“Kau benar-benar ingin meragukan orang-orang itu, ya?”

“Lebih tepatnya aku tidak percaya siapa pun sama sekali.”

Aku sedang berbicara dengan Black Mist, jadi seharusnya tidak ada yang mendengar kami. Namun, sebuah suara memanggil terdengar dari kereta.

“Siapa pun yang ada di sana, tolong bantu kami!”

Sebuah suara lembut menggema di telingaku, dengan cara yang sepertinya hampir familier. Apakah ada yang memperhatikanku? Meskipun levelku di atas 300 dan aku menggunakan [Musk Presence] dan [Camouflage], bahkan dengan semua itu?

“Nona muda, apa yang anda lakukan? Apa ada orang lain di luar?”

“Aku mendengar suara orang lain di luar kereta.”

“Seharusnya tidak ada…”

Rupanya, seorang wanita muda di kereta itu memiliki pendengaran yang baik. Atau mungkin itu keahliannya. Bagaimanapun, karena bagian dalam kereta menjadi berisik, aku memeriksanya pada saat yang sama dengan salah satu ksatria.

Namun, beberapa bandit mendorong ke sisi kereta, dan salah satu dari mereka menerobos pengepungan, menaiki kereta, dan membuat kuda-kuda yang menariknya mulai berlarian. Dia tertawa terbahak-bahak, “Aku dapatkan keretanya!”

Jeritan datang dari dalam. “Nona muda!”

Tak peduli bagaimana aku melihatnya, pria yang berkotek itu jelas-jelas jahat. Sambil mendesah, aku menciptakan bola ajaib di jari telunjukku dan memicunya dengan ibu jari, dengan gerakan seperti menembakkan pistol. Aku mengarahkannya ke penjahat, dan dalam sekejap mata, kepalanya berhamburan ke tanah berupa darah cair dan otak, seperti semangka yang hancur.

Namun, kuda-kuda kereta itu sudah mulai berlari dan tidak berhenti. Sayang sekali, jadi aku menaiki keretanya dan menghentikan mereka. Aku bisa saja menjalankannya, tapi itu akan membuatku sama dengan para bandit itu.

Harus kukatakan, [Fighting God] pastilah nyaman. Bukan hanya skill itu kompatibel dengan [Swordmanship] dan [Martial Arts], entah bagaimana itu juga memberiku keterampilan untuk memahami seni menggunakan kendaraan atau mengendalikan kuda, melalui sesuatu yang disebut [Tank Combat Tenchnique].

“B-bajingan, siapa kau!”

“Siapa kau?!”

Kedua penjahat itu bertanya, jadi aku menjawab sambil dengan canggung menggaruk pipiku. “Ah, nona muda yang ada di dalam meminta bantuanku, jadi aku membantu.”

Reaksinya terhadap penjelasanku terbagi. Para ksatria merasa berhutang budi padaku dan dengan cepat mulai berterima kasih padaku, tapi para bandit (bersertifikat) mengarahkan pedang mereka padaku tanpa kata-kata. Aku menghancurkan beberapa kepala mereka lagi dengan peluru sihir; Aku tidak membutuhkan Black Mist untuk melawan musuh seperti ini. Peluru sihir toh bukan keahlian, tapi buah dari usahaku sendiri. Ini tak terlalu sulit untuk digunakan karena aku hanya perlu menyatukan sejumlah kecil kekuatan sihir di jariku dan menembaknya.

“Ini omong kosong!”

“Aku orang baik, tahu, jadi aku tidak akan mengejarmu kalau kau melarikan diri.”

Aku menghancurkan kepala bandit ke kanan dan kiri dengan peluru sihir, karena mereka masih berusaha menyerangku dari kedua arah. Aku tidak ingin mengejar mereka jika mereka melarikan diri, tapi jika mereka mendatangiku, aku akan menghancurkan mereka dengan kekuatan yang luar biasa!

Aku mungkin membunuh sekitar dua puluh orang seperti itu. Ini adalah pertama kalinya aku membunuh orang, tapi aku tidak memikirkannya, mengingat aku telah melalui pertempuran yang jauh lebih mengerikan di Hutan Great Borf. Karena aku berencana untuk membalas dendam di masa depan, wajar saja jika aku akhirnya membunuh orang. Apakah aneh bahwa aku sedikit senang dan aku tidak akan ragu ketika saatnya tiba bagiku untuk membalas dendam?

Para ksatria mulai memburu jumlah bandit yang tersisa. Aku pindah ke bagian atas kereta untuk mengawasi, sehingga para bandit tidak bisa mendekat. Beberapa bandit yang lebih cerdik berhasil melarikan diri dengan metode mereka sendiri. Akhirnya, situasi di sekitarnya tenang dan para ksatria berkumpul di sekitar kereta. Aku juga melompat turun.

Karena seorang wanita yang disebut sebagai “nona muda” sedang menaiki kereta ini, aku merasa masalah ini melibatkan seorang bangsawan, jadi aku mulai berlari di sepanjang jalan. Aku tidak merasa senang melarikan diri, tapi aku tidak ingin mendapat masalah. Aku tahu ini akan menjadi situasi yang canggung jika aku terlibat. Yah, sayangnya aku sudah terlibat, dan aku minta maaf soal itu.

“Tu-tunggu?!”

Kenapa aku harus menunggu meski kau memintaku melakukannya? Aku bisa berlari lebih cepat daripada kuda meski tanpa keahlianku, jadi jika aku tidak berhenti, mereka tidak akan bisa mengejarku.

Beberapa saat setelah kereta dan ksatria keluar dari pandanganku, aku akhirnya melihatnya.

“I-itu kotanya!”

“Untung kita akhirnya datang ke kota, tapi apakah tidak apa-apa meninggalkan kereta seperti itu?”

“Maaf, aku hanya tidak ingin mendapat masalah. Di samping itu, ayolah, itu kotanya!”

“Mhm, memang benar. Tapi sepertinya jauh lebih besar daripada yang aku ingat.”

Tidak heran jika kota itu berbeda dari ingatan Black Mist, karena ini adalah pertama kalinya dia melihatnya dalam ratusan tahun. Sejujurnya, lebih mengejutkan lagi masih di sini setelah sekian lama. Kota itu dilindungi oleh tembok besar, dan aku harus melewati gerbang untuk masuk. Namun, ada antrian panjang menunggu inspeksi di depan gerbang. Aku mendekat di jalan kecil, dan lambat laun bisa melihat garis lebih terinci.

“…Hmm?!”

“Ada apa?”

Orang-orang dalam barisan … penampilan mereka sangat berbeda dariku. Benar, sama sekali tidak sama. Ada telinga di atas kepala mereka, dan sebuah ekor keluar di dekat pantat. Ya, mereka adalah beastmen!

Aku tidak tahu bagaimana beastman disebut di dunia ini, tapi mereka adalah beastmen! Telinga binatang! Lebih dari setengah orang dalam barisan adalah beastmen, dan sisanya adalah manusia seperti aku.

“Ooohh, mereka adalah beastmen.”

“Apa, apa kau belum pernah melihat beastman sebelumnya?”

“Ya, tidak ada beastmen di duniaku. Ini pertama kalinya aku melihat mereka.”

Ada orang-orang yang mengenakan kostum beastmen, tapi ini pertama kalinya aku melihat yang asli. Jantungku berdegup kencang.

“Apa benar begitu? Ada banyak beastmen di kota ini, aku pikir jumlah mereka sekitar 30% dari populasi. Yah, mungkin sedikit berbeda sekarang.”

Jadi itu adalah kota tempat beastmen dan manusia hidup berdampingan, ya? Aku mendekat dengan kegembiraan! Beberapa wanita dan beberapa pria. Yah, itu wajar saja. Tapi untuk berpikir aku bisa bertemu dengan beastman untuk pertama kalinya, sepertinya keberuntunganku benar-benar tidak meninggalkanku, ya!

Seperti yang diharapkan dari master [LUK (EX)]!

Setelah menunggu dalam antrean selama satu jam, giliranku segera tiba.

“Hei, mereka menarik biaya masuk, ya?”

Pada waktu inspeksi, penjaga gerbang akan mengumpulkan sejumlah uang.

“Hmm, tidak ada biaya masuk di hariku.”

Tidak mungkin sistem tidak akan berubah bahkan sedikit setelah beberapa ratus tahun, tapi jika pembayarannya adalah emas … Jika aku ingat benar, aku masih memiliki apa yang diberikan orang tua yang menyebalkan itu padaku … Ah, ini dia.

Aku menaruh kantong kulit kecil dari emas di saku jasku. Kalau dipikir-pikir, aku tidak tahu jenis atau nilai uang ini, kan? Dan apakah ini mata uang yang sama yang digunakan di Rade Crude Empire di mana lelaki tua yang menyebalkan itu berada?

Saat aku memeriksa koin di dalam tas dengan [Detailed Appraisal], ada sepuluh koin perak besar (10.000 emas) dan 10 koin emas masing-masing.

“Lanjut!”

Penjaga gerbang adalah seorang pria paruh baya bertelinga anjing dan seorang pria besar dengan telinga beruang; mereka memeriksa kartu identitas dan mengumpulkan biaya masuk kota. “Tolong tunjukkan kartu guild atau plat status.”

Aku berpura-pura mencari sesuatu di sakuku sebentar, akhirnya mengambil pelat status dari [Material Storage] dan memberikannya pada ojisan bertelinga anjing.

“Tsukuru Sumeragi, ya. Apa tujuanmu datang ke kota ini?”

“Aku sedang dalam perjalanan.”

“Jika kau memiliki kartu guild, kau bisa memasuki kota secara gratis, tapi jika kau hanya memiliki plat status, biaya masuknya adalah 1.000 emas.”

[Detailed Appraisal] menggambarkan koinku sebagai emas, jadi aku mungkin bisa menggunakannya. Aku bisa tenang. Aku mengambil satu koin perak besar karena nilainya 10.000 emas. Itu adalah denominasi terendah yang aku miliki saat ini.

“Koin perak besar? Apa kau punya yang lebih kecil?”

“Maaf, ini yang aku miliki sekarang.”

“Baiklah, tolong tunggu sebentar.”

Pria bertelinga anjing pergi ke gedung di sebelah gerbang untuk sementara waktu sebelum kembali. “Ini kembalianmu, sembilan koin perak.”

Aku mengambil kembaliannya dan kemudian mencoba untuk pergi ke kota.

“Tunggu sebentar!”

Aku berhenti. Apa aku melakukan kesalahan?

“Selamat datang di kota Algria!”

“Selamat datang!”

Ketika pria bertelinga anjing menyambutku, pria bertelinga beruang, yang diam sampai sekarang, juga angkat bicara.

“Terima kasih.”

Aku memasuki kota! Dan aku mengetahui bahwa uang yang aku miliki bisa digunakan di sini juga. Di sini, di kota Algria, kehidupanku sebagai manusia sekarang akan dimulai!


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset