Bocchi Tenseiki Novel Bahasa Indonesia Chapter 1

Chapter 1 - Roh

Roh

Ketika kuperhatikan, cahaya yang menyilaukan datang ke dunia gelapku. Cahayanya cukup banyak membuatku tak bisa membuka mata.

Tidak, bukankah itu karena mataku melemah?

“Putra kedua juga lahir, dengan demikian rumah Hawkwood telah aman.”

Aku bisa mendengar suara seorang pria yang berusia sekitar 30-40 tahun.

dukung klik iklan

“Sayang, tolong beri nama anak ini.”

Kali ini, itu adalah suara seorang wanita yang kemungkinan berusia dua puluhan.

“Anak ini, memiliki rambut hitam gelap dengan semburat abu-abu, pupilnya berwarna cokelat.”

“Yah. Sepertinya itu hasil campuran dari genmu dan aku. Atau sesuatu yang serupa dengan itu.”

“Hmm… abu, hitam, coklat…”

“Sayang, meskipun dia putra keduamu, tolong beri dia nama yang cocok atau apa kau sebenarnya masih tak mengerti tentang namanya?”

“T-Tidak, bukan begitu… baiklah, nama anak itu adalah Ash.”

Percakapan antara seorang pria dan seorang wanita bisa didengar.

“Jadi namanya Ash. Yah, kupikir itu bukan nama yang buruk.”

Aku dipeluk oleh lengan seseorang.

“Namamu Ash. Anakku yang tampan.”

Bisikan seorang wanita terdengar di dekat telingaku.

Pada saat ini, aku sadar. Jangan bilang… kalau aku bereinkarnasi sebagai bayi?

—Itu, tidak itu mungkin nyata.

Tiga tahun berlalu.

Pada saat ini, karena aku menyadari bahwa aku bereinkarnasi sebagai bayi di dunia yang berbeda dan bukan di bumi, aku sudah menerima kenyataan. Untungnya, meskipun ini adalah kota yang sangat pedesaan, orangtuaku adalah bangsawan yang mengelola kota ini.

Mereka adalah penguasa feodal di daerah ini.

Karenanya, aku tak khawatir tentang kehidupan sehari-hariku. Apalagi, jika aku menerima pendidikan untuk para bangsawan, terutama aku bisa menerima surat-surat dari dunia ini dan sejarahnya. Dari percakapan antara anggota keluargaku, aku juga tahu bahwa ada sihir di dunia ini.

Selain itu, kota pedesaan ini [Raan] di mana ayahku menjadi tuannya berada di bawah kerajaan Runreshia, dan sepertinya itu kerajaan dengan Teknologi Sihir paling canggih di benua itu.

Aku tinggal di tempat dengan populasi sedikit lebih dari seratus, kota ini sangat jauh dari ibukota, oleh karena itu, sepertinya hanya kedua orang tuaku yang dapat menggunakan sihir. Namun, jika orangtuaku bisa menggunakan sihir, mungkin aku juga bisa menggunakannya.

Aku tak sabar untuk itu.

Kemudian, baru-baru ini, aku mulai melihat hal-hal yang aneh. Saat aku melihat lubang itu, ada seorang wanita semi-transparan. Wanita semi-transparan dengan sayap yang tumbuh dari punggungnya memandang tanah dari langit. Saat aku melihat danau, wanita semi-transparan itu bermain di air. Saat aku melihat api di perapian, wanita semi-transparan itu menari di dalam api.

Tapi, mungkin itu sesuatu yang hanya terlihat oleh mataku.

Terlebih lagi, wanita itu, semuanya dalam keadaan telanjang. Namun, sebagian besar ukuran tubuh mereka sebanding dengan ukuran boneka. Tinggi rata-rata mereka adalah antara 30-50 sentimeter. Oleh karena itu, meskipun mereka telanjang, tidak ada alasan bagiku untuk bersemangat terhadap mereka.

Beberapa dari mereka adalah wanita cantik dengan lebih dari 8 kepala, tentu saja dalam ukuran boneka. Aku bertanya-tanya apakah mereka peri atau roh?

Aku mencoba berbicara dengan orangtuaku tentang masalah ini.

Orangtuaku yang lembut, ekspresi mereka tiba-tiba menjadi sangat serius.

“Oke, Ash. Jangan beri tahu siapa pun tentang hal ini kecuali untuk keluargamu. Kau benar-benar harus melakukan ini.”

“Ash, jika roh ini mencoba berbicara denganmu, kau harus benar-benar tak membalas komentar mereka. Berpura-puralah kalau kau tidak pernah mendengarnya.”

Dan, nada suara mereka sangat menakutkan.

Kali ini, aku tahu bahwa wanita semi-transparan yang kulihat dengan mataku adalah roh yang aktif. Dan, tanpa tahu apa-apa, kedua orangtuaku membuatku berjanji pada mereka untuk tidak mengatakan apa pun tentang roh kepada orang lain.

Tidak, alih-alih janji, mereka membuatku bersumpah demi mereka.

Orangtuaku bahkan mengancamku bahwa jika aku melanggar janjiku, aku akan diambil oleh orang-orang yang menakutkan.

Usia tubuhku memang berusia 3 tahun, tetapi usia mentalku adalah orang dewasa, jadi hal semacam ini kurang efektif dan bahkan tidak bisa dianggap sebagai ancaman bagiku.

Tapi, fakta bahwa aku bisa melihat roh, di dunia ini, atau setidaknya di negara ini bukanlah sesuatu yang sangat baik. Setidaknya itulah yang kurasakan dari sikap orangtuaku.

10 tahun telah berlalu sejak aku bereinkarnasi.

Kesempatan bagiku untuk melihat roh yang meningkat seiring dengan usiaku. Dibandingkan dengan tujuh tahun yang lalu, sosok roh yang kukatakan menjadi semakin jelas. Sampai sekarang, aku belum pernah berbicara dengan mereka sekali pun.

Roh ini, terutama yang aku lihat, terlihat seperti gadis-gadis yang tidak memperhatikan ini. Sebenarnya aku ingin berbicara dengan mereka, tapi aku tidak suka karena aku sudah berjanji pada orangtuaku. Tentang misantropi-ku, bahkan setelah bereinkarnasi aku masih tidak bisa menyembuhkan rasa tidak percayaku pada manusia.

Namun, aku mengucapkan terima kasih pada orangtuaku yang membesarkanku dengan cinta. Ya, untuk alasan itu saja aku tidak akan mengingkari janjiku.

Namun, aku juga bisa merasakan bahwa kasih sayang orangtuaku menipis sepanjang waktu. Meskipun aku tahu alasannya. Itu karena aku tak memiliki bakat sihir. Tak peduli seberapa banyak orangtuaku dengan rajinnya mengajariku, aku tidak bisa menggunakan sihir. Aku tidak bisa mengerti teori sihir dan mempraktikkannya. Tak peduli seberapa banyak aku mencobanya, tubuhku tak bisa menangani banyak aliran Energi Sihir (Mana).

Jangankan aku dan kakak lelakiku, bahkan dibandingkan dengan adik lelakiku, dan tiga adik perempuanku, bakatku dalam sihir tidak bisa mengalahkan mereka. Sepertinya di Kerajaan Runreshia, seseorang dengan kekuatan sihir sangat dihargai.

Ngomong-ngomong, agar rakyat jelata menjadi bangsawan, sepertinya mereka hanya membutuhkan bakat sihir. Namun aku tak memiliki bakat sihir semacam itu di dalam diriku. Bahkan jika aku berusaha, itu tidak berguna karena sihirku tidak ada artinya. Tak peduli sekuat apa pun aku mencoba untuk menghafal mantra Magical Letter (Rune), itu hanyalah sia-sia, aku tidak bisa mengingatnya bahkan setelah berusaha keras seperti itu. Dan, jumlah kekuatan magis untuk setiap orang adalah absolut sejak ia lahir, tampaknya tidak ada cara untuk meningkatkannya.

Tanpa bakat untuk menggunakan sihir, prospekku tidak akan menjadi sangat baik di masa depan.

Lagi pula, pada mulanya bangsawan besar akan membagikan sebidang tanah mereka kepada anak-anak mereka, karena bangsawan kecil hingga menengah, putra kedua dan ketiga mereka akan menjadi imam, mereka tidak punya apa-apa selain putra sulung. Selama anak tertua tidak mati, mati karena kecelakaan, atau kematian dalam perang, selama sisa hidup mereka, sisa anak-anak mereka akan bergantung (gangguan).

Jika misalnya mereka sangat berbakat dalam sihir, atau memiliki bakat khusus yang lainnya, mereka akan menjadi anak angkat dari bangsawan besar di wilayah itu, dan memiliki kemungkinan untuk mendapatkan properti mereka.

Itulah sebabnya tidak ada kemungkinan untuk menjadi anak adopsi jika bakat sihir termasuk di dalamnya. Yah, tidak apa-apa untuk tergantung* sambil melihat sekelilingku, kurasa tidak apa-apa makan dari tangan kakakku. (t/n: *orang dewasa yang belum mendapatkan warisannya, tapi saya memilih untuk menuliskannya sebagai tergantung). Bahkan jika misantropiku sembuh, mungkin aku akan menjadi tanggungan selama sisa hidupku, mungkin aku tidak bisa menikah—— tidak, aku tidak khawatir tentang itu, meskipun aku tak yakin tentang itu.

Seperti anak petani, mereka dijual ke pedagang budak. Itu sudah kejadian sehari-hari di dunia ini. Aku tinggal di kota pedesaan [Raan], dengan iklimnya yang hangat dan kesuburan yang baik dan menghasilkan panen yang baik, mengetahui bahwa aku tahu setidaknya aku tidak akan dijual sebagai budak. Namun, aku hanya merasa aneh bagi orangtua untuk menjual anak mereka dan bagi anak untuk menjual orangtua mereka, mungkin mereka merasa bersalah.

Bagiku, bahkan ketika aku tinggal di tempat dengan sedikit lebih dari seratus penduduk, aku jarang berinteraksi dengan mereka. Bahkan aku tak pernah bermain dengan anak-anak dari usia yang sama, jadi aku tidak punya teman dekat. Tampaknya ada hubungannya dengan usia mentalku yang tiga puluh tahun. Tapi sepertinya kasus ini lebih dari itu, aku jelas menghindari sesuatu yang akan membuatku bersosialisasi dengan orang lain. Sepertinya aku masih memiliki misantropi dan ketidakpercayaan terhadap manusia, bahkan setelah bereinkarnasi aku masih terus menghindari orang lain.

Aku sadar bahwa semua penduduk sudah mengetahui hal ini. Jika aku bukan putra penguasa feodal, aku pasti akan dibully oleh anak-anak kota. Saat ini aku belum diintimidasi tapi, mereka memperlakukanku seperti orang aneh. Biasanya aku menghindari mereka, mereka juga biasanya menghindariku.

Biasanya saudaraku memandangku karena aku tidak berbakat, aku sendirian selama ini. Biasanya aku mengasingkan diri di kamarku, atau berjalan di sekitar hutan untuk membuang waktuku.

Baru-baru ini, harapan orangtuaku tidak setinggi itu, jadi ada banyak kasus di mana aku memiliki banyak waktu luang. Belajar sihir juga, karena saudaraku yang lain, kedua orangtuaku hanya memberiku tugas, sehingga waktu belajar mandiriku meningkat.

Hari ini juga, aku berjalan-jalan di dalam hutan. Untuk saat ini, aku membawa pedang kayu untuk pertahanan diri. Meskipun sihir populer di negara ini, sebagai bangsawan aku juga bersandar pada keahlian pedang dari ayahku sampai batas tertentu. Tetapi, sepertinya aku juga tidak memiliki banyak bakat untuk keahlian pedang.

Yah, hutan ini hanya memiliki beberapa hewan berbahaya, dalam hal ini aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menggunakan pedang kayu ini. Aku sudah berjalan cukup jauh di dalam hutan. Sekarang hampir waktunya bagiku untuk pulang ke rumah – aku merasa ada sesuatu di belakangku.

Ketika aku berbalik… ada beruang.

Tidak, tidak mungkin, hutan ini tak seharusnya memiliki beruang yang tinggal di dalamnya.

Aku ingin tahu apakah beruang berasal dari hutan lain? Lagipula, aku tidak boleh melarikan diri. Berpura-pura mati juga tidak baik, aku telah membacanya di internet sebelum aku bereinkarnasi, bahwa melakukan tindakan itu di depan beruang yang lapar adalah tindakan bunuh diri.

Aku melangkah mundur karena tak memprovokasi beruang itu, aku mencoba mengambil jarak. Tapi- beruang itu datang untuk menyerangku dengan kecepatan tinggi!

Aku melihat ke belakang, dan kehilangan kesempatan untuk melarikan diri. Namun, aku tidak ingin melarikan diri. Jadi aku memilih untuk naik ke pohon terdekat.

Untungnya, karena selalu sendirian dan tidak punya teman bersamamu, aku bisa memanjat pohon sebelum beruang itu bisa menangkapku. Sekarang entah bagaimana aku sudah naik ke puncak pohon.

Persis seperti itu, aku berharap si beruang akan menyerah dan pergi.

Tapi sepertinya beruang itu sangat lapar, tidak ada indikasi dia akan pergi. Sebaliknya, aku sudah naik tinggi di pohon ini. Kemudian tiba-tiba aku menjadi pucat karena aku ingat bahwa beberapa jenis spesies beruang mahir memanjat pohon.

Berbahaya… benar-benar berbahaya.

Di atas cabang pohon, aku gemetar memegangi kepalaku. Pada saat seperti ini, ada beberapa sosok wanita semi-transparan yang terbang di udara. Mereka menatapku, mereka mengangkat jari sambil menertawakanku.

Apanya yang lucu tentang ini?

Untuk pria ini, yang hampir mendapatkan dirinya digigit dan dimakan oleh beruang. Jadi bukan hanya manusia, roh juga berada pada level yang sama dengan mereka berdua, sial?

Merasakan kematian mendekatiku, aku kehilangan ketenangan. Aku melupakan nasihat dari orangtuaku.

“Apa yang lucu?!! Akan kucabut sayapmu itu!!”

Dan, aku tanpa sadar meneriakkan kemarahanku.

Sementara aku melihat roh-roh itu, roh-roh itu menunjukkan wajah yang mengejutkan. Dan, mereka membisikkan sesuatu dengan suara rendah, dan terlihat seperti menyetujui sesuatu.

Salah satu wakil dari roh-roh itu mendekatiku. Dan…

“Ne~e, ne~e, kau, kau bisa melihat kami? Meskipun hanya manusia.”

Apa! Mendengarnya, aku memiringkan kepalaku. “Ya, aku bisa melihatmu!”

Aku dengan putus asa menjawabnya.

“Dia~~~, bahkan mendengar suara kita. Kau benar-benar bisa melihat kami, apa kau seorang ahli Druid atau seorang Dukun?”

Druid?

Dukun?

Ah! Orangtuaku mengatakan bahwa mereka adalah penyihir sesat.

“Aku tidak akan pernah belajar seni terlarang. Hanya kalian yang tahu aku sedang belajar Magical Letter (Rune) dan True Magic.”

“Eeeeee~~~eeeehhh??!!!”

Roh-roh itu berteriak serempak.

Apa?

“Ini, manusia ini, dengan lebih banyak pelatihan dia akan menjadi penjinak roh bagi kita, dan dia bilang dia bisa mendengar kita!”

“Dia jenius! sangat jenius!”

“…Kami tidak punya pilihan selain mengenali bakat alamimu.”

“Spirit Tamer itu langka, itu karena mereka harus dikaruniai bakat itu sejak mereka lahir.”

“Jika kau terus meningkatkan skill-mu, kau akan menjadi penjinak roh kelas legendaris yang hebat!”

“Dan di sini, dia akan jadi makanan untuk beruang itu, bakatnya sia-sia!”


Mohon dukungannya, jika berkenan donasi untuk keberlangsungan web, silakan send mail ke lightnovelku@gmail.com

Komentar

error: Mohon hati nuraninya, bermain bersihlah. Tuhan Maha Tahu. Saya yakin Kamu bisa membuat konten sendiri yg lebih baik.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset